Selasa, 13 Februari 2018

Resensi Buku Ekonomi Islam Kontemporer Mohammed Aslam Haneef



Nama               : Alfiana Zahwa Nur Rokhmat
NIM                : 175221009
Jurusan/Kelas : Akuntansi Syariah 1A
IAIN SURAKARTA
Resensi Buku

Judul               : Pemikiran Ekonomi Islam Kontemporer Analisis Komparatif Terpilih
Penulis             : Mohammed Aslam Haneef
Penerjemah      : Suherman Rosyidi
Penerbit           : RAJAWALI PERS PT RajaGrafindo Persada
Tebal               : 184 halaman + xxviii ; 16 x 23 cm
Cetakan           : Pertama, Oktober 2010

Pemikiran Ekonomi Islam Kontemporer Analisis Komparatif Terpilih

Pendahuluan
Ekonomi Islam selama ini hanya dilihat sebagai satu disiplin ilmu yang tumbuh terhadap permasalahan dan pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat, setelah disiplin keilmuan ekonomi konvensional yang pada umumnya berasal dari pemikiran Barat dianggap tidak dapat menyelesaikan masalah.
Sumber hukum dalam pemikiran-pemikiran ekonomi islam tidak lain adalah Al Qur’an dan Sunnah yang semuanya merupakan sumber pengetahuan dalam penjabaran ekonomi islam. Dalam pelaksanaanya ekonomi islam disiplin berbasis agama yang landasan filosofisnya antara lain khalifah, ibadah, dan takaful. Dalam buku ini penulis memiliki sendiri ide, konsep serta penafsiran dan makna umum. Buku yang berjudul Pemikiran Ekonomi Islam Kontemporer analisis komparatif terpilih ini mencakup tafsir yang berbeda-beda mengenai istilah dan konsep-konsep yang berhubungan dengan ekonomi dan tergantung pada latar belakang dan lingkungan ahli yang bersangkutan.
Dalam buku ini penulis berkonsentrasi pada enam ahli Muslim modern yang karya-karyanya dalam bidang ekonomi dikenal luas oleh para mahasiswa ekonomi islam, mereka adalah : Muhammad Abdul Mannan (Islamic Economics: Theory and Practice, Delhi, Sh. M. Ashraf, 1970 dan The Making of the Islamic Economy, Cairo, 1984), Muhammad Nejatullah Siddiqi (Some Aspects of the Islamic Economy, Lathoe, Islamic Publication, 1978 dan The Economic Enterprice in Islam, Lathore, Islamic Publication, 1971), Syeh Nawab Haider Naqvi (Ethics and Economics: An Islamic Synthesis, Islamic Foundation, Leicester, 1981), Monzer Kahf (The Islamic Economy, Muslim Students Association (US-Canada), Plainfield,1978), Sayyid Mahmud Taleghani (Islam and Ownership (terj.), Mazda Press, Lexington 1982), dan Muhammad Baqir As-Sadr (Iqtishaduna (terj.) Vol. 1 dan 2, World Organization for Islamic Services, Teheran, 1982).
Empat yang tersebut pertama adalah ekonom yang memang berpendidikan ekonomi, sedangkan dua yang terakhir terutama sekali dikenal dengan ahli hukum (Islam). Setiap orang dari keenamnya menulis secara luas di bidang ekonomi atau isu-isu ekonomi dan paling tidak, memiliki sebuah karya utama di bidang ekonomi islam yang akan dijadikan rujukan utama bagi pemikiran mereka. Dalam membuat analisis komparatif dan perbandingan pemikiran ekonomi islam  modern (kontemporer) yang bermakna penulis berkonsentrasi  pada lima wilayah analisis yang terdiri dari Pandangan dasar terhadap ekonomi sebagai suatu keseluruhan, Asumsi dasar, Kerangka institusional, Distribusi, dan Produksi.

Isi buku
Semua sarjana yang ditampilkan dalam studi buku ini menekankan pentingnya membebaskan ekonomi islam ( dan para ahli ekonominya ) dari pandangan barat, sekalipun para ahli ekonomi yang dibicarakan disini mempunyai alternatif yang berbeda-beda. Akan tetapi semuanya menyatakan sama-sama memakai pandangan tauhidi yang sama yang menundukkan kegiatan ekonomi pada nilai keagamaan dan etika islam. Kesemuanya menyebutkan secara langsung maupun tidak langsung landasan filosofis Tauhid, Khalifah, Ibadah, dan Takaful. Dalam kesemua ahli yang digunakan di buku ini melarang adanya praktik riba dalam ekonomi islam dan lebih menekankan pada praktik bagi hasil laba/rugi. Antara ahli ekonomi satu dengan ahli ekonomi lainnya yang dibahas di buku ini semuanya saling berkaitan dan ada juga terdapat kesamaan dalam pemikirannya, seperti dalam pendistribusiannya Mannan dan Siddiqi mempunyai pendapat yang sama begitu juga dengan Taleghani dan Sadr mempunyai asumsi yang sama juga mengenai distribusi.
Keenam ahli tersebut menyetujui bahwa masalah-masalah ekonomi kontemporer membutuhkan pemecahan baru melalui ijtihad ( pernyataan intelektual independen ) sekalipun ada perbedaan pendapat siapa yang memenuhi syarat dalam pembuatan ijtihad tersebut. Sadr dan Taleghani menempatkan tanggung jawab ijtihad tersebut ditangan para mujtahid atau ulama’ sedangkan naqvi dan mannan memberikan ruang yang lebih luas bagi ahli ekonomi yang terdidik. Dilain  pihak Siddiqi dan Kahf berada diantara kedua pandangan itu, dengan menekankan kebutuhan akan adanya persatuan antara fiqih dan ilmu ekonomi.
Pendekatan dan ruang lingkup menurut M.A Mannan Ekonomi Islam merupakan ilmu sosial yang mempelajari masalah dari individu yang diakibatkan oleh kelangkaan. Dalam memecahkan masalahnya pilihan berdasarkan nilai islam dalam proses produksi, konsumsi, maupun distribusinya. Asumsi dasar yang jabarkan oleh penulis mengenai pemikiran ekonomi islam menurut M.A Mannan adalah Islamic man, sistem pasar plus perencanaan, observasi dan wahyu Allah sebagai sumber pengetahuan, dan pemilihan oleh swasta adalah hak individual. Ciri khusus sistem ekonomi islam Mannan dalam hubungan antara individu dengan negara bekerja sama untuk menciptakan masyarakat yang baik. Kepemilikan harta oleh swasta yang relatif dan bersyarat. Distrbusi dilakukan berdasarkan keadilan dan memproduksi barang yang halal saja.
            Analisis Siddiqi merupakan analisis neoklasik yang dimodifikasi. Pertama adalah asumsi perilaku yang melahirkan Islamic man. Kedua adalah upayanya memasukkan pertimbangan fiqh ke dalam analisisnya. Sekalipun ia telah meletakkan banyak ide penting dalam pemikirannya.
            Analisis Naqvi mempunyai tiga tema besar yang mendominasi dalam ekonomi islam. Naqvi juga mengulang-ngulang pernyataannya , barangkali untuk menunjukkan bahwa dalam ekonomi islam itu saling berhubungan. Menurut Naqvi kesamaan pendapatan merupakan hal yang perlu ada agar terdapat keadilan, akan tetapi hal itu bisa saja dibantah oleh sebagian kalangan.
            Pendekatan dan ruang lingkup Monzer Kahf adalah Islamic man tidak harus muslim, boleh dengan paradigma islam yang dapat menerima metodologi universal ilmu ekonomi, yakni alat-alat analisis. Analisis menurut Moner Kahf dalam kepemilikan swasta amat dibatasi dan yang menjadi norma adalah kepemilikan negara. Dalam hal distribusi kahf mempunyai ukuran-ukuran distribusi antara lain zakat, sedekah, dan pajak lain via pasar. Peran aktif dan kebijakan negara dilakukan untuk menghapus ketimpangan pendapatan.
            Pendekatan dan ruang lingkup Thaleghani dan  Sadr  dalam pembahasannya berfokus pada doktrin, bukan alat analisis dengan mengarahkan sebagian besar upaya mereka untuk membenarkan dan membedakan sistem ekonomi islam dari sistem ekonomi kapitalisme dan sosialisme. Dalam analisis kepemilikan Thaleghani dan Sadr adalah kepemilikan swasta dibenarkan yang didefinisikan sebagai prioritas dalam hak pakai, oleh karena harta dapat diwariskan maka hak menguasai juga ada, hanya saja yang menjadi norma adalah kepemilikan publik. Sedangkan Sadr yang menjadi norma adalah kepemilikan oleh negara. Dalam ruang lingkup distribusi Taleghani dan Sadr menyatakan bahwa ajaran agama membatasi pengeluaran berlebihan dan mubazir.
            Di akhir bab penulis membandingkan, menganalisis, dan menentukan apakah pandangan-pandangan keenam ahli ekonomi tersebut dapat disebut mewakili madzhab ekonomi.
           
Kekurangan buku :
1.      Penafsiran yang berbeda-beda serta pandangan yang diambil oleh para sarjana muslim mengenai beberapa aspek ekonomi Islam terdapat banyak hal-hal yang tidak dipaparkan secara jelas dan luas.
2.      Ruang lingkup yang terbatas dalam 5 wilayah analisis kurang dijelaskan secara mendetail.
Kelebihan buku :
1.      Terdapat glosari di halaman-halaman pertama yang memuat istilah-istilah yang digunakan dalam buku ekonomi islam sehingga mempermudah memahami istilah-istilah dari bahasa arab dengan mudah.
2.      Dalam setiap bab terdapat diagram ringkasan sehingga memudahkan pembaca dalam memahami setiap bab.
3.      Dalam setiap bab juga diperlihatkan secara langsung daftar pustaka yang digunakan sehingga keingintahuan pembaca mengenai karya-karya yang digunakan sebagai referensi dalam penulisan.
4.      Dalam penulisan buku penulis lebih menekankan pada keefektifan kata sehingga kata-kata yang dituangkan tidak begitu panjang tetapi berisi.
5.      Penulis mempertahankan gaya argumentasi dan penyajian masing-masing pemikiran-pemikiran sehingga membuat pembaca menarik untuk memperdalam buku ini.


