RESUME SEJARAH PERADABAN ISLAM
SEJARAH ISLAM YANG HILANG
“Menelusuri Kembali Kejayaan Muslim
pada Masa Lalu"

DOSEN
PEMBIMBING
M.
Endy Saputro, M.A
DISUSUN
OLEH
1. Alfiana
Zahwa Nur Rokhmat (175221009)
PROGRAM
STUDI AKUNTANSI SYARIAH
FAKULTAS
EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
TAHUN AKADEMIK 2018/2019
SEJARAH ISLAM YANG HILANG
Judul :
Sejarah Islam yang Hilang
Penulis :
Firas Alkhateeb
Penerjemah :
Mursyid Wijanarko
Penerbit :
PT Bentang Pustaka
Tebal :
vii + 300 hlm ; 20,5 cm
Cetakan : 2016
ISBN : 978-602-291-129-6
BAGIAN 1 : ARAB PRA ISLAM
Daratan
Hijaz merupakan daratan yang bergunung dan kering dengan suhu yang panas serta
berpasir yang tanpa ada tetumbuhan hijau yang terletak di bagaian barat
Semenanjung Arab. Tetapi di daratan inilah pada awal 600-an Masehi merupakan
awal bangkitnya gerakan baru yang akan mengubah sejarah di Semenanjung Arab dan
dunia.
Semenanjung
Arab mempunyai luas lebih dari dua juta kilometer persegi di pojok barat laut
benua Asia. Semenanjung Arab terletak diantara Asia, Afrika, dan Eropa yang
membuat tanah ini memiliki hubungan dengan ketiga negara tersebut. Semenanjung
Arab merupakan tempat yang sangat strategis akan tetapi tempat ini diabaikan
oleh sebagian besar orang luar karena tempatnya yang panas, kering, dan tidak
subur sehingga banyak orang luar yang singgah merasa tidak tahan dengan keadaan
di Semenanjung Arab ini. Orang Mesir Kuno lebih memilih meluaskan wilayahnya ke
Bulan Sabit Subur dan Nubia daripada ke padang pasir Arab. Pada 300-an SM
Aleksander Agung hanya melewati kawasan Arab ini dalam perjalanannya ke Persia
dan India, rombongan Aleksander tidak tertarik dengan kawasan Arab yang kering.
Kekaisaran Roma juga melakukan invasi di Semenanjung Arab ini melauli Yaman
pada 20-an SM, Tetapi mereka tidak mampu beradaptasi dengan daratan Arab ini.
Terdapat satu wilayah kecil yang subur serta dikelilingi oleh gurun yang sangat
luas dan dapat ditumbuhi tanaman yaitu wilayah Oasis. Wilayah ini merupakan
tempat singgah orang-orang yang berpergian.
Kebudayaan
Arab cenderung dibentuk oleh lingkungan tempat tinggalnya, karena
ketidakmampuan beradaptasi orang Arab berpindah-pindah tempat untuk mencari
daerah yang subur. Teori etimologi menyebutkan bahwa “Arab” berakar dari
istilah Semit yang berarti “berkelana” atau “nomaden”. Orang Arab menghabiskan
musim panas di daerah oasis atau sumur-sumur yang dapat diandalkan untuk bertahan
hidup. Setelah musim panas mereka akan berpindah ke selatan , dekat Yaman,
tempat turunnya hujan pada musim semi dan tempat subur untuk ternaknya. Dalam
melakukan sebuah perjalanan ke daerah yang subur orang Arab selalu berpergian
bersama-sama dalam kelompok (kabilah) beberapa kabilah membentuk suku yang
dipimpin oleh seorang kepala suku yang disebut shaikh. Identitas dan asal
suku sangat penting pada masa Arab pra-Islam. Dalam masyarakat suku dan nomaden
ini orang Arab menemukan bentuk baru dalam memenuhi hasrat alamiahnya berupa
karya sastra syair epos , puisi menjadi
seni de facto di Arab. Tujuh syair terhebat
pra-Islam dikenal sebagai mu’allaqat yang
berarti ‘yang tergantung’ dijuluki demikian karena syair tersebut digantung di
dinding Kakbah di Mekah dan seluruh orang Arab untuk menghormati para suku dan pahlawan terdahulu. Pada masa
ini tulisan masih langka di Semenanjung Arab.
Berbicara
soal agama, orang Arab pra-Islam hampir semuanya politeis ( memuja lebih dari
satu Tuhan). Orang Arab meyakini Nabi Ibrahim dan Ismail karena telah membangun
Kakbah di Mekah sebagai tempat pemujaan
Tuhan. Dari tempat ini Ismail menyampaikan ajaran monoteisme kepada bangsa Arab
akan tetapi selama berabad-abad , anak-cucu Ismail memutar balikkan fakta
tentang ajaran monoteisme dan malah menampilkan sifat-sifat Tuhan dalam bentuk
patung, batu, dan kayu. Menjelang kedatangan Nabi Muhammad, ada 360 Tuhan di
Kakbah. Sistem kepercayaan ini telah melenceng jauh dari ajaran Nabi Ibrahim
dan Nabi Ismail. Penganut monoteisme dan Politeisme di Semenanjung arab
mengindari asimilasi antara keduanya dan menciptakan masyarakat yang yang
berpandangan sempit.