Ini merupakan tugas saya di semester 1 dalam mata kuliah Dasar-Dasar Ekonomi Islam yang menurut saya merupakan mata kuliah dasar dalam memasuki dunia perkuliahan di bidang ekonomi Islam. Demikian postingan saya semoga bermanfaat ;) . selalu kunjungi blog saya http://alfianaazahwanr.blogspot.co.id

Minggu, 11 Februari 2018

Sejarah Islam yang Hilang by Alfiana ZahwaNR




RESUME SEJARAH PERADABAN ISLAM
SEJARAH ISLAM YANG HILANG
“Menelusuri Kembali Kejayaan Muslim pada Masa Lalu"
 
DOSEN PEMBIMBING
M. Endy Saputro, M.A
DISUSUN OLEH
1.      Alfiana Zahwa Nur Rokhmat       (175221009)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
TAHUN AKADEMIK 2018/2019


SEJARAH ISLAM YANG HILANG

Judul               : Sejarah Islam yang Hilang
Penulis             : Firas Alkhateeb
Penerjemah      : Mursyid Wijanarko
Penerbit           : PT Bentang Pustaka
Tebal               : vii + 300 hlm ; 20,5 cm
Cetakan           : 2016
ISBN               : 978-602-291-129-6

BAGIAN 1 : ARAB PRA ISLAM
Daratan Hijaz merupakan daratan yang bergunung dan kering dengan suhu yang panas serta berpasir yang tanpa ada tetumbuhan hijau yang terletak di bagaian barat Semenanjung Arab. Tetapi di daratan inilah pada awal 600-an Masehi merupakan awal bangkitnya gerakan baru yang akan mengubah sejarah di Semenanjung Arab dan dunia.
Semenanjung Arab mempunyai luas lebih dari dua juta kilometer persegi di pojok barat laut benua Asia. Semenanjung Arab terletak diantara Asia, Afrika, dan Eropa yang membuat tanah ini memiliki hubungan dengan ketiga negara tersebut. Semenanjung Arab merupakan tempat yang sangat strategis akan tetapi tempat ini diabaikan oleh sebagian besar orang luar karena tempatnya yang panas, kering, dan tidak subur sehingga banyak orang luar yang singgah merasa tidak tahan dengan keadaan di Semenanjung Arab ini. Orang Mesir Kuno lebih memilih meluaskan wilayahnya ke Bulan Sabit Subur dan Nubia daripada ke padang pasir Arab. Pada 300-an SM Aleksander Agung hanya melewati kawasan Arab ini dalam perjalanannya ke Persia dan India, rombongan Aleksander tidak tertarik dengan kawasan Arab yang kering. Kekaisaran Roma juga melakukan invasi di Semenanjung Arab ini melauli Yaman pada 20-an SM, Tetapi mereka tidak mampu beradaptasi dengan daratan Arab ini. Terdapat satu wilayah kecil yang subur serta dikelilingi oleh gurun yang sangat luas dan dapat ditumbuhi tanaman yaitu wilayah Oasis. Wilayah ini merupakan tempat singgah orang-orang yang berpergian.
Kebudayaan Arab cenderung dibentuk oleh lingkungan tempat tinggalnya, karena ketidakmampuan beradaptasi orang Arab berpindah-pindah tempat untuk mencari daerah yang subur. Teori etimologi menyebutkan bahwa “Arab” berakar dari istilah Semit yang berarti “berkelana” atau “nomaden”. Orang Arab menghabiskan musim panas di daerah oasis atau sumur-sumur yang dapat diandalkan untuk bertahan hidup. Setelah musim panas mereka akan berpindah ke selatan , dekat Yaman, tempat turunnya hujan pada musim semi dan tempat subur untuk ternaknya. Dalam melakukan sebuah perjalanan ke daerah yang subur orang Arab selalu berpergian bersama-sama dalam kelompok (kabilah) beberapa kabilah membentuk suku yang dipimpin oleh seorang kepala suku yang disebut shaikh.  Identitas dan asal suku sangat penting pada masa Arab pra-Islam. Dalam masyarakat suku dan nomaden ini orang Arab menemukan bentuk baru dalam memenuhi hasrat alamiahnya berupa karya sastra  syair epos , puisi menjadi seni de facto di Arab. Tujuh syair terhebat pra-Islam dikenal sebagai mu’allaqat yang berarti ‘yang tergantung’ dijuluki demikian karena syair tersebut digantung di dinding Kakbah di Mekah dan seluruh orang Arab untuk menghormati  para suku dan pahlawan terdahulu. Pada masa ini tulisan masih langka di Semenanjung Arab.
Berbicara soal agama, orang Arab pra-Islam hampir semuanya politeis ( memuja lebih dari satu Tuhan). Orang Arab meyakini Nabi Ibrahim dan Ismail karena telah membangun  Kakbah di Mekah sebagai tempat pemujaan Tuhan. Dari tempat ini Ismail menyampaikan ajaran monoteisme kepada bangsa Arab akan tetapi selama berabad-abad , anak-cucu Ismail memutar balikkan fakta tentang ajaran monoteisme dan malah menampilkan sifat-sifat Tuhan dalam bentuk patung, batu, dan kayu. Menjelang kedatangan Nabi Muhammad, ada 360 Tuhan di Kakbah. Sistem kepercayaan ini telah melenceng jauh dari ajaran Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Penganut monoteisme dan Politeisme di Semenanjung arab mengindari asimilasi antara keduanya dan menciptakan masyarakat yang yang berpandangan sempit.
Semenanjung Arab yang berada jauh dari kebudayaan yang lebih maju tidaklah terisolasi dengan negara tetangga. Bangsa Romawi menegakkan kendali mereka di wilayah Semenajung Arab bagian utara pada dekade awal Masehi. Bangsa Badui menganggap hal ini sebagai mitra dagang yang kaya dan kuat di sebelah utara. Di sebelah timur laut Arab terdapat Plato Iran Kebangkitan Dinasti Sassanid di Persia pada 200-an Masehi menciptakan persaingan antara Romawi dengan Persia yang keduanya sama-sama menginginkan keunggulan di Semenanjung Arab. Dengan memanfaatkan konflik yang ada dua suku Arab berkembang menjadi negara sekutu demi kekuatan besar. Dua kerajaan tersebut adalah Ghassanid (Yordania, Suriah, dan Palestina) dan Lakhmid (Mesopotamia selatan dan melayani Persia). Ghassanid dan Lakhmid merasakan tekanan akibat konflik yang berkepanjangan tersebut. Di sebelah selatan semenanjung terdapat ada Kerajaan Aksum yang kuat di Abyssinia, Ethiopia sekarang ini juga terdapat konflik dari Romawi. Bangsa Arab yang terletak diantara tiga benua tersebut sudah paham terhadap apa saja pengaruh yang terjadi akibat konflik di negara tetangga, sehingga bangsa Arab memiliki keahlian dalam memanfaatkan keadaan dengan menguntungkan bangsa sendiri. Pada awal 600-an bangkit gerakan yang megubah nasib bangsa arab dengan membangun dan memanfaatkan kemampuan uniknya serta membuang perilaku budaya negatif yang telah menjadikan mereka bagsa nomaden pengembara dan ska berperang. Gerakan ini menaklukkan berbagai wilayah dan mengasimilai beragam bangsa, serta menciptakan kelompok enik yang menempati wilayang yang luas yang membentang dari Spanyol sampai India pada awal 700-an terbesar di dunia saat ini. Pencapaian akan hal tersebut karena kehadiran seseorang yang membawa pesan revolusioner serta yang sanggup melangkahi padang pasir Arab yaitu Nabi terakhir Muhammad SAW.





BAGIAN 2 : KEHIDUPAN SANG NABI
Nabi Muhammad lahir di kota Mekah pada sekitar 570 Masehi. Ia berasal dari klan Bani Hashim, suku Quraisy. Terletak sekitar 80 kilometer dari Laut Merah serta cukup jauh dari jangkauan Kekaisaran Byzantium atau Persia. Nabi Muhammad dilahirkan dari rahim seorang ibu yang bernama Amiah. Ia ditinggal oleh ibunya saat berumur enam tahun sementara ayahnya yang bernama Abdullah telah meninggal sebelum ia dilahirkan. Dua tahun setelah ibunya meninggal kakeknya Abu Muttalib meninggalkannya juga dan Ia diasuh oleh paman dari pihak ayahnya yang bernama Abu Thalib.
Muhammad kecil telah menjadi yatim piatu. Ia juga hanya berasal dari klan Bani Hashim yang dimasa itu dianggap kalangan rendahan, sehingga ia menemani perjalanan perdagangan pamannya Abu Thalib ke Suriah saat kecil. Muhammad sebagai pedagang yang jujur yang kemudian dijuluki as-Sadiq dan Al-Amin yang berarti ‘yang benar’ dan ‘yang dipercaya’ sehingga ia dihormati orang-orang Quraisy. Pada umur kedua puluh tahun, Muhammad muda telah menjadi pedagang yang sukses dan bekerja sebagai agen usaha seorang janda kaya yaitu Khadijah. Pada umur kedua puluh lima tahun ia dilamar oleh majikannya Khadijah untuk dijadikan suami meskipun umur mereka terpaut jauh. Dikelilingi oleh masyarakat penyembah politeisme, Muhammad tidak mengikuti agama tersebut, ia masih tetap berpegang teguh pada ajara monoteisme oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Ia banyak merenungkan masyarakat sekelillingnya di tempat sepi di gua diatas gunung yang berjarak sekitar lima kilometer dari kota Mekah.
Pada 610 Masehi , saat berada di gua Nabi Muhammad didatangi oleh malaikat Jibril berkali-kali lalu turunlah lima ayat pertama surah Al-Alaq, kemudian ia bergegas pulang ke rumah dan memberitahu Khadijah. Khadijah lalu menenangkan Muhammad dan ia mempercayainya, semua kerabat dekat Muhammad mempercayai bahwa ia pembawa pesan dari Allah. Kemudian Khadijah menjadi orang pertama yang memeluk Islam dikuti sanak keluarga mereka. Dalam masa ini Muhammad masih mendakwahkan agama Islam secara sembunyi-sembunyi karena masih sedikitnya orang Arab yang memeluk agama Islam sehingga tak mungkin apabila dilakukan secara terang-terangan.
Komunitas muslim yang semakin besar di Quraisy menjadikan orang Quraisy melakukan berbagai penyiksaan agar terselamat dari gerakan religius yang dipimpin oleh Muhammad ini. Paman Muhammad Abu Thalib sendiri menolak agama baru ini akan tetapi ia masih saja melindungi Muhammad dari segala penyiksaan, penindasan dan ancaman yang dilakukan oleh kaum Quraisy kepada Muhammad. Tetapi para pengikut Muhammad tidak memperoleh perlindungan sehingga banyak korban akibat penyiksaan yang dilakukan oleh kaum Quraisy. Hal ini dilakukan oleh kaum Quraisy agar tidak ada yang bergabung dengan muslim.
Nabi Muhammad melakukan hijrah dari Mekkah ke Madinah agar kaum muslim tidak terasingkan dan dianiaya lagi oleh kaum Quraisy. Tata politik dan sosial baru Nabi Muhammad di Madinah dimodifikasi dalam Piagam Madinah. Banyak orang Madinah yang telah masuk Islam sejak kedatangan Nabi Muhammad disana.
Di Madinah antara kaum Muhajirin merasa pedih atas perlakuan kaum Quraisy kepada saudara muslim baru, dalam hal ini kaum Anshar siap menghukum siapa saja yang menindas saudara muslimnya. Setelah mendapat wahyu dalam QS Al Hajj ayat 39-40 Nabi Muhammad  mengijinkan peperangan. Pada 624 Masehi terjadi Perang Badar yang dikalahkan oleh kaum muslimin. Namun kaum Quraisy tidak mau menerima kekalahan dan kembali melakukan perang yang bernama Perang Uhud dan dimenangkan oleh kaum Quraisy yang dipimpin oleh Khalid bin Walid. Lima tahun setelah hijrah Nabi Quraisy kembali melakukan perlawanan yang dibantu oleh Yahudi Madinah akan tetapi mereka gagal dan malah memperburuk keadaan Yahudi Madinah (Bani Qurayza).
Pada 628 Masehi Nabi Muhammad mengirimkan 1500 tentara ke Mekah untuk melaksanakan ibadah haji, hal ini dilakukan dengan perundingan antara orang Mekah dengan Nabi Muhammad melalui Perjanjian Hudaibiyyah. Perjanjian ini memberi waktu bagi Nabi Muhammad untuk memperluas Islam ke luar Madinah. Suku-suku Badui bergabung dengan Islam, Khalid bin Walid dan Amar bin As bergabung juga dengan Nabi Muhammad ke Madinah. Setelah dua tahun perjanjian disepakati orang Mekah melanggar perjanjian dan melalakukan serangan kejutan. Serangan demi seragan dilancarkan oleh orang Quraisy akan tetapi mereka dikalahkan oleh pengikut Nabi Muhammad dan akhirnya Nabi Muhammad dapat memanangkan kota kelahirannya tanpa pertumpahan darah.
 Saat penaklukan Mekah Nabi Muhammad berusia sekitar 60 tahun. Ia kembali ke Madinah untuk mengirimkan orang-orang terpelajar ke berbagai provinsi jauh sebagai upaya penyebaran agama Islam. Setelah 23 tahun bertindak sebagai Nabi  Allah dalam misinya pun selesai. Quran telah dicatat dilembaran-lembaran dan telah dihafal seluruh sahabat Nabi. Pada awal musim panas 632 Masehi Nabi Muhammad sakit dan ia menghabiskan hari-hari terakhirnya di rumah istrinya Aisyah, putri Abu Bakar. Pada 8 Juni 632 Masehi dengan kepala Nabi di pangkuan Aisyah masa kenabian pun ditutup saat Nabi Muhammad menghembuskan napas terakhirnya.















BAGIAN 3 : KHULAFAUR RASYIDIN
Setelah wafatnya Nabi Muhammad terdapat pertanyaan siapa yang akan menjadi pemimpin Madinah. Sebelum jenazah Nabi Muhammad dikuburkan, sekelompok tokoh utama dari kaum Muhajirin dan kaum Anshar berkumpul untuk menjawab pertanyaan soal pemimpin selanjutnya. Keduanya terjadi perbedaan pendapat sehingga sahabat Nabi Umar bin Khattab mencalonkan Abu Bakar sebagai pemimpin selanjutnya dimana kualifikasi Abu Bakar sudah tidak diragukan lagi. Sebelum wafatnya Nabi Ia diberi amanah mengimami sholat berjamaah di Masjid Nabawi biasa Nabi Muhammad mengimami para jamaahnya.
ABU BAKAR AS SIDDIQ
Abu Bakar mendapat gelar Khalifat-ul-Rasul yang berarti ‘Penerus Utusan Tuhan’ pada 632 Masehi. Demi keberlanjutan politik Nabi Muhammad, Abu Bakar mengirimkan pasukan perang melawan Byzantiun sebagai balas dendan atas konfrontasi sebelumnya. Berbagai suku Badui memberontak karena wafatnya Nabi Muhammad. Akibat kebencian yang mendalam kepada Nabi Muhammad, muncul sejumlah orang yang mengatasnamakan ia nabi yaitu Musailamah Si Pembohong, padahal sudah diterangkan dalam Al-Qur’an bahwa tidak ada nabi setelah Nabi Muhammad. Penolakan terhadap ajaran agama Islam semakin memperburuk keadaan sehingga Abu Bakar melakukan tindakan militer yang menunjuk Khalid bin Walid sebagai pimpinannya untuk memadamkan pemberontakan.
Dalam tindakan militer ini Musailamah gugur dalam peperangan. Perang- perang yang telah dilakukan menanamkan satu teladan penting yang berkaitan dengan masa depan dunia Islam. Pertama konflik menunjukkan persatuan spiritual Islam. Kedua kesatuan politik dunia Islam dijamin untuk sementara. Ketiga otoritas pemerintahan pusat telah ditetapkan. Pada masa khalifah Abu Bakar, Umar bin Khattab menyarankan agar seluruh naskah Al-Qur’an dikumpulkan dan akurasinya diperiksa kembali kepada para sahabat Nabi yang dipercaya. Kekhalifahan ini berlangsung selama dua tahun dari 632 sampai 634  Masehi. Sebagai penerusnya sebelum Abu Bakar wafat ia memilih Umar bin Khattab sebagai penerusnya sebagai pemimpin di Madinah.

UMAR BIN KHATTAB
Dalam masa khalifah Umar ini ia melanjutkan dari apa yang telah dijalankan oleh Abu Bakar. Ia telah melakukan serangan dan menaklukan Mesopotamia, Suriah, dan Damaskus di Byzantium. Pertempuran demi pertempuran dilakukan oleh Umar untuk menyebarkan Islam lebih luas lagi. Setelah ditaklukkannya wilayah-wilayah yang diinginkan Umar melakukan perjalanan ke Madinah dan membebastugaskan Khalid bin Walid dari jabatannya disertai dengan berbagai alasan pencopotannya sebagai komandan perang. Untuk menduduki jabatan gubernur Umar menunjuk Mu’awiyyah putra dari Abu Sufyan. Pada 637 Masehi secara pribadi Umar menghadiri penyerahan Jerusalem. Umar mengelilingi kota di Jerusalem. Hal yang unik yaitu merujuk pada Piagam Madinah yang memberikan kebebasan dan Pluralisme bagi kaum kristen dan yahudi. Pada masa kekhalifahan Umar dalam wilayah taklukannya yang pergi hanya pasukan dan kelas bangsawan Byzantium dan Sassanid, tetapi penduduk lokal masih menetap mereka membayar pajak tidak setinggi pajak yang harus dibayar kepada kontatinopel.
Disamping pajak yang kecil yang dipungut dari rakyat kaum yahudi juga bebas dari penindasan dan diizinkan kembali ke Jerusalem. Dalam bidang ekonomi kemakmuran yang luar biasa didapatkan yang sebagian besar berasal dari harta rampasan perang. Kekuasaan Umar berakhir pada 644 Masehi karena ia dibunuh oleh salah satu budak yang iri pada dirinya. Menjelang wafat Umar memilih Ustman bin Affan sebagai penerusnya memimpin di Madinah.
USTMAN BIN AFFAN
Latar belakang Ustman yang berasal dari kaum bangsawan cukup berpengalaman dalam tata kelola negara sehingga ia menggunakan pengetahuannya sebagai keputusan pribadinya. Ustman melanjutkan kepemimpinan dengan mengangkat para saudaranya memimpin beberapa negara di Arab. Ustman juga memerintahkan untuk membangun angkatan armada laut pertama dalam sejarah Islam. Keberhasilan demi keberhasilan yang dicapai oleh masa khalifah ustman cukup besar. Pada akhir masanya khlaifah Ustman, kekacauan memburuk akibat diangkatnya saudara-saudara Ustman sebagai pejabat tinggi negara dan lambatnya ekspansi ke negara luar. Pada 656 Masehi sekelompok tentara protes ke Madinah berkaitan dengan kebijakannya dan pembagian atas rampasan perang yang diperoleh. Khalifah Ustman berakhir saat wafatnya ia akibat dibunuh oleh sekelompok pemberontak yang  protes akan kebijakannya  saat ia sedang duduk membaca Al-Qur’an.
ALI BIN ABI THALIB
Ali bin Abi Thalib diangkat menjadi khalifah penerus Ustman atas ketentuan para pemberontak yang sangat menghormati Ali serta Ali sendiri merupakan sahabat sekaligus menantu Nabi Muhammad. Setelah wafatnya Ustman, Mu’awiyyah sebagai saudara Ustman mendesak Ali agar mengadili para pemberontak pembunuh saudaranya akan tetapi Ali menolaknya karena ia tak ingin ada pertumpahan darah dan ingin menyatukan ummat kembali. Perpecahan politik yang terlalu besar setelah wafatnya Ustman, akhirnya, pada 656 Masehi, kedua pasukan bertemu di Irak Selatan untuk merundingkan. Setelah perundingan demi perundingan dilakukan Ali memutuskan untuk menerima legitimasi penengah. Tetapi pendukung Ali menentang hak tersebut dan memisahkan diri dari kelompok pendukung Ali (Khawarij). Pada 585 Masehi Ali mengumpulkan pasukan dan menghadapi oposisi tersebut dan berhasil menghancurkan Kawarij. Usaha Khawarij membunuh Mu’awiyyah gagal. Tetapi berhasil membunuh Ali saat ia sedang shalat subuh di Masjid Kufa. Dan satu-satunya pemimpin yang mendapat dukungan luas serta efektif adalah Mu’awiyyah.