Semenanjung
Arab yang berada jauh dari kebudayaan yang lebih maju tidaklah terisolasi
dengan negara tetangga. Bangsa Romawi menegakkan kendali mereka di wilayah
Semenajung Arab bagian utara pada dekade awal Masehi. Bangsa Badui menganggap
hal ini sebagai mitra dagang yang kaya dan kuat di sebelah utara. Di sebelah
timur laut Arab terdapat Plato Iran Kebangkitan Dinasti Sassanid di Persia pada
200-an Masehi menciptakan persaingan antara Romawi dengan Persia yang keduanya
sama-sama menginginkan keunggulan di Semenanjung Arab. Dengan memanfaatkan
konflik yang ada dua suku Arab berkembang menjadi negara sekutu demi kekuatan
besar. Dua kerajaan tersebut adalah Ghassanid (Yordania, Suriah, dan Palestina)
dan Lakhmid (Mesopotamia selatan dan melayani Persia). Ghassanid dan Lakhmid
merasakan tekanan akibat konflik yang berkepanjangan tersebut. Di sebelah
selatan semenanjung terdapat ada Kerajaan Aksum yang kuat di Abyssinia,
Ethiopia sekarang ini juga terdapat konflik dari Romawi. Bangsa Arab yang
terletak diantara tiga benua tersebut sudah paham terhadap apa saja pengaruh
yang terjadi akibat konflik di negara tetangga, sehingga bangsa Arab memiliki
keahlian dalam memanfaatkan keadaan dengan menguntungkan bangsa sendiri. Pada
awal 600-an bangkit gerakan yang megubah nasib bangsa arab dengan membangun dan
memanfaatkan kemampuan uniknya serta membuang perilaku budaya negatif yang
telah menjadikan mereka bagsa nomaden pengembara dan ska berperang. Gerakan ini
menaklukkan berbagai wilayah dan mengasimilai beragam bangsa, serta menciptakan
kelompok enik yang menempati wilayang yang luas yang membentang dari Spanyol
sampai India pada awal 700-an terbesar di dunia saat ini. Pencapaian akan hal
tersebut karena kehadiran seseorang yang membawa pesan revolusioner serta yang
sanggup melangkahi padang pasir Arab yaitu Nabi terakhir Muhammad SAW.
BAGIAN 2 : KEHIDUPAN SANG NABI
Nabi
Muhammad lahir di kota Mekah pada sekitar 570 Masehi. Ia berasal dari klan Bani
Hashim, suku Quraisy. Terletak sekitar 80 kilometer dari Laut Merah serta cukup
jauh dari jangkauan Kekaisaran Byzantium atau Persia. Nabi Muhammad dilahirkan
dari rahim seorang ibu yang bernama Amiah. Ia ditinggal oleh ibunya saat
berumur enam tahun sementara ayahnya yang bernama Abdullah telah meninggal
sebelum ia dilahirkan. Dua tahun setelah ibunya meninggal kakeknya Abu Muttalib
meninggalkannya juga dan Ia diasuh oleh paman dari pihak ayahnya yang bernama
Abu Thalib.
Muhammad
kecil telah menjadi yatim piatu. Ia juga hanya berasal dari klan Bani Hashim
yang dimasa itu dianggap kalangan rendahan, sehingga ia menemani perjalanan
perdagangan pamannya Abu Thalib ke Suriah saat kecil. Muhammad sebagai pedagang
yang jujur yang kemudian dijuluki as-Sadiq
dan Al-Amin yang berarti ‘yang benar’
dan ‘yang dipercaya’ sehingga ia dihormati orang-orang Quraisy. Pada umur kedua
puluh tahun, Muhammad muda telah menjadi pedagang yang sukses dan bekerja
sebagai agen usaha seorang janda kaya yaitu Khadijah. Pada umur kedua puluh
lima tahun ia dilamar oleh majikannya Khadijah untuk dijadikan suami meskipun
umur mereka terpaut jauh. Dikelilingi oleh masyarakat penyembah politeisme,
Muhammad tidak mengikuti agama tersebut, ia masih tetap berpegang teguh pada
ajara monoteisme oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Ia banyak merenungkan
masyarakat sekelillingnya di tempat sepi di gua diatas gunung yang berjarak
sekitar lima kilometer dari kota Mekah.
Pada
610 Masehi , saat berada di gua Nabi Muhammad didatangi oleh malaikat Jibril
berkali-kali lalu turunlah lima ayat pertama surah Al-Alaq, kemudian ia
bergegas pulang ke rumah dan memberitahu Khadijah. Khadijah lalu menenangkan
Muhammad dan ia mempercayainya, semua kerabat dekat Muhammad mempercayai bahwa
ia pembawa pesan dari Allah. Kemudian Khadijah menjadi orang pertama yang
memeluk Islam dikuti sanak keluarga mereka. Dalam masa ini Muhammad masih
mendakwahkan agama Islam secara sembunyi-sembunyi karena masih sedikitnya orang
Arab yang memeluk agama Islam sehingga tak mungkin apabila dilakukan secara
terang-terangan.
Komunitas
muslim yang semakin besar di Quraisy menjadikan orang Quraisy melakukan
berbagai penyiksaan agar terselamat dari gerakan religius yang dipimpin oleh
Muhammad ini. Paman Muhammad Abu Thalib sendiri menolak agama baru ini akan
tetapi ia masih saja melindungi Muhammad dari segala penyiksaan, penindasan dan
ancaman yang dilakukan oleh kaum Quraisy kepada Muhammad. Tetapi para pengikut
Muhammad tidak memperoleh perlindungan sehingga banyak korban akibat penyiksaan
yang dilakukan oleh kaum Quraisy. Hal ini dilakukan oleh kaum Quraisy agar
tidak ada yang bergabung dengan muslim.
Nabi
Muhammad melakukan hijrah dari Mekkah ke Madinah agar kaum muslim tidak
terasingkan dan dianiaya lagi oleh kaum Quraisy. Tata politik dan sosial baru
Nabi Muhammad di Madinah dimodifikasi dalam Piagam Madinah. Banyak orang
Madinah yang telah masuk Islam sejak kedatangan Nabi Muhammad disana.
Di
Madinah antara kaum Muhajirin merasa pedih atas perlakuan kaum Quraisy kepada
saudara muslim baru, dalam hal ini kaum Anshar siap menghukum siapa saja yang
menindas saudara muslimnya. Setelah mendapat wahyu dalam QS Al Hajj ayat 39-40
Nabi Muhammad mengijinkan peperangan.