BAGIAN 4 : PENDIRIAN NEGARA ISLAM
Setelah wafatnya Ali di tangan Khawarij, Mu’awiyyah naik sebagai pemimpin kota Madinah. Dari situlah awal ditandainya Kekhalifahan Umayyah ketika suksesi khalifah diputuskan berdasar keturunan dan tetap berada dalam keluarga Umayyah sampai 750 Masehi yang kemudian berlanjut dengan Kekhalifahan Abbasiyyah.
MU’AWIYYAH
Setelah wafatnya Ali, Mu’awiyyah bebas memperluas kekuasaan wilayah yag sebelumnya setia kepada Ali menjadi di bawah perintahnya. Ia merupakan orang kemungkinan mendapatkan dukungan yang banyak akan tetapi ia juga mempunyai musuh dari klan Ali yang menginginkan anak Ali sebagai pemimpinnya bukan Mu’awiyyah. Agar tidak terjadi perpecahan Mu’awiyyah melakukan negosiasi dengan anak Ali yaitu Hasan. Akhirnya Hasan menyerahkan semua klaim kepemimpinannya dan menghabiskan hidup dengan beribadah dan ilmu pengetahuan di Mekah. Mu’awiyyah melakukan perjanjian-perjanjian kepada lawan-lawannya dalam melancarkan aksi politiknya. Mu’awiyyah merupakan orang pertama yang menjembatani kekhalifahan sederhaa dari khalifah sebelumnya dengan kekhalifahan monarki. Kehidupan seperti istana pun dimulai dan menimbulkan berbagai perpecahan politik diantara kaum muslim. Berbagai ekspansi dilakukan oleh Mu’awiyyah melanjutkan dari kekhalifahan sebelumnya, dimulai dari ekspansi ke Byzantium di darat dan di laut. Penaklukan Byzantium di Afrika Utara atas kendalinya dengan wilayah barat Libiya modern ini dibantu oleh suku Berber yang baru saja masuk Islam.
KONFLIK SUKSESI
Setelah berbagai konflik yang terjadi pada khalifah Ali, Mu’awiyyah yang berhasil menyatukan kembali umat muslim melakukan keputusan yang sangat kontroversi dimana ia memilih penerusnya berasal dari keturunannya yaitu Yazid anaknya dengan berbagai alasan yang ia miliki, salah satuya adalah demi melindungi persatuan dan keharmonisan sosial dan memotong adanya perang suksesi. Setelah diangkatnya Yazid anak Mu’awiyyah sebagai pemimpin selanjutnya, Yazid membunuh keturunan Ali yaitu Husein adiknya Hasan yang menginginkan menjadi bagian dari Mesopotamia. Yazid menganggap mereka adalah pemberontak sehingga ia membunuhnya. Dari peristiwa itulah muncul aliran baru yaitu Syi’ah. Baru bebrapa bulan memimpin Yazid meninggal dan kekacauan sangat buruk terjadi. Kepemimpinan setelah Yazid digantikan oleh Marwan keponakan dari Mu’awiyyah. Pada awal 700-an Bani Umayyah melakukan ekspansi militer dengan pertumbuhan yang sangat cepat.
PENAKLUKAN LANJUTAN
Pada 698 Masehi sebelum penaklukan lanjutan penaklukan Uqba di Afrika Utara harus sudah terselesaikan dengan mengirimkan tentara kesana dan terakhir Byzantium Afrika Utara lenyap dan penguasanya dipaksa mundur ke Sisilia atau Yunani. Pada awal 711 Masehi karena keinginan bekas petinggi Byzantium Bani Umayyah yang dikomandoi oleh Tariq bin Ziyad mendarat di dekat pegunungan monolit raksasa (Jabal Tariq) untuk menyerbu Roderich dan pasukan besarnya Visighotik, dalam Perang Guadalete ini dimenangkan oleh Bani Umayyah degan 10 ribu tentaranya, Roderic terbunuh dalam pertempuran. Atasan Tariq, Musa juga melakukan penaklukan di Spanyol. Sejak 711 hingga 715 Masehi, Tariq dan Musa menjadikan sebagian besar wilayah semenanjung berada dikendali Bani Umayyah. Banyak Ahli Sejarah yang menganggap pertempuran ini sebagai pembuka jalan Islam di kancah Eropa, tetapi hal ini bisa juga diperbantahkan. Abad kedelapan Bani Umayyah melakukan ekspansi ke luar Afrika Utara dan Spanyol. Berbagai pertempuran dihadapi Bani Umayyah dalam ekspansinya. Pada pertengahan 700-an Kekhalifahan Umayyah membentang dari Spanyol hingga India dan menjadi kerajaan terbesar di dunia hanya dalam kurun waktu 100 tahun. Presentase populasi muslim diperkirakann hanya 10% sisanya campuran dari Yahudi, Kristen dll. Setelah ditaklukannya beberapa wilayah yang mengakibatkan banyak yang masuk Islam, Bani Umayyah masih tetap memberlakukan pajak seperti sebeum non muslim menjadi muslim. Hal itulah yang mendorong keluarga tua dari Mekah bangkit untuk mengambil alih kekhalifan yaitu Bani Abbasiyyah.
REVOLUSI BANI ABBASIYYAH
Bani Abbasiyyah bangkit karena penindasan yang dilakukan oleh Bani Umayah. Pada 747 M, Bani Abassiyah melakukan pemberontakan terbuka, revolusi ini dipimpin oleh tokoh misterius yang dikenal Abu Muslim. Pada tahun 750 M pasukan Abbasiyah melakukan perang yang berhasil memukul mundur Bani Umayah, satu demi satu kota dapat ditaklukan oleh Abasiyah. Dalam revolusi ini terdapat salah satu anggota Bani Umayyah yang lolos dan pergi ke Andalusia yaitu AbdulRahman.
KEKHALIFAHAN ABBASIYAH
Pertengahan 700-an revolusi Abbasiyah menobatkan dinasti kedua utnuk mengendalikan kekhalifahan. Pemberontakan dilakukan untuk membangun pemerintahan yang kebih sejalan dengan teladan Nabi, menyediakan tempat yang lebih luas bagi kaum non-Arab dalam masyarakat agar tidak terjadi diskrimiasi dan memeberikan sejumlah peran kepemimpinan pada keturunan Ali. Sebenarnya pada masa ini ekspansi ke luar telah terhenti oleh Bani Abbasiyah. Di Barat, Perang Tours pada 732 M dalam masa Umayyah menyebabkan berhentinya ekspansi muslim ke Eropa dan konsolidasi di Andalusia sebagai fokus utama bagi Umayyah dalam mengontrol kendalinya. Tetapi, era penaklukan intelektual Muslim siap dimulai.












BAGIAN 5 : MASA KEEMASAN INTELEKTUAL
Abad ke-9 sampai ke-13 dunia islam mengalami perkembangan dalam bidang imiah, religius, filsafat, dan kebudayaan dalam skala yang tertandingi dalam sejarah. Tanah Arab yang semula gersang bangkit sebagai negara yang mempunyai banyak budaya, agama dan tradisi intelektual mulai dari Spanyol hingga India
RUMAH KEBAJIKAN
Dalam pemikiran khalifah Abbasiyyah ketujuh, Al-Ma’mun (813-833) masyarakat masa depan hanya bisa diwujudkan dalam sebuah ilmu pegetahuan jadi pada kekhalifahan ini leih cenderung mengedepankan ilmu pengetahuan dan intelektual sebagi perwujudan generasi masa depan yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan di seluruh dunia. Pada masa ini semua cendikiawan-cendikiawan yang ahli dikumpulkan di lokasi terpusat untuk melakukan penerjemahan buku-buku dari bahasa asli ke bahasa arab, yang dalam hal ini akan diberi hadiah sesuai apa yang telah dikerjakan. Abassiyah juga mendirikan institusi pendidikan di Banghdad yang dikenal degan nama Al-Hikmah dalam institusi ini semuanya berada dalam satu wilayah kampus. Pada masa ini Rumah Al Hikmah mempunyai keunikan. Pertama, ekspansi kerajaan muslim menyatukan umat. Kedua, bahasa Arab merupakan bahasa penyatu umat dari berbagai latar belakang. Ketiga, Islam memerintahkan untuk menuntut ilmu sebagai bagian dari ibadah yang telah tertuang dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Tiga faktor inilah yang mewujudkan masa keemasan intelektual di Jazirah Arab.
MATEMATIKA
Matematika merupakan dasar dari semua bidang ilmu pengetahuan pada masa keemasan itelektual hingga saat ini. Salah satu ilmuan matematika Muslim terbesar bernama Muhammad bin Musa Al Khawarizmi, yang merupakan orang Persia (780-850 M). Ia merupakan penyumbang terbesar dalam Rumah Hikmah berupa penggunaan sistem angka India dan segala informasinya. Ia  juga menambahkan angka 0 dalam angka India tersebut. Ia juga menyumbangkan penerapa Aljabar dalam kehidupa sehari-hari. Aljabar berasal dari kata Al Jbr yang berarti melengkapi. Matematikawan lain yaitu Umar Khayyam (1048-1131 M). Ia juga mempunyai keahlian dibidang sastra akan tetapi ia adalah matematikawan yang hebat juga.
Ummar Khayyam menemukan metode dalam memecahkan persamaan kubik-persamaan aljabar dan ia juga mengembangkan theorem abinomial yang digunakan untuk mengembangkan trigonometri. Sifat trigonometri dasar yang dikembangkang oleh ilmuan muslim ini juga berfungsi sebagai GPS.
ASTRONOMI
Tindakan lanjut dari imu matematika menghasilkan karya astronomi yang berguna untuk penelitian perbintangan. Pada masa Al-Ma’mun ini semua cendikiawan dikumpulkan untuk memepelajari tentang teori kuno. Ptolomeus, melalui karyanya ia beranggapan bahwa bumi itu diam. Tetapi banyak yang membantah dan Al-Biruni dalam pendapatnya menyatakan bahwa bumi itu berputar disumbunya. Perdebatan mengenai pemikiran Ptolomeus ini sampai ke kancah Eropa dan dimulai dari ini Eropa mempelajari tentang bumi. Dalam astronomi terdapat suatu alat praktis yang disebut astrolobe yang mempunyai banyak kelebihan sehingga merombak dunia perkapalan dan digunakan sampai 1700-an sebagai standar navigasi.
GEOGRAFI
Dalam geografi dunia, terdapat banyak mitos mengenai para pengelana yang  telah melakukan perjalanan sampai Atlantik. Tetapi belum ada kebenaran mengenai ini. Pada 1300-an, Ibnu Battuta melakukan perjalanan dari Maroko sejauh 170 ribu km yang melintasi Asia Tenggara, India, Tiongkok, dan Asia Tenggara. Pertengahan abad 10, ahli geografi Al-Mas’udi menuliskan pelayaran yang dilakukan oleh kaum Muslim menuju kaum yang tak dikenal.
KEDOKTERAN
Dalam keilmuan kedokteran terdapat Dokter besar dari Yunani Kuno yaitu Galen, ia telah menyumbangkan banyak karyanya dalam bidang medis. Dokter besar lainnya yaitu Ibnu Shina (Avicenna). Ibu shina merupakan ahli medis muslim yang terkenal. Ibnu Shina merupakan orang pertama yang mengenalkan kedokteran eksperimental. Setelah banyaknya ilmu kedokteran yang bisa dipelajari, dalam masa keemasan intelektual ini mendirikan rumah sakit bagi orang-orang yang kurang mampu.

FISIKA
Dalam ilmu fisika, fisikawan muslim membangun pengetahuan diatas kebudayaan kuno yang karyanya diterjemahkan kedalam bahasa Arab. Ilmuan fisika yang terkenal adalah Ibnu al-Hytham (965-1040 M). Ia berasal dari Irak. Ibnu al-Hytham memusatkan pemikirannya pada fokus cahaya.
FIKIH DAN HADIS
Dalam ilmu fikih dan hadis para ulama dulu memusatkan segala sesuatu pada Qur’an dan tindakan Nabi. Tetapi seiring banyaknya pertanyaan mengenai hal yang belum terjelaskan dalam kedua landasan tersebut maka menggunakan ijhtihad. Dalam masa ini hadir 4 ahli hukum besar antara lain ; Imam Maliki, Imam Syafi’i, Imam Hanafi, dan Imam Hambali. Kemudian dalam hadisnya terdapat imam Al-Bukhori yang sangat menguasai hadis yang diucapkan oleh Nabi. Kemudian ia juga melakukan anallisis mengenai hadis-hadis yang bisa dianggap shahih.
TEOLOGI
Teologi merupakan aliran yang mengesakan Allah. Pada saat ini terdapat kelompok Mu’tazilah yang meyakini bahwa Al-Qur’an bukan firman Allah secara harafiah. Hal tersebut dibantah oleh Imam Hambali dan Al Gazali. Setelah beberapa waktu daratan Arab kembali pada ajaran bahwa Al-Qur’an memuat segalanya.
SYI’AH
Kelompok ini meyakni Ali dan keturunannya berhak menjadi khalifah. Kelompok Syi’ah ini merupakan kelompok yang menentang masa kekhalifahan Abu Bakar dan Umar. Kelompok Syi’ah ini telah melakukan apapun demi kemajuan kelompoknya agar menjadi pemimpin. Tetapi semua itu berakhir pada 1100-an M dan Syi’ah akan bangkit kembali saat kebangkitan Kerajaan Safavid pada awal 1500-an.



BAGIAN 6 : PERGOLAKAN
Setelah 300 tahun sejarah pertama umat Islam, yang telah yakin pasti akan mengalami masa kejayaannya. Pada saat itu Islam menyebar ke berbagai wilayah Timur Tengah, Afrika Utara , dan Persia dengan cepat. Umat Islam sudah menghentikan ekspansi militer dan beralih ke dunia ilmu pengetahuan hingga batas-batas baru yang tidak dikenal. Pada tahun 900-an Masehi umat Islam mulai mendapatkan serangan-serangan militer dari berbagai lawan seperti Syi’ah, Mongol, dan Pasukan Salib Eropa yang silih berganti menyerang tanah Arab. Kejadian ini hingga 1500-an Masehi masih saja terus berlangsung. Atas sedikit demi sedikit kehancuran dialami oleh orang Arab banyak yang beranggapan bahwa hari akhir telah tiba.
ISMAILIYAH
Ismailiyyah merupakan keturunan Ismail yang bersembunyi diantara penduduk Muslim pada umumnya. Kaum Syi’ah merupakan bagian dari kelompok Ismailiyyah ini. Untuk memperluas ajaran Ismailiyyah ini para pendakwah berpergian ke Timur Tengah dan Afrika Utara untuk membuat dukungan Imamah Ismailiyyah.Bani Abbasiyah yang telah mengetahui kelompok Ismailiyah melakukan pembasmian terhadap ajaran Ismailiyyah. Kelompok Ismailiyyah ini melakukan dakwah untuk mencari dukungan agar bisa melawan kaum Abbasiyah. Kelompok Syi’ah ini kemudian diberi nama ‘Qaramita’. Kaum Qaramita ini dibantu dengan suku Badui (Jazirah Arab Timur)  melakukan serangan kepada Abbasiyah. Qaramita ini merupakan kelompok yang juga telah mencuri Hajar Aswad dari Mekah dan dibawa ke Bahrain. Kelompok ini merupakan kelompok yang terlalu fanatik sehingga bisa dibilang ini bukan penganut agama Islam.
FATIMIYYAH
Setelah golongan Syi’ah menyebutkan namanya sebagai Ismailiyyah di Jazirah Arab bagian Timur, sepanjang tahun 800-an Ismailiyyah melakukan dakwah di Afrika Utara utuk mendapatkan dukungan yang kemudian sekelompok ini diberi nama dengan Fatimiyyah yang dipimpin oleh keturunan Ismail ‘Ubaidillah’ (Al-Mahdi) yang tidak diketahui secara jelas asal usulnya. Kaum Fatimiyyah ini berkali-kali melakukan segala perang ntuk menaklukan wilayah yang diinginkannya. Ia menaklukan Sissilia lalu bergerak menuju Mesir dan menjadikan Afrika Utara di bawah kendalinya menjelang tahun 920-an. Banyak pemberontakan yang dilakukan kaum muslim kepada Fatimiyyah yang berhasil memperlambat gerakan Fatimiyyah dalam ekspansinya.Saat Abbasiyah lemah, Dinasti Persia menaklukan Irak. Mesir dikuasai oleh Turki oleh Ikhshidiyyah. Fatimiyyah memanfaatkan kondisi saat terjadinya perpecahan antara Mesir dengan Persia dengan mencoba melakukan pemberontakan ke pasukan Ikhshidiyyah. Disamping itu Fatimiyyah juga menangani ancaman dari Byzantium. Saat Fatimiyyah berkuasa mereka mendirikan kota baru (Kairo) dan Universitas Al- Azhar sebagai penyebaran ajaran Ismailiyyah. Waktu demi waktu berlalu golongan Fatimiyyah mulai mengalami kemunduran dan para penduduk Mesir, Suriah, dan Afrika Utara tetap kukuh menjadi Muslim Suni.
PERANG SALIB
Pendorong diadakannya Perang Salib adalah orang Turki yang telah lama menguasai kota Jerusalem, sehingga orang Kristen menginginkan wilayah Jerusalem karena wilayah tersebut telah jatuh kepada muslim saat kekhalifahan Umar. Pasukan perang Salib melakukan serangan-serangan di Jerusaleem tersebut, pasukan tersebut memanfaat situasi dimana pada saat itu terdapat keuasaan yang silih berganti antara Fatimiyyah dan Seljuk sehingga terlambat dalam mempertahankan Jerusaleem hingga Jerusaleem berhasil di bawah kendali kaum Kristen.
PEMBEBASAN JERUSALEM
Dalam misi pembebasan Jerusaleem ini dipimpin oleh Saladdin keponakan dari wazir Mesir pada 1169 Masehi. Setelah pergantian wazir Mesir, Saladdin merasa tidak suka dengan wazir Mesir dan terjadilah ketegangan diantara keduanya. Jerusaleem yang semula dikuasai oleh Perang Salib dikelilingi oleh pasukan Muslim yang sangat kuat yang siap merebut Jerusaleem kembali ke tangan kaum Muslim. Pada tahun1187, pasukan Saladdin benar-benar memukul mundur pasukan perang Salib dari Jerusaleem. Kemudian Jerusaleem kembali ke tangan kaum Muslim berkat Saladdin. Saladdin disini mengikuti jejak Umar pada 637 M. Dua puluh tahun setelah pembebasan Jerusaleem dari pasukan perang Salib, Jerusaleem mendapat ancaman dari pasukan Mongol.

BANGSA MONGOL
Bangsa Mongol merupakan orang nomaden yang menunggang kuda , tetapi mampu menguasai kerajaan-kerajaan duni. Bangsa Mongol melakukan ekspansi militernya ke wilayah-wilayah yang diinginkannya. Setelah melakukan perjalanan yang jauh akhirnya pasukan Mongol tiba di Khwarezmian, alih-alih berdamai dengan Mongol malahan  Khwarezim menghukum pasukan Mongol sehingga timbulah aksi balas dendam oleh Mongol dan menciptakan kehancuran di Tanah Islam di Persia, Irak, dan Suriah. Pasukan Mongol telah menghancurkan kota yang menjadi pusat intelektual sehingga sejarah Islam yang dibangun 600 tahun dihapuskan Mongol hanya dalam beberapa minggu. Pasukan Mongol merupakan ancaman yang sangat buruk bagi dunia Islam karena ia tak segan-segan menghancurkannya tanpa sisa. Pasukan perang salib yang bergabung dengan Mongol pada tahun 1255 melakukan serangan untuk melenyapkan kekuatan politik Islam. Kerajaan Khwarezim tercerai-berai, Persia disapu habis, Baghdad ditaklukkan, Rumah Hikmah (Banghdad)yang telah menjadi pusat pembelajaran rata dengan tanah dan bukunya dibuang ke Sungai Trigis, dan semua kerajaan Islam ditaklukkan oleh Mongol. Tetapi negara Mesir tidak mampu dijangkau oleh Mongol sehingga peradaban Islam disana masih tersisa.