Pada 624 Masehi terjadi Perang Badar yang dikalahkan oleh kaum muslimin. Namun
kaum Quraisy tidak mau menerima kekalahan dan kembali melakukan perang yang
bernama Perang Uhud dan dimenangkan oleh kaum Quraisy yang dipimpin oleh Khalid
bin Walid. Lima tahun setelah hijrah Nabi Quraisy kembali melakukan perlawanan
yang dibantu oleh Yahudi Madinah akan tetapi mereka gagal dan malah memperburuk
keadaan Yahudi Madinah (Bani Qurayza).
Pada
628 Masehi Nabi Muhammad mengirimkan 1500 tentara ke Mekah untuk melaksanakan
ibadah haji, hal ini dilakukan dengan perundingan antara orang Mekah dengan
Nabi Muhammad melalui Perjanjian Hudaibiyyah. Perjanjian ini memberi waktu bagi
Nabi Muhammad untuk memperluas Islam ke luar Madinah. Suku-suku Badui bergabung
dengan Islam, Khalid bin Walid dan Amar bin As bergabung juga dengan Nabi
Muhammad ke Madinah. Setelah dua tahun perjanjian disepakati orang Mekah
melanggar perjanjian dan melalakukan serangan kejutan. Serangan demi seragan
dilancarkan oleh orang Quraisy akan tetapi mereka dikalahkan oleh pengikut Nabi
Muhammad dan akhirnya Nabi Muhammad dapat memanangkan kota kelahirannya tanpa
pertumpahan darah.
Saat penaklukan Mekah Nabi Muhammad berusia
sekitar 60 tahun. Ia kembali ke Madinah untuk mengirimkan orang-orang
terpelajar ke berbagai provinsi jauh sebagai upaya penyebaran agama Islam.
Setelah 23 tahun bertindak sebagai Nabi
Allah dalam misinya pun selesai. Quran telah dicatat dilembaran-lembaran
dan telah dihafal seluruh sahabat Nabi. Pada awal musim panas 632 Masehi Nabi
Muhammad sakit dan ia menghabiskan hari-hari terakhirnya di rumah istrinya
Aisyah, putri Abu Bakar. Pada 8 Juni 632 Masehi dengan kepala Nabi di pangkuan
Aisyah masa kenabian pun ditutup saat Nabi Muhammad menghembuskan napas terakhirnya.
BAGIAN 3 : KHULAFAUR RASYIDIN
Setelah
wafatnya Nabi Muhammad terdapat pertanyaan siapa yang akan menjadi pemimpin
Madinah. Sebelum jenazah Nabi Muhammad dikuburkan, sekelompok tokoh utama dari
kaum Muhajirin dan kaum Anshar berkumpul untuk menjawab pertanyaan soal
pemimpin selanjutnya. Keduanya terjadi perbedaan pendapat sehingga sahabat Nabi
Umar bin Khattab mencalonkan Abu Bakar sebagai pemimpin selanjutnya dimana
kualifikasi Abu Bakar sudah tidak diragukan lagi. Sebelum wafatnya Nabi Ia
diberi amanah mengimami sholat berjamaah di Masjid Nabawi biasa Nabi Muhammad
mengimami para jamaahnya.
ABU BAKAR AS SIDDIQ
Abu
Bakar mendapat gelar Khalifat-ul-Rasul yang
berarti ‘Penerus Utusan Tuhan’ pada 632 Masehi. Demi keberlanjutan politik Nabi
Muhammad, Abu Bakar mengirimkan pasukan perang melawan Byzantiun sebagai balas
dendan atas konfrontasi sebelumnya. Berbagai suku Badui memberontak karena
wafatnya Nabi Muhammad. Akibat kebencian yang mendalam kepada Nabi Muhammad,
muncul sejumlah orang yang mengatasnamakan ia nabi yaitu Musailamah Si
Pembohong, padahal sudah diterangkan dalam Al-Qur’an bahwa tidak ada nabi
setelah Nabi Muhammad. Penolakan terhadap ajaran agama Islam semakin
memperburuk keadaan sehingga Abu Bakar melakukan tindakan militer yang menunjuk
Khalid bin Walid sebagai pimpinannya untuk memadamkan pemberontakan.
Dalam
tindakan militer ini Musailamah gugur dalam peperangan. Perang- perang yang
telah dilakukan menanamkan satu teladan penting yang berkaitan dengan masa
depan dunia Islam. Pertama konflik
menunjukkan persatuan spiritual Islam. Kedua
kesatuan politik dunia Islam dijamin untuk sementara. Ketiga otoritas pemerintahan pusat telah ditetapkan. Pada masa
khalifah Abu Bakar, Umar bin Khattab menyarankan agar seluruh naskah Al-Qur’an
dikumpulkan dan akurasinya diperiksa kembali kepada para sahabat Nabi yang
dipercaya. Kekhalifahan ini berlangsung selama dua tahun dari 632 sampai
634 Masehi. Sebagai penerusnya sebelum
Abu Bakar wafat ia memilih Umar bin Khattab sebagai penerusnya sebagai pemimpin
di Madinah.
UMAR BIN KHATTAB
Dalam
masa khalifah Umar ini ia melanjutkan dari apa yang telah dijalankan oleh Abu
Bakar. Ia telah melakukan serangan dan menaklukan Mesopotamia, Suriah, dan
Damaskus di Byzantium. Pertempuran demi pertempuran dilakukan oleh Umar untuk
menyebarkan Islam lebih luas lagi. Setelah ditaklukkannya wilayah-wilayah yang
diinginkan Umar melakukan perjalanan ke Madinah dan membebastugaskan Khalid bin
Walid dari jabatannya disertai dengan berbagai alasan pencopotannya sebagai
komandan perang. Untuk menduduki jabatan gubernur Umar menunjuk Mu’awiyyah
putra dari Abu Sufyan. Pada 637 Masehi secara pribadi Umar menghadiri
penyerahan Jerusalem. Umar mengelilingi kota di Jerusalem. Hal yang unik yaitu
merujuk pada Piagam Madinah yang memberikan kebebasan dan Pluralisme bagi kaum
kristen dan yahudi. Pada masa kekhalifahan Umar dalam wilayah taklukannya yang
pergi hanya pasukan dan kelas bangsawan Byzantium dan Sassanid, tetapi penduduk
lokal masih menetap mereka membayar pajak tidak setinggi pajak yang harus
dibayar kepada kontatinopel.