BAGIAN 7 : AL-ANDALUSIA
Dalam sepanjang kemenangan yang telah dicapai oleh umat muslim di Semenanjung Arab, orang muslim ingin melakukan ekspansi agama ke wilayah Eropa.
PENDIRIAN ISLAM DI SPANYOL
Pada pertengahan abad ketujuh Bani Umayyah mengalami kelambatan dalam melakukan invasi untuk menyebarkan Islam. Pada tahun ke 710-an Masehi Bani Umayyah kembali melakukan invasi dan merambah ke Semenanjung Iberia dan menaklukannya. Penaklukan yang sangat cepat ini membuat perdebatan di antara kaum Iberia. Setelah penaklukan, dimulailah permukiman  Islam yang tak terorganisasi dan sembarangan. Imigran Berber memilih untuk bermukim di daerah utara dan barat, mencari area pengembalaan. Suku Arab cenderung bermukim di daerah subur di selatan kota utama sperti, Kordoba, Valencia, dan Zaragosa. Suku Arab dan Berber banyak menikah dengan penduduk lokal dan menciptakan budaya unik yaitu Arab, Berber, dan Hispanik
PENGUASA UMAYYAH
Abdul ar Rahman yang mendapat julukan Ad Dhakil (sang imigran), pangeran yang berusia dua puluh tahun keturunan Bani Umayyah berhasil melarikan diri dari kekuasaan Abbasiyah dan menuju ke Andalusia. Semua keluarganya telah mati pada saat penguasa Abbasiyyah. Ibunya yang merupakan asli Berber membuat ia mencari dukungan di Afrika Utara. Pada 755 Masehi ia berhasil mendapat dukungan penuh dari suku Berber. Abdul Rahman mendirikan Emirat Umayyah yang menjadi kawah percampuran budaya. Selain itu di Semenanjung Iberia ini setengahnya telah menjadi muslim dan orang kristen hanya kisaran 20%. Puncak negara Umayyah di Spanyol berlangsung hingga Abdul Rahman III pada 912-961 M.
Abdul Rahman sangat mencintai dunia seni dan pengetahuan hingga ia mendirikan perpustakan yang berada di puast ibukota Kordoba,  dalam perpustakaan tersebut terdiri dari 400 ribu buku dalam berbagai bahasa. Di Kordoba banyak orang-orang luar yang belajar disana dengan para cendikiawan Islam. Pada abad selanjutnya, ia membuka universitas di Italia, Perancis, dan Inggris. Tidak hanya dalam bidang pegetahuan di Kordoba juga dibangun Masjid Agung yang mampu menampung ribuan jamaah. Di samping Masjid Agung , Abdul Rahman III juga membuat Istana raksasa di luatr Kordoba. Semua pencapaiannya menjadikan Andalusia sebagai Perhiasan Dunia. Setelah kenyamanan selama bertahun-tahun, pada 1009 M Sulaiman II menggulingkan Bani Umayyah dan menjadikan Bani Umayyah kedalam beberapa negara bagian yang saling bersaing
PERIODE TAIFA DAN REFORMASI BERBER
Setelah jatuhnya Umayyah di Andalusia dan menjadikan Andalusia kedalam ta’ifa-ta’ifa yang kecil, hal tersebutlah menjadikan taifa kecil melakukan persaingan yang berperang sehingga menghancurkan Andalusia yang semula sangat makmur. Para raja dari setiap taifa melakukan perang saudara sesama muslim dengan mencari bantuan dari Kerajaan Kristen, sehingga perlahan Kristen mulai menguasai satu persatu wilayah di Andalusia dan menjadikannya permukiman kaum Kristen.
Penaklukan kristen pertama kali dimulai di bagian utara semenanjung Iberia yang dulunya belum bisa di dikendalikan oleh muslim. Setelah taifa-taifa tidak tahan dengan kerajaan Kristen, ia mencari bantuan dari kaum Murabitun. Terjadilah perang antara Murabitun dengan pasukan kristen, tetapi Murabitun mundur dan lebih memilih untuk kembali ke Afrika Utara. Perpecahan yang telah terjadi oleh taifa-taifa membuat Murabitun melakukan penyatuan dengan mengasingkan raja-raja taifa. Dalam waktu sepuluh tahun negara-negara taifa telah berada dibawah kendali Murabitun. Akibat berbagai konflik keraguan rakyat kepada Murabitun, muncullah gerakan Muwahhidun. Gerakan ini melakukan pertahanan-pertahanan di Andalusia stelah berabad-abad mengalami jatuh bangun dengan munculnya negara taifa yang kedua dan berbagai koflik. Pada akhirnya Muwahhidun mengalami kemunduran dengan adanya konflik perang saudara diantara Muwahhidun.
GRANADA
Setelah kemunduran Muwahhidun dari Andalusia, masih tersisa suatu negara yang bernama Emirat Granada. Emirat Granada memanjang dari selatan Iberia . di Granada terdapat Arab yang bernama Nastrid yang mampu berkuasa selama satu sampai dua abad lebih. Mereka berasal dari Bani Kharaj, salah satu suku yang menerima Nabi di Madinah pada 622 M. Tetapi kedatangan Granada di Andalusia merupakan akhir dari kekuasaan Islam di Semenanjung Iberia. Setelah Granada mengalami beberapa pergantian penguasa, Granada menjadi satu-satunya kota yang tersisa yang diperintah oleh Muslim di Semenanjung Granada. Raja Katolik yang terkenal, Ferdinand dan Isabella menyatukan Castilia dan Aragon menyiapkan jalan bagi Spanyol modern untuk menyerang Granada. Granada mengalami pemboikotan yang sangat menyedihkan sehingga para penduduk mengalami keputusasaan. Pada 1 Januari 1492, secara resmi Granada berpindah tangan ke Spanyol. Dan bendera yang menyatakan “Dan tak ada kemenangan selain Tuhan” diturunkan untuk terakhir kalinya. Bagi Kristen inilah pemenuhan yang menggembirakan. Tetapi bagi umat muslim, sudah tak ada lagi kemenangan Islam di Andalusia yang di bawah kepemimpinan Muhammad XII pada masa itu.
MORISCO
Setelah kekalahan Granada oleh Kristen, umat islam yang masih berada di bawah pimpinan kaum Kristen dipaksa untuk masuk kristen dan diberikan dua pilihan hukuman mati atau masuk Kristen. Karena desakan demi desakan dilakukan oleh penguasa Kristen, maka kaum muslim memilih untuk masuk agama Kristen, tetapi mereka tidak meyakini dan masih tetap melakukan ajaran-ajaran islam secara diam-diam dirumahnya sendiri. Kelompok inilah yang kemudian dinamai Morisco oleh Kristen. Orang-orang Morisco tetap melakukan ajaran-ajaran Islam meskipun Kristen telah melarang apa yang dilakukan oleh umat Islam di Spanyol. Raja Spanyol tak pernah mengabaikan kepercayaan rahasia Morisco, sehingga melakukan penangkapan orang-orang Morisco. Setelah apa yang dilakukan oleh orang Morisco Raja-raja Spanyol geram dan memutuskan untuk mengusir orang-orang Morisco dari Spanyol. Seluruh desa Morisco dikosongkan, penduduknya dipaksa ke pantai, tempat kapal-kapal dari Eropa menunggu untuk membawa mereka ke Afrika Utara. Morisco diizinkan membawa barang-barang mereka sebanyak mungkin, tetapi Spanyol menyita tanahnya. Anak di bwah umur empat tahun diambil dari keluarganya untuk dipelihara sebagai anak Kristen.

BAGIAN 8 : TEPI
Dalam sejarahnya agama Islam sebenarnya bukan hanya di Timur Tengah saja akan tetapi meluas sampai jauh seperti di Afrika, Toingkok, dan Asia Tenggara.
AFRIKA BARAT
Di kawasan Afrika Barat cenderung didominasi oleh sabana dan Sungai Niger. Masyarakat sulit bertahan hidup di sahara rumput ini. Sehingga sebagian besar kerajaan di Afrika Barat hidup di kawasan sekitar Sungai Niger. Kerajaan di Afrika Barat sangat bergantung pada perdagangan yang dilakukan oleh kaum muslim. Kaum muslim berbondong-bondong menuju Afrika Barat untuk melakukan perdagangan dan menyebarkan agama Islam. Karena kelompok muslim tersebut hanya pedagang dan bukan misionaris maka penyebaran agama Islam lambat meneybar.  Kerajaan Islam pertama di Afrika Barat adalah Mali. Raja pertama Mali adalah Sundiata Keita yang kemudian diasingkan oleh saudaranya sendiri dan tahtanya direbut oleh Mansa Musa.
            Dalam pemerintaha Mansa Musa Kerajaan Mali mengalami kemakmuran. Rombongan Mansa Musa melakukan perjalanan ke Mesir dengan membawa emas yag banyak untuk dibagikan. Setibanya di Mesir Mansa Musa memberika emas yang berlimpah sehingga Mesir mengalami inflasi yang cukup parah. Dengan kekayaan yang berlimpah tersebut Mali melakukan perluasan di bidang ilmu pengetahuan dengan membayar para ulama, guru dan seniman untuk dibawa ke Afrika Barat dan memperdalam nilai-nilai keislaman pada 1320 M. Setelah abad malapetaka Mongol menghancurkan Rumah Hikmah yang ada di Banghdad, Afrika Barat bangkit menjadi pusat keilmuan baru.
AFRIKA TIMUR
Kawasan Afrika Timur tidak butuh waktu lama dalam penyebaran agama Islam. Hal ini dikarenakan pada masa Rasulullah SAW terdapat sekelompok orang yang tidak kuat dengan siksaan di Mekah dan melarikan diri ke Afrika Timur. Cara utama penyebaran agama Islam di Afrika adalah oleh para pedagang Muslim. Banyak pedagang muslim yang menikah dengan orang Afrika Timur sehingga semakin banyak terjadinya asimilasi budaya disana.
BUDAK AFRIKA DAN AMERIKA
Islamisasi yang dilakukan di Afrika membawa penyebaran Islam menyebrangi Smudera Atlantik di Amerika Utara dan Selatan, tetapi rencana memperbudak penduduk asli Amerika ternyata gagal. Sehingga setelah rencana awal gagal, orang Afrika dijadikan budak dan diperjualbelikan di Amerika. Selama di Amerika budak Afrika mengalami berbagai penyiksaan sehingga mereka merasa tertekan. Sedangkan yang menjadi budak Muslim mengalami hal yang sangat baik dari tuannya, karena mereka lebih terdidik, mendapat pengetahuan banyak, dan hanya melakukan pekerjaan yang ringan saja. Terdapat salah satu ulama Islam yang menyamar menjadi budak dan memanfaatkan kondisi tersebut dengan melakukan pemberontakan kepada Brazil. Hal tersebut menanamkan rasa takut kepada budak tersebut dan mengembalikan budak tersebut ke Afrika.
TIONGKOK
Islam juga menyebar di wilayah Tiongkok dengan waktu yang relatif sama saat penyebaran Islam di Afrika Barat, Asia Timur, dan Asia Tenggara. Akan tetapi Islam menjadi agama yang minoritas di Tiongkok dan agama yang menjadi mayoritas adalah Budha dan Konfusius. Disini Islam menjadi terisolasi oleh kaum Tiongkok. Tetapi , isolasi ini berakhir pada saat peaklukan Mongol pada abad ketiga belas. Muslim di Tiongkok yang paling terkenal adalah Dinasti Zeng He- Ceng Ho (1371-1433) yang menjadi salah satu penjelajah terbesar di dunia.
INDIA
Mahmud dari Ghazni (977-1030) adalah seorang sultan Turki yang melakukan ekspedisi militer ke pedalaman India. Di Ghazni dataran tinggi di Afganistan yang dekat dengan India maka Mahmud memfokuskan perhatian di anak benua ini. Tujuh belas tahun aksi militer yang dilakukan di India Utara menghasilkan sebuah capaian yaitu kemakmuran bagi kerajaannya. Setelah Dinasti Mahmud dan Dinasti Ghaznavid, selanjutnya bediri Dinasti Ghurid yang melanjutkan pemerintahan dari dinasti sebelumnya. Ghurid mengandalkan budak tentaranya sebagai pasukannya, tetapi budak tersebut malah menggulingkan tuan-tuannya dan mendirikan Kesultanan Delhi. Dalam kesultanan Dehli tidak mengklaim adanya khalifah. Meskipun dipisahkan oleh ribuan kilometer rangkaian pegunungan yang tinggi di Himalaya dan Hindu Kush, Kesultanan Delhi berusaha menyatukan India dengan dunia Islam. Walaupun berbagai cara memperluas Islam di India tetap saja populasi Islam di India tidak melebihi Hindu.
ASIA TENGGARA
Sebelum tersebarnya Islam di Asia Tenggara, buddha dan hindu telah diekspor oleh India ke Asia Tenggara oleh para pedagang. Perdagangan juga memainkan peran penting dalam persebaran Islam di Asia Tenggar oleh kaum pedagang India yang telah terpegaruh oleh Islam. Raja-raja lokal tertarik masuk Islam karena peluang ekonomi yang dihadirkan. Islam menjadi perekat bagi perdagangan di Samudera India. Islam mulai menyebar di kalangan penduduk lokal Kepulauan Melayu melalui penguasa muslim. Negara-negara yang telah ditaklukkan oleh Islam antara lain Indonesia, Filipina, dan Malaysia. Bahasa dan adat Melayu diadopsi saat penyebaran Islam di Asia Tenggara.