Disamping
pajak yang kecil yang dipungut dari rakyat kaum yahudi juga bebas dari
penindasan dan diizinkan kembali ke Jerusalem. Dalam bidang ekonomi kemakmuran
yang luar biasa didapatkan yang sebagian besar berasal dari harta rampasan
perang. Kekuasaan Umar berakhir pada 644 Masehi karena ia dibunuh oleh salah
satu budak yang iri pada dirinya. Menjelang wafat Umar memilih Ustman bin Affan
sebagai penerusnya memimpin di Madinah.
USTMAN BIN AFFAN
Latar
belakang Ustman yang berasal dari kaum bangsawan cukup berpengalaman dalam tata
kelola negara sehingga ia menggunakan pengetahuannya sebagai keputusan
pribadinya. Ustman melanjutkan kepemimpinan dengan mengangkat para saudaranya
memimpin beberapa negara di Arab. Ustman juga memerintahkan untuk membangun
angkatan armada laut pertama dalam sejarah Islam. Keberhasilan demi
keberhasilan yang dicapai oleh masa khalifah ustman cukup besar. Pada akhir
masanya khlaifah Ustman, kekacauan memburuk akibat diangkatnya saudara-saudara
Ustman sebagai pejabat tinggi negara dan lambatnya ekspansi ke negara luar.
Pada 656 Masehi sekelompok tentara protes ke Madinah berkaitan dengan
kebijakannya dan pembagian atas rampasan perang yang diperoleh. Khalifah Ustman
berakhir saat wafatnya ia akibat dibunuh oleh sekelompok pemberontak yang protes akan kebijakannya saat ia sedang duduk membaca Al-Qur’an.
ALI BIN ABI THALIB
Ali
bin Abi Thalib diangkat menjadi khalifah penerus Ustman atas ketentuan para
pemberontak yang sangat menghormati Ali serta Ali sendiri merupakan sahabat
sekaligus menantu Nabi Muhammad. Setelah wafatnya Ustman, Mu’awiyyah sebagai
saudara Ustman mendesak Ali agar mengadili para pemberontak pembunuh saudaranya
akan tetapi Ali menolaknya karena ia tak ingin ada pertumpahan darah dan ingin
menyatukan ummat kembali. Perpecahan politik yang terlalu besar setelah
wafatnya Ustman, akhirnya, pada 656 Masehi, kedua pasukan bertemu di Irak
Selatan untuk merundingkan. Setelah perundingan demi perundingan dilakukan Ali memutuskan
untuk menerima legitimasi penengah. Tetapi pendukung Ali menentang hak tersebut
dan memisahkan diri dari kelompok pendukung Ali (Khawarij). Pada 585 Masehi Ali
mengumpulkan pasukan dan menghadapi oposisi tersebut dan berhasil menghancurkan
Kawarij. Usaha Khawarij membunuh Mu’awiyyah gagal. Tetapi berhasil membunuh Ali
saat ia sedang shalat subuh di Masjid Kufa. Dan satu-satunya pemimpin yang
mendapat dukungan luas serta efektif adalah Mu’awiyyah.
BAGIAN 4 : PENDIRIAN NEGARA ISLAM
Setelah
wafatnya Ali di tangan Khawarij, Mu’awiyyah naik sebagai pemimpin kota Madinah.
Dari situlah awal ditandainya Kekhalifahan Umayyah ketika suksesi khalifah
diputuskan berdasar keturunan dan tetap berada dalam keluarga Umayyah sampai
750 Masehi yang kemudian berlanjut dengan Kekhalifahan Abbasiyyah.
MU’AWIYYAH
Setelah
wafatnya Ali, Mu’awiyyah bebas memperluas kekuasaan wilayah yag sebelumnya
setia kepada Ali menjadi di bawah perintahnya. Ia merupakan orang kemungkinan
mendapatkan dukungan yang banyak akan tetapi ia juga mempunyai musuh dari klan
Ali yang menginginkan anak Ali sebagai pemimpinnya bukan Mu’awiyyah. Agar tidak
terjadi perpecahan Mu’awiyyah melakukan negosiasi dengan anak Ali yaitu Hasan.
Akhirnya Hasan menyerahkan semua klaim kepemimpinannya dan menghabiskan hidup
dengan beribadah dan ilmu pengetahuan di Mekah. Mu’awiyyah melakukan
perjanjian-perjanjian kepada lawan-lawannya dalam melancarkan aksi politiknya.
Mu’awiyyah merupakan orang pertama yang menjembatani kekhalifahan sederhaa dari
khalifah sebelumnya dengan kekhalifahan monarki. Kehidupan seperti istana pun
dimulai dan menimbulkan berbagai perpecahan politik diantara kaum muslim.
Berbagai ekspansi dilakukan oleh Mu’awiyyah melanjutkan dari kekhalifahan
sebelumnya, dimulai dari ekspansi ke Byzantium di darat dan di laut. Penaklukan
Byzantium di Afrika Utara atas kendalinya dengan wilayah barat Libiya modern
ini dibantu oleh suku Berber yang baru saja masuk Islam.
KONFLIK SUKSESI
Setelah
berbagai konflik yang terjadi pada khalifah Ali, Mu’awiyyah yang berhasil
menyatukan kembali umat muslim melakukan keputusan yang sangat kontroversi
dimana ia memilih penerusnya berasal dari keturunannya yaitu Yazid anaknya
dengan berbagai alasan yang ia miliki, salah satuya adalah demi melindungi
persatuan dan keharmonisan sosial dan memotong adanya perang suksesi. Setelah
diangkatnya Yazid anak Mu’awiyyah sebagai pemimpin selanjutnya, Yazid membunuh
keturunan Ali yaitu Husein adiknya Hasan yang menginginkan menjadi bagian dari
Mesopotamia. Yazid menganggap mereka adalah pemberontak sehingga ia membunuhnya.
Dari peristiwa itulah muncul aliran baru yaitu Syi’ah. Baru bebrapa bulan
memimpin Yazid meninggal dan kekacauan sangat buruk terjadi. Kepemimpinan
setelah Yazid digantikan oleh Marwan keponakan dari Mu’awiyyah. Pada awal
700-an Bani Umayyah melakukan ekspansi militer dengan pertumbuhan yang sangat
cepat.
PENAKLUKAN LANJUTAN
Pada
698 Masehi sebelum penaklukan lanjutan penaklukan Uqba di Afrika Utara harus
sudah terselesaikan dengan mengirimkan tentara kesana dan terakhir Byzantium
Afrika Utara lenyap dan penguasanya dipaksa mundur ke Sisilia atau Yunani. Pada
awal 711 Masehi karena keinginan bekas petinggi Byzantium Bani Umayyah yang
dikomandoi oleh Tariq bin Ziyad mendarat di dekat pegunungan monolit raksasa
(Jabal Tariq) untuk menyerbu Roderich dan pasukan besarnya Visighotik, dalam
Perang Guadalete ini dimenangkan oleh Bani Umayyah degan 10 ribu tentaranya,
Roderic terbunuh dalam pertempuran. Atasan Tariq, Musa juga melakukan
penaklukan di Spanyol. Sejak 711 hingga 715 Masehi, Tariq dan Musa menjadikan
sebagian besar wilayah semenanjung berada dikendali Bani Umayyah. Banyak Ahli
Sejarah yang menganggap pertempuran ini sebagai pembuka jalan Islam di kancah
Eropa, tetapi hal ini bisa juga diperbantahkan. Abad kedelapan Bani Umayyah
melakukan ekspansi ke luar Afrika Utara dan Spanyol. Berbagai pertempuran
dihadapi Bani Umayyah dalam ekspansinya. Pada pertengahan 700-an Kekhalifahan
Umayyah membentang dari Spanyol hingga India dan menjadi kerajaan terbesar di
dunia hanya dalam kurun waktu 100 tahun. Presentase populasi muslim
diperkirakann hanya 10% sisanya campuran dari Yahudi, Kristen dll. Setelah
ditaklukannya beberapa wilayah yang mengakibatkan banyak yang masuk Islam, Bani
Umayyah masih tetap memberlakukan pajak seperti sebeum non muslim menjadi
muslim. Hal itulah yang mendorong keluarga tua dari Mekah bangkit untuk
mengambil alih kekhalifan yaitu Bani Abbasiyyah.
REVOLUSI BANI ABBASIYYAH
Bani
Abbasiyyah bangkit karena penindasan yang dilakukan oleh Bani Umayah. Pada 747
M, Bani Abassiyah melakukan pemberontakan terbuka, revolusi ini dipimpin oleh
tokoh misterius yang dikenal Abu Muslim. Pada tahun 750 M pasukan Abbasiyah
melakukan perang yang berhasil memukul mundur Bani Umayah, satu demi satu kota
dapat ditaklukan oleh Abasiyah. Dalam revolusi ini terdapat salah satu anggota
Bani Umayyah yang lolos dan pergi ke Andalusia yaitu AbdulRahman.
KEKHALIFAHAN ABBASIYAH
Pertengahan
700-an revolusi Abbasiyah menobatkan dinasti kedua utnuk mengendalikan kekhalifahan.
Pemberontakan dilakukan untuk membangun pemerintahan yang kebih sejalan dengan
teladan Nabi, menyediakan tempat yang lebih luas bagi kaum non-Arab dalam
masyarakat agar tidak terjadi diskrimiasi dan memeberikan sejumlah peran
kepemimpinan pada keturunan Ali. Sebenarnya pada masa ini ekspansi ke luar
telah terhenti oleh Bani Abbasiyah. Di Barat, Perang Tours pada 732 M dalam
masa Umayyah menyebabkan berhentinya ekspansi muslim ke Eropa dan konsolidasi
di Andalusia sebagai fokus utama bagi Umayyah dalam mengontrol kendalinya.
Tetapi, era penaklukan intelektual Muslim siap dimulai.
BAGIAN 5 : MASA KEEMASAN
INTELEKTUAL
Abad
ke-9 sampai ke-13 dunia islam mengalami perkembangan dalam bidang imiah,
religius, filsafat, dan kebudayaan dalam skala yang tertandingi dalam sejarah.
Tanah Arab yang semula gersang bangkit sebagai negara yang mempunyai banyak
budaya, agama dan tradisi intelektual mulai dari Spanyol hingga India
RUMAH KEBAJIKAN
Dalam
pemikiran khalifah Abbasiyyah ketujuh, Al-Ma’mun (813-833) masyarakat masa
depan hanya bisa diwujudkan dalam sebuah ilmu pegetahuan jadi pada kekhalifahan
ini leih cenderung mengedepankan ilmu pengetahuan dan intelektual sebagi
perwujudan generasi masa depan yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan di seluruh
dunia. Pada masa ini semua cendikiawan-cendikiawan yang ahli dikumpulkan di
lokasi terpusat untuk melakukan penerjemahan buku-buku dari bahasa asli ke
bahasa arab, yang dalam hal ini akan diberi hadiah sesuai apa yang telah
dikerjakan. Abassiyah juga mendirikan institusi pendidikan di Banghdad yang
dikenal degan nama Al-Hikmah dalam institusi ini semuanya berada dalam satu
wilayah kampus. Pada masa ini Rumah Al Hikmah mempunyai keunikan. Pertama,
ekspansi kerajaan muslim menyatukan umat. Kedua, bahasa Arab merupakan bahasa
penyatu umat dari berbagai latar belakang. Ketiga, Islam memerintahkan untuk
menuntut ilmu sebagai bagian dari ibadah yang telah tertuang dalam ayat-ayat
Al-Qur’an. Tiga faktor inilah yang mewujudkan masa keemasan intelektual di
Jazirah Arab.
MATEMATIKA
Matematika
merupakan dasar dari semua bidang ilmu pengetahuan pada masa keemasan
itelektual hingga saat ini. Salah satu ilmuan matematika Muslim terbesar
bernama Muhammad bin Musa Al Khawarizmi, yang merupakan orang Persia (780-850
M). Ia merupakan penyumbang terbesar dalam Rumah Hikmah berupa penggunaan
sistem angka India dan segala informasinya. Ia
juga menambahkan angka 0 dalam angka India tersebut. Ia juga
menyumbangkan penerapa Aljabar dalam kehidupa sehari-hari. Aljabar berasal dari kata Al
Jbr yang berarti melengkapi. Matematikawan lain yaitu Umar Khayyam
(1048-1131 M). Ia juga mempunyai keahlian dibidang sastra akan tetapi ia adalah
matematikawan yang hebat juga.
Ummar
Khayyam menemukan metode dalam memecahkan persamaan kubik-persamaan aljabar dan
ia juga mengembangkan theorem abinomial yang digunakan untuk mengembangkan
trigonometri. Sifat trigonometri dasar yang dikembangkang oleh ilmuan muslim
ini juga berfungsi sebagai GPS.
ASTRONOMI
Tindakan
lanjut dari imu matematika menghasilkan karya astronomi yang berguna untuk
penelitian perbintangan. Pada masa Al-Ma’mun ini semua cendikiawan dikumpulkan
untuk memepelajari tentang teori kuno. Ptolomeus, melalui karyanya ia
beranggapan bahwa bumi itu diam. Tetapi banyak yang membantah dan Al-Biruni
dalam pendapatnya menyatakan bahwa bumi itu berputar disumbunya. Perdebatan
mengenai pemikiran Ptolomeus ini sampai ke kancah Eropa dan dimulai dari ini
Eropa mempelajari tentang bumi. Dalam astronomi terdapat suatu alat praktis
yang disebut astrolobe yang mempunyai banyak kelebihan sehingga merombak dunia
perkapalan dan digunakan sampai 1700-an sebagai standar navigasi.
GEOGRAFI
Dalam
geografi dunia, terdapat banyak mitos mengenai para pengelana yang telah melakukan perjalanan sampai Atlantik.
Tetapi belum ada kebenaran mengenai ini. Pada 1300-an, Ibnu Battuta melakukan
perjalanan dari Maroko sejauh 170 ribu km yang melintasi Asia Tenggara, India,
Tiongkok, dan Asia Tenggara. Pertengahan abad 10, ahli geografi Al-Mas’udi menuliskan
pelayaran yang dilakukan oleh kaum Muslim menuju kaum yang tak dikenal.
KEDOKTERAN
Dalam
keilmuan kedokteran terdapat Dokter besar dari Yunani Kuno yaitu Galen, ia
telah menyumbangkan banyak karyanya dalam bidang medis. Dokter besar lainnya
yaitu Ibnu Shina (Avicenna). Ibu shina merupakan ahli medis muslim yang
terkenal. Ibnu Shina merupakan orang pertama yang mengenalkan kedokteran
eksperimental. Setelah banyaknya ilmu kedokteran yang bisa dipelajari, dalam
masa keemasan intelektual ini mendirikan rumah sakit bagi orang-orang yang
kurang mampu.
FISIKA
Dalam
ilmu fisika, fisikawan muslim membangun pengetahuan diatas kebudayaan kuno yang
karyanya diterjemahkan kedalam bahasa Arab. Ilmuan fisika yang terkenal adalah
Ibnu al-Hytham (965-1040 M). Ia berasal dari Irak. Ibnu al-Hytham memusatkan
pemikirannya pada fokus cahaya.
FIKIH DAN HADIS
Dalam
ilmu fikih dan hadis para ulama dulu memusatkan segala sesuatu pada Qur’an dan
tindakan Nabi. Tetapi seiring banyaknya pertanyaan mengenai hal yang belum
terjelaskan dalam kedua landasan tersebut maka menggunakan ijhtihad. Dalam masa
ini hadir 4 ahli hukum besar antara lain ; Imam Maliki, Imam Syafi’i, Imam
Hanafi, dan Imam Hambali. Kemudian dalam hadisnya terdapat imam Al-Bukhori yang
sangat menguasai hadis yang diucapkan oleh Nabi. Kemudian ia juga melakukan
anallisis mengenai hadis-hadis yang bisa dianggap shahih.
TEOLOGI
Teologi
merupakan aliran yang mengesakan Allah. Pada saat ini terdapat kelompok
Mu’tazilah yang meyakini bahwa Al-Qur’an bukan firman Allah secara harafiah.
Hal tersebut dibantah oleh Imam Hambali dan Al Gazali. Setelah beberapa waktu
daratan Arab kembali pada ajaran bahwa Al-Qur’an memuat segalanya.
SYI’AH
Kelompok
ini meyakni Ali dan keturunannya berhak menjadi khalifah. Kelompok Syi’ah ini
merupakan kelompok yang menentang masa kekhalifahan Abu Bakar dan Umar.
Kelompok Syi’ah ini telah melakukan apapun demi kemajuan kelompoknya agar
menjadi pemimpin. Tetapi semua itu berakhir pada 1100-an M dan Syi’ah akan
bangkit kembali saat kebangkitan Kerajaan Safavid pada awal 1500-an.
BAGIAN 6 : PERGOLAKAN
Setelah
300 tahun sejarah pertama umat Islam, yang telah yakin pasti akan mengalami
masa kejayaannya. Pada saat itu Islam menyebar ke berbagai wilayah Timur
Tengah, Afrika Utara , dan Persia dengan cepat. Umat Islam sudah menghentikan
ekspansi militer dan beralih ke dunia ilmu pengetahuan hingga batas-batas baru
yang tidak dikenal. Pada tahun 900-an Masehi umat Islam mulai mendapatkan
serangan-serangan militer dari berbagai lawan seperti Syi’ah, Mongol, dan
Pasukan Salib Eropa yang silih berganti menyerang tanah Arab. Kejadian ini
hingga 1500-an Masehi masih saja terus berlangsung. Atas sedikit demi sedikit
kehancuran dialami oleh orang Arab banyak yang beranggapan bahwa hari akhir
telah tiba.
ISMAILIYAH
Ismailiyyah
merupakan keturunan Ismail yang bersembunyi diantara penduduk Muslim pada
umumnya. Kaum Syi’ah merupakan bagian dari kelompok Ismailiyyah ini. Untuk
memperluas ajaran Ismailiyyah ini para pendakwah berpergian ke Timur Tengah dan
Afrika Utara untuk membuat dukungan Imamah Ismailiyyah.Bani Abbasiyah yang
telah mengetahui kelompok Ismailiyah melakukan pembasmian terhadap ajaran
Ismailiyyah. Kelompok Ismailiyyah ini melakukan dakwah untuk mencari dukungan
agar bisa melawan kaum Abbasiyah. Kelompok Syi’ah ini kemudian diberi nama
‘Qaramita’. Kaum Qaramita ini dibantu dengan suku Badui (Jazirah Arab
Timur) melakukan serangan kepada
Abbasiyah. Qaramita ini merupakan kelompok yang juga telah mencuri Hajar Aswad
dari Mekah dan dibawa ke Bahrain. Kelompok ini merupakan kelompok yang terlalu
fanatik sehingga bisa dibilang ini bukan penganut agama Islam.
FATIMIYYAH
Setelah
golongan Syi’ah menyebutkan namanya sebagai Ismailiyyah di Jazirah Arab bagian
Timur, sepanjang tahun 800-an Ismailiyyah melakukan dakwah di Afrika Utara utuk
mendapatkan dukungan yang kemudian sekelompok ini diberi nama dengan Fatimiyyah
yang dipimpin oleh keturunan Ismail ‘Ubaidillah’ (Al-Mahdi) yang tidak
diketahui secara jelas asal usulnya. Kaum Fatimiyyah ini berkali-kali melakukan
segala perang ntuk menaklukan wilayah yang diinginkannya. Ia menaklukan
Sissilia lalu bergerak menuju Mesir dan menjadikan Afrika Utara di bawah
kendalinya menjelang tahun 920-an. Banyak pemberontakan yang dilakukan kaum
muslim kepada Fatimiyyah yang berhasil memperlambat gerakan Fatimiyyah dalam
ekspansinya.Saat Abbasiyah lemah, Dinasti Persia menaklukan Irak. Mesir
dikuasai oleh Turki oleh Ikhshidiyyah. Fatimiyyah memanfaatkan kondisi saat
terjadinya perpecahan antara Mesir dengan Persia dengan mencoba melakukan
pemberontakan ke pasukan Ikhshidiyyah. Disamping itu Fatimiyyah juga menangani
ancaman dari Byzantium. Saat Fatimiyyah berkuasa mereka mendirikan kota baru
(Kairo) dan Universitas Al- Azhar sebagai penyebaran ajaran Ismailiyyah. Waktu
demi waktu berlalu golongan Fatimiyyah mulai mengalami kemunduran dan para
penduduk Mesir, Suriah, dan Afrika Utara tetap kukuh menjadi Muslim Suni.
PERANG SALIB
Pendorong
diadakannya Perang Salib adalah orang Turki yang telah lama menguasai kota
Jerusalem, sehingga orang Kristen menginginkan wilayah Jerusalem karena wilayah
tersebut telah jatuh kepada muslim saat kekhalifahan Umar. Pasukan perang Salib
melakukan serangan-serangan di Jerusaleem tersebut, pasukan tersebut memanfaat
situasi dimana pada saat itu terdapat keuasaan yang silih berganti antara
Fatimiyyah dan Seljuk sehingga terlambat dalam mempertahankan Jerusaleem hingga
Jerusaleem berhasil di bawah kendali kaum Kristen.
PEMBEBASAN JERUSALEM
Dalam
misi pembebasan Jerusaleem ini dipimpin oleh Saladdin keponakan dari wazir
Mesir pada 1169 Masehi. Setelah pergantian wazir Mesir, Saladdin merasa tidak
suka dengan wazir Mesir dan terjadilah ketegangan diantara keduanya. Jerusaleem
yang semula dikuasai oleh Perang Salib dikelilingi oleh pasukan Muslim yang
sangat kuat yang siap merebut Jerusaleem kembali ke tangan kaum Muslim. Pada
tahun1187, pasukan Saladdin benar-benar memukul mundur pasukan perang Salib
dari Jerusaleem. Kemudian Jerusaleem kembali ke tangan kaum Muslim berkat
Saladdin. Saladdin disini mengikuti jejak Umar pada 637 M. Dua puluh tahun
setelah pembebasan Jerusaleem dari pasukan perang Salib, Jerusaleem mendapat
ancaman dari pasukan Mongol.
BANGSA MONGOL
Bangsa
Mongol merupakan orang nomaden yang menunggang kuda , tetapi mampu menguasai kerajaan-kerajaan
duni. Bangsa Mongol melakukan ekspansi militernya ke wilayah-wilayah yang
diinginkannya. Setelah melakukan perjalanan yang jauh akhirnya pasukan Mongol
tiba di Khwarezmian, alih-alih berdamai dengan Mongol malahan Khwarezim menghukum pasukan Mongol sehingga
timbulah aksi balas dendam oleh Mongol dan menciptakan kehancuran di Tanah
Islam di Persia, Irak, dan Suriah. Pasukan Mongol telah menghancurkan kota yang
menjadi pusat intelektual sehingga sejarah Islam yang dibangun 600 tahun dihapuskan
Mongol hanya dalam beberapa minggu. Pasukan Mongol merupakan ancaman yang
sangat buruk bagi dunia Islam karena ia tak segan-segan menghancurkannya tanpa
sisa. Pasukan perang salib yang bergabung dengan Mongol pada tahun 1255
melakukan serangan untuk melenyapkan kekuatan politik Islam. Kerajaan Khwarezim
tercerai-berai, Persia disapu habis, Baghdad ditaklukkan, Rumah Hikmah
(Banghdad)yang telah menjadi pusat pembelajaran rata dengan tanah dan bukunya
dibuang ke Sungai Trigis, dan semua kerajaan Islam ditaklukkan oleh Mongol.
Tetapi negara Mesir tidak mampu dijangkau oleh Mongol sehingga peradaban Islam
disana masih tersisa.
BAGIAN 7 : AL-ANDALUSIA
Dalam
sepanjang kemenangan yang telah dicapai oleh umat muslim di Semenanjung Arab,
orang muslim ingin melakukan ekspansi agama ke wilayah Eropa.
PENDIRIAN ISLAM DI SPANYOL
Pada
pertengahan abad ketujuh Bani Umayyah mengalami kelambatan dalam melakukan
invasi untuk menyebarkan Islam. Pada tahun ke 710-an Masehi Bani Umayyah
kembali melakukan invasi dan merambah ke Semenanjung Iberia dan menaklukannya.
Penaklukan yang sangat cepat ini membuat perdebatan di antara kaum Iberia.
Setelah penaklukan, dimulailah permukiman
Islam yang tak terorganisasi dan sembarangan. Imigran Berber memilih
untuk bermukim di daerah utara dan barat, mencari area pengembalaan. Suku Arab
cenderung bermukim di daerah subur di selatan kota utama sperti, Kordoba,
Valencia, dan Zaragosa. Suku Arab dan Berber banyak menikah dengan penduduk
lokal dan menciptakan budaya unik yaitu Arab, Berber, dan Hispanik
PENGUASA UMAYYAH
Abdul
ar Rahman yang mendapat julukan Ad Dhakil (sang imigran), pangeran yang berusia
dua puluh tahun keturunan Bani Umayyah berhasil melarikan diri dari kekuasaan
Abbasiyah dan menuju ke Andalusia. Semua keluarganya telah mati pada saat
penguasa Abbasiyyah. Ibunya yang merupakan asli Berber membuat ia mencari
dukungan di Afrika Utara. Pada 755 Masehi ia berhasil mendapat dukungan penuh
dari suku Berber. Abdul Rahman mendirikan Emirat Umayyah yang menjadi kawah
percampuran budaya. Selain itu di Semenanjung Iberia ini setengahnya telah
menjadi muslim dan orang kristen hanya kisaran 20%. Puncak negara Umayyah di
Spanyol berlangsung hingga Abdul Rahman III pada 912-961 M.
Abdul
Rahman sangat mencintai dunia seni dan pengetahuan hingga ia mendirikan
perpustakan yang berada di puast ibukota Kordoba, dalam perpustakaan tersebut terdiri dari 400
ribu buku dalam berbagai bahasa. Di Kordoba banyak orang-orang luar yang
belajar disana dengan para cendikiawan Islam. Pada abad selanjutnya, ia membuka
universitas di Italia, Perancis, dan Inggris. Tidak hanya dalam bidang
pegetahuan di Kordoba juga dibangun Masjid Agung yang mampu menampung ribuan
jamaah. Di samping Masjid Agung , Abdul Rahman III juga membuat Istana raksasa
di luatr Kordoba. Semua pencapaiannya menjadikan Andalusia sebagai Perhiasan
Dunia. Setelah kenyamanan selama bertahun-tahun, pada 1009 M Sulaiman II
menggulingkan Bani Umayyah dan menjadikan Bani Umayyah kedalam beberapa negara
bagian yang saling bersaing
PERIODE TAIFA DAN REFORMASI BERBER
Setelah
jatuhnya Umayyah di Andalusia dan menjadikan Andalusia kedalam ta’ifa-ta’ifa
yang kecil, hal tersebutlah menjadikan taifa kecil melakukan persaingan yang
berperang sehingga menghancurkan Andalusia yang semula sangat makmur. Para raja
dari setiap taifa melakukan perang saudara sesama muslim dengan mencari bantuan
dari Kerajaan Kristen, sehingga perlahan Kristen mulai menguasai satu persatu
wilayah di Andalusia dan menjadikannya permukiman kaum Kristen.
Penaklukan
kristen pertama kali dimulai di bagian utara semenanjung Iberia yang dulunya
belum bisa di dikendalikan oleh muslim. Setelah taifa-taifa tidak tahan dengan
kerajaan Kristen, ia mencari bantuan dari kaum Murabitun. Terjadilah perang
antara Murabitun dengan pasukan kristen, tetapi Murabitun mundur dan lebih
memilih untuk kembali ke Afrika Utara. Perpecahan yang telah terjadi oleh
taifa-taifa membuat Murabitun melakukan penyatuan dengan mengasingkan raja-raja
taifa. Dalam waktu sepuluh tahun negara-negara taifa telah berada dibawah
kendali Murabitun. Akibat berbagai konflik keraguan rakyat kepada Murabitun,
muncullah gerakan Muwahhidun. Gerakan ini melakukan pertahanan-pertahanan di
Andalusia stelah berabad-abad mengalami jatuh bangun dengan munculnya negara
taifa yang kedua