BAGIAN 9 : KELAHIRAN KEMBALI
Menurut sejarawan dan filsuf abad ketiga belas dan empat belas, Ibnu Khaldun menjelaskan bahwa setiap dinasti memiliki jangka waktu hidup alami yaitu tiga fase, fase pertama adalah pertumbuhan yang ekspansif, fase kedua adalah pertumbuhan setelah generasi pertama, dan fase ketiga adalah kehancuran yang diakibatkan oleh kemewahan dan kenyamanan yang membuat dinasti terlena akan ancaman internal maupun eksternal.
ASAL MULA OTTOMAN
Negara Ottoman berdiri pada 1299, yang merupakan suatu pencapaian Osman sebagai pemimpin tentara kecil dan memanfaatkan serangan Mongol pada waktu itu. Saat segerombolan tentara pimpinan Osman dan anaknya menguasai banyak kota-kota Byzantium, beylik Ottoman mulai lebih tampak sebagai negara stabil. Orhan melanjutkan pemerintahan ayahnya Osman dan melakukan berbagai perluasan di Byzantium, terutama di Anatolia karena kota tersebut menjadi pusat perkotaan yang mapan dengan benteng yang kuat. Ottoman melalui pimpinan dari generasi ke generasi mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dalam kekuatannya. Ottoman juga menerapkan aturan perang yakni tidak melukai para penduduk sipil dan mengambil hartanya, tetapi hanya membunuh tentara musuh saja. Setelah berbagai perang dilakukan oleh Ottoman, akhirnya Ottoman( Bayezid 1 ) pun ditangkap supaya anak-anaknya melakukan perang saudara dan melemahkan dinasti Ottoman. Akhirnya anak Bayezid 1 mengalami kemenangan atas perang saudara tersebut dan menyatukan wilayah dibawah kendalinya. Hanya satu wilayah yang belum dikuasai oleh Ottoman di Byzantium yakni Konstantinopel.
KEMENANGAN KEKAISARAN OTTOMAN
Setelah kegagalan Murad dalam merebut kekuasaaan di Konstantinopel, Mehmet II menerima tantangan dari ayahnya tersebut untuk menaklukan Konstantinopel. Pada waktu diangkat menjadi pemimpin Mehmet masih berusia sembilan belas tahun. Mehmet berusaha meyakinkan wazir agung bahwa ia bisa menaklukan Konstantinopel. Mehmet melakukan berbagai taktik dalam penyerangan Konstantinopel. Mehmet menugaskan insinyur Hungaria untuk membuat kanon terbesar agar mampu menembus dinding Konstantinopel dan merekrut 100 ribu tentara untuk penyerangan. April 1453, pasuka Mehmet tiba di Konstantinopel. Setelah bombardir yang terus-menerus dan strategi yang genius melibatkan 70 kapal Ottoman sejauh 2 km dari daratan hingga pelabuhan kota itu , penaklukan pun berhasil. Konstantinopel yang ditaklukan pada 29 Mei 1453 berada dibawah kendali Mehmet dan kemahsyuran Mehmet tidak diragukan lagi. Mehmet melakukan asimilasi budaya di kota taklukan tersebut dengan mendirikan Masjid-masjid dengan menggunakan arsitektur Ottoman.
MASA KEEMASAN OTTOMAN
Setelah Mehmet meninggal dunia, ekspansi militer dan ekonomi dilanjutkan generasi Bezeid II dan Salim I. dalam 8 tahun kepemimpinan Salim I, Ottoman mampu mengalahkan Dinasti Safavid. Ottoman mengambil peran religius diberbagai negara Muslim. Masa keemasan negara Ottoman berlangsung sekitar 46 tahun dibawah pimpinan Suleiman, dari 1520 sampai 1566. Masa keemasan ini Suleiman mampu menyatukan berbagai keyakinan menjadi suatu pemerintahan yang maju dan mengubah sistem hukum yang ada tanpa melenceng dari ajaran Islam.  Saat Suleiman meninggal kekuasaan beralih ke Salim II, tidak seperti Salim I, Salim II ini merupakan awal kemunduran kekuasaan Ottoman di dunia.
SAFAVID
Seperti terbentuknya Negara Ottoman, Safavid sendiri merupakan pasukan kecil yang memanfaatkan konflik yang ada waktu itu. Golongan ini merupakan golongan Syi’ah yang dipimpin oleh sufi Turki dan menganut Imam duabelas. Perkembangan kekuasaan Safavid pada akhir 1400-an mendapatkan serangan dari pangeran-pangeran Suni di Persia. Pada 1488, pemimpin Safavid terbunuh dan kekuasaanya dilimpahkan kepada anak tertuanya yang berumur 2 tahun bernama Ismail. Setelah Islmail cukup umur ia berhadil merebut kota Tabriz yang akan menjadi ibukota pemerintahannya.
Dalam masa pemerintahannya Safavid memaksakan ajaran Persia dengan Syi’ah  dua belas imam. Ismail berusaha meyakinkan orang Persia terhadap Syiah. Pada 1510 Salim yang saat itu menjadi raja menyerbu Safavid akan tindakanya yang memaksakan aliran syiah. Ottoman menyerang Safvid dan kemudian mampu menaklukan Safavid. Kerajaan Ismail mengalami kejayaan pada pimpinan Abbas I, yang memerintah sejak 1587-1629 dimana pada saat itu pemimpin kerajaan Ismail melakukan perkembangan budaya syiah lagi ke Persia dengan  membangun masjid dengan bangunan yang rumit dan bangunan bangunan yang indah. Arsitektur Safavid pada waktu itu telah mahsyur dan kota tersebut dijuluki  “Ishfahan adalh setengah dunia”
MUGHAL
Kerajaan Mughal didirikan oleh Babur  ( 1483-1530) yang merupakan keturunan dari Genghis Khan dan Timur. Kerajaan ini mengalahkan kerajaan Islam satu-satunya di India dan mengangkat diri menjadi Raja Delhi pada 1542. Kerajaan Mughal yang merupakan keturunan Mongol tidak memainkan peran Mongol dalam pemerintahannya dan malah menyatukan India, Arab, Persia, dan Turki. Pada masa ini juga dibangun Taj Mahal yang diarsiteki oleh  Miamar Sinan dari Ottoman. Pencampuran budaya di Kerajaan Mughal mencolok pada masa Kaisar Akbar dimana ia merumuskan agama baru dan menyatakan bahwa Islam dan Hindu bukanlah agama yang cocok. Setelah berbagai perdebatan dengan ulama Islam penguasa penerusnya merencanakan untuk kembali ke Islam tradisional.
TIGA KERAJAAN MESIU
Tiga kerajaan yang menerapkan mesiu antara lain Ottoman, Safavid, dan Mughal yang ketiga kerajaan tersebut memiliki inti budaya Islam meskipun terdapat berbagai konflik. Di Ottoman terjadi konflik antara Islam dengan Kristen, Safavid terjadi konflik antara gerakan Syiah dengan gerakan Suni, dan di Mughal terjadi konflik antara Hindu dengan Islam. Kerajaan Ottoman yang pertama kali menggunakan mesiu dan dilanjutkan oleh Safavid dan Mughal merupakan akhir dari perkembangan Ilmu teknik di dunia Islam. Pada abad kedelapan belas dan sembilan belas, ketiga kerajaan mesiu tersebut lenyap dan Eropa menjadi unggul dalam bidang teknik yang dahulunya telah dikembangkan pada masa kerajaan mesiu.



BAGIAN 10 : KEMUNDURAN
PERMASALAHAN KERAJAAN OTTOMAN
Awal mula kemunduran kerajaan Ottoman adalah pada saat akhir masa kekuasaan sultan Suleiman (Salim I) pada 1566. Ada beberapa faktor yang berperan dalam kemunduran Ottoman. Alasan utamanya adalah mereka tak mampu lagi mendapatkan kemenangan yang meyakinkan di medan perang. Ottoman yang melakukan penyerangan ke Wina bagian Eropa Tengah, tetapi mereka gagal dan menjadikan Ottoman tidak dapat menjangkau wilayah Eropa. Satu per satu wilayah yang telah ditaklukan oleh Ottoman diserahkan kepada orang-orang Eropa. Kerajaan Eropa menguras kekayaan Ottoman dengan mengumpulkan emas dan perak dari Ottoman dalam jumlah besar. Keadaan Ottoman semakin melemah saat kaum intelektual Ottoman meremehkan intelektual orang Eropa sehingga orang Eropa semakin maju dan Ottoman semakin stagnan dalam ekspansi militernya. Setelah wilayah Ottoman direbut oleh orang Eropa sebagian besar orang kristen menjadikan wilayah tersebut untuk kemajuan Kristen Perancis. Kenyataan bahwa Ottoman bersedia menyerahkan wilayahnya merupakan tanda bahwa lemahnya mereka menjelang abad kedelapan belas.
REFORMASI LIBERAL
Menjelang 1800-an, Mahmud II(berkuasa 1808-1839) menjadi sultan pertama dan melkukan reformasi pemerintahan Ottoman menjadi lebih bergaya Eropa. Hal tersebut tentu saja membawa berbagai perdebatan dikalangan wazir agung dan malah mengilangkan budaya Arab menjadi budaya Eropa. Reformasi dipercepat pada saat pemerintahan anak Mahmud, yaitu Abdulmajid I (berkuasa 1839-1861) dan Abdulaziz (1861-1876) yang menerapkan Tanzimat (bahasa Turki untuk reorganisasi). Setelah perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pemimpin Ottoman , kerajaan ini menanggalkan tradisi Islam dan menggantinya dengan pendekatan liberal dan sekuler. Setelah reformasi yang berlangsung lama menggunakan sistem tanzimat, Ottoman muda menganggap bahwa tanzimat kurang liberal sehingga mengalami kegagalan. Pergantian pemimpin silih berganti dilakukan oleh wazir agung dan berakhir pada pemerintahan Abdulhamid II.
PAN-ISLAMISME
Abdulhamid adalah pemimpin terakhir Ottoman yang sangat terpelajar dan sederhana. Ia adalah orang yang serbabisa. Ia lebih memilih tinggal ditempat sederhana yang di Istana Yildiz yang lebih kecil dan terpencil. Abdulhamid berusaha mengembalikan kejayaan Ottoman dengan melakukan reformasi  kekuatan tradisional Islam. Akibat kemunduran Ottoman sebelumnya menjadikan Islam sebagai minoritas di antara etnis lain. Kemudian ia melakukan strategi mengumpulkan orang Islam dan menjadikannya sebagai pemimpin spiritual. Sehingga lahirlah gerakan Pan-Islamisme. Berbagai pembangunan dilakukan oleh Abdulhamid. Tujuan Pan-Islamisme sesuai dengan aspek no-sekuler Tanzimat. Reformasi memperkuat kerajaan diperluas,  penasihat militer Jerman dipanggil untuk memodernisasi dan melatih pasukan Ottoman. Kapal-kapal perang didatangkan dari Inggris, Prancis, dan Amerika. Pendidikan diperluas sehingga menyaingi sekolah asing. Meskipun berusaha mempertahankan kerajaan dengan bentuk Islam dan monarki, Abdulhamid tidak mampu membendung tersebarnya sekularisme dan liberalisme dikekuasaanya. Pada 1909, Abdulhamid diberhentikan oleh Turki muda dan kekuasaan selanjutnya berada dalam pimpinan Turki Muda selama 2 periode.
INDIA
Pada saat puncak kekuasaan Mughal oleh Aurangzeb, bentuk kerajaan pusat mulai terurai dan Mughal menjadi wilayah yang mampu membawahi kerajaan-kerajaan lain. Setelah kematian Aurangzeb, Kerajaan India selama duabelas tahun diperintah oleh 5 raja yang silih berganti. Yang diantara kelima raja tersebut tidak efektif dalam pemerintahannya, sehingga provinsi-provinsi di Mughal tidak memiliki hubungan dengan pusat kerajaan Mughal. Setelah kerajaan Mughal tercerai berai, wilayah Inida mulai dikuasai dengan membuat gerakan East India Company oleh Inggris. Inggris yang berkuasa di India berperan sebagai penasihat dan penarik pajak, padahal sebenarnya Inggris ingin menguasai  India. Keadaan berubah saat tentara India yang bekerja di EIC melakukan pemberontakan dengan mengatasnamakan Islam dan Hindu, tetapi Islamlah yang paling disalahkan sehingga status sosial Islam di India  tenggelam.  Tetapi pada 1947, seiring pendirian  negara Pakistan, Islam sekali lagi menguasai anak benua.
AFRIKA, ASIA TENGAH, DAN ASIA TENGGARA
Imperalisme Eropa mampu memainkan peran langsung di Afrika, Asia Tengah , dan Asia Tenggara dengan menaklukan penduduk Islam dan melakukan ekspansi wilayah jajahan. Pada  abad 16 Pantai Mediterania di Afrika Utara masih menyatakan kesetiaan kepada kerajaan Ottoman atas bantuan yang telah diberikan Ottoman saat penyerangan bangsa Spanyol. Pada abad selanjutnya terjadi peperangan antara Islam di Afrika Utara dengan orang Eropa, Islam melakukan aksi membajak kapal orang Eropa sebagai bentuk pembelaan Islam. Pada abad ke 17 Eropa mampu mengungguli Afrika Utara yang hanya bertahan hidup dengan membajak kapal Eropa. Hal ini juga didapatkan karena dukungan dari Amerika Serikat. Aljazair, Tunisia, dan Tripoli mampu ditaklukan oleh Eropa. Koloialisme Eropa tak hanya terbatas di Afrika sebelah utara, Afrika Barat, Afrika Timur pun berhasil ditaklukan oleh Eropa. Eropa juga menjarah kota-kota besar yang pernah menjadi pusat pengetahuan Islam terutama Timbuktu yang diciptakan oleh raja Mali. Dalam sejarah Eropa terbukti kuat dalam menaklukan lawan dan menjadikan Afrika Utara hanya sekedar daerah jajahan.
ASIA TENGAH
Asia Tengah merupakan kawasan yang dikelilingi oleh Persia dan Inggris yang menggangu di selatan, Tiongkok di timur, dan Rusia di utara. Turki, Asia Tengah tak mampu mengadang bangsa disekelilingnya. Dengan memanfaatkan ikatan ekonomi , Rusia berhasil menaklukan wilayah-wilayah Asia Tengah pada 1800-an M. Di samping itu konflik yang terjadi antara Rusia dengan Inggris memecah belah Islam di Asia Tengah. Menjelang akhir abad 1800-an Rusia mampu menaklukan seluruh wilayah Turki. Inggris yang menginginkan Turki melakukan penyerangan terhadap Rusia demi keuntungan semata. Kolonialisme  Eropa berlanjut di kawasan Asia Timur yakni Kepulauan Nusantara. Penjajahan atas negara-negara Eropa seperti Portugis berada di Kepulauan Nusantara. Kemudian Belanda mengusir Portugis dan Nusantara berada pada jajahan Belanda hingga Perang Dunia kedua. Hal ini memberikan pukulan besar bagi kawasan Nusantara pada abad ke 19. Bahkan pada abad ke 19 ini merupakan kekalahan kekuatan politik Islam di dunia. Dengan menggunakan konsep ‘Memecah belah dan menaklukan’ bangsa Eropa mampu mengungguli kerajaan-kerajaan yang Islam yang pernah berjaya pada masanya.
BAGIAN 11 : GAGASAN LAMA DAN BARU
Dimulai dari wafatnya Nabi Islam mengalami masa keemasaan, kemunduran, dan kelahiran kembali. Dalam  sejarah peradaban Islam, Eropa telah memainkan peran yang besar pada abad ke 18 hingga ke 19. Eropa telah menaklukan negara-negara Islam dan menjadikan Negara Islam sebagai negara kekuasaannya.
PENDEKATAN BARAT
Setelah Barat memperkuat wilayah-wilayah Islam , tak semua pihak yang ditaklukan mengingat kembali masa-masa awal Islam untuk mencari model yang bisa ditiru. Kecenderungan yang sangat menonjol pada saat kepemimpinan Eropa adalah sekulerisme dan nasionalisme. Kebangkitan gagasan politik baru ini beriringan dengan perubahan kehidupan sosial umat Islam di bawah kepemimpinan Eropa. Umat Islam secara cepat meniru apa yang dilakukan oleh Eropa , mulai dari pakaian, bangunan, bahasa dan dalam semua hal ditiru. Tetapi anehnya orang Eropa yang telah berpuluh-puluh tahun melakukan pemberontakan dengan bangsa Arab tak meniru satupun ajaran Arab, malah sebaliknya. Jalur utama masuknya gagasan ini adalah lewat Kristen Arab yang sering melakukan hubungan dengan Eropa Barat.
REVIVALIS TRADISIONAL
Muhammad bin Abdul Wahhab (1703-1792) merupakan pembangkit ajaran Islam tradisional di wilayah kendali Kerajaan Ottoman yang telah mengalami beberapa modernisasi Islam. Abdul Wahhab melakukan gerakan-gerakan yang menganut gerakan Salafiah (pendahulu). Selain itu Abdul Wahhab melakukan usaha membangkitkan Islam tradisional selama beratus-ratus tahun. Sebelah Timur, di India Shah Waliullah membangkitka ajaran Islam tradisional dala masyarakat yang sedang berubah. Kekhawatiran akan penduduk Isam yang minoritas di India, Shah Waliullah  berfokus pada aspek sosial syariah dan arti pentingnya dalam menegah keruntuhan Islam di anak benua tersebut. Ia menganjurkan untuk menggabungkan berbagai tradisi, etnis, dan gagasan di bawah bendera Islam untuk memperlambat kemunduran kekuatan politik Islam. Gagasan barat yang berada di India tidak semua ditentang dan hanya diambil yang ada hikmahnya saja. Setelah dibangunnya Universitas Al Ahzar pada abad kedua belas, kelompok intelektual Mesir dipengaruhi oleh orang Eropa. Di samping itu ada seorang guru dari Mesir yang mendirikan kelompok Ikhwanul Muslimin yang memadukan Islam dengan nilai-nilai Barat.
THE PARTITION/SEKAT/PEMBAGIAN/PENYEKATAN(?)
            Pada akhirnya, bukan nasionalis Arab dan Turki yang meemimpin tatanan politik baru di Timur Tengah. Pada 1914 setelah terbunuhnya Austria-Hungaria di Sarajevo, Eropa melakukan perang dunia pertama. Ottoman ingin ikut berpartisipasi dalam perang tersebut tapi Ottoman ketinggalan zaman dan kekuarangan pemimpin yang efektif. Setelah kegagalan dalam berperang, Gubernur Ottoman Sharif Husain melakukan perjanjian rahasia dengan Inggris dan Prancis. Husain yang berkeinginan menjadi raja pun menuruti perintah Inggris untuk merebut wilayah-wilayah Ottoman agar bisa diangkat menjadi raja. Alih-alih menjadi raja setelah mampu ngendalikan wilayah-wilayah Ottoman, Husein malah dikhianati oleh Inggris karena Inggris takkan membiarkan pribumi Muslim menjadi pemimpin  dan Inggris membagi wilayah Ottoman kepada Prancis. Untuk kali pertama sejak Perang Salib, Jerusalem jatuh ke tangan non-Muslim pada 1910. Jerusalem pun didatangi banyak imigran Yahudi dan kaum Yahudi mendirikan negara di Jerusalem dan dinamai dengan Israel. Hingga sekarang Israel yang erupakan penguasa tidak asli Jerusalem tersebut melakukan serangan kepada kaum Muslim yang ada di Jerusalem, yang sekarang dinamai Palestina.
KEBANGKITAN NEGARA-BANGSA
Setelah terjadinya perang dunia pertama, Ottoman terkalahkan oleh bangsa Eropa. Tetapi terdapat tentara Ottoman yang berusaha melawan penduduk asing tersebut dengan mengumpulkan pasukan. Sehingga antara 1919-1922 Ottoman mampu mengusir penjajah dan mendirikan Negara Turki sebagai pengganti Kerajaan Ottoman yang didirikan oleh Osman. Turki baru ini harus menghilangkan pandangan tentang Islam yang kotor dan menghilangkan ajaran Islam yang telah menjadi masa lalunya. Di selatan, di wilayah Bulan Sabit Subur setelah perang dunia pertama muncul negara-negara baru yakni, Suriah, Irak, Lebanon, Yordania, dan Palestina. Anak India juga mengalami kebangkitan pada 1800-an. Akan tetapi,kekuasan Islam di India musnah pada akhir 1800-an. Solusi yang diberikan untuk mengatasi konflik maka dibentuklah pembagian anak benua pada saat Kongres Nasional India. Setelah kemunduran peradaban Islam pada abad ke 18 dan 19 , abad ke-20 menjadi saksi kemerdekaan negara-negara Islam di seluruh dunia.periode 1960-an menjadi saksi kemerdekaan negara di sepanjang Afrika antara lain, Nigeria, Mali, Mauritania, Kenya, dan Tanzania. Kemerdekaan juga diperoleh di Indonesia dan Malaysia.
ISLAM DAN SEKULARISME
Setelah berbagai masa yang dialami oleh kaum Muslimin, aliran-aliran sekularisme yang diciptakn oleh bangsa Eropa telah melekat dalam diri negara-negara yang telah dijajah oleh Eropa. Ajaran Islam yang dilakukan secara murni sesuai ajaran Nabi pun dihilangkan dan menjadikan ajaran bangsa Barat sebagai bahan yang harus ditiru. Seperti contohnya, Turki, yang secara resmi menganggap bahwa syariah melanggar hukum, menghapuskan kekhalifahan, dan memproklamasikan diri sebagai negara sekuler. Selain itu di Mesir, negara Arab mengadopsi aliran nasionalisme dan sosialisme sebagai sarana menciptakan negara-bangsa yang kuat. Negara Arab Saudi yang bermula dari bentuk monarki absolut lebih memilih ideologi sekuleryang dipromosikan oleh Barat. Selain yang telah disebutkan tersebut masih banyak lagi praktik sekulerisme yang ada di seluruh dunia ini. Dikotomi ini jelas terjadi di seluruh dunia yang sangat terlihat perbedaan antara Islam dan Sekulerisme.









DAFTAR PUSTAKA
Alkhateeb, Firas. 2014. Sejarah Islam yang Hilang: Menelusuri Kembali Kejayaan Muslim pada Masa Lalu. Diterjemahkan oleh Mursyid Wijanarko. 2016. Yogyakarta: Bentang.


 



KULIAH DARING, JANGAN BIKIN GARING Alfiana Zahwa Nur Rokhmat Kota Solo ditetapkan statusnya menjadi KLB (Kondisi Luar Biasa) akiba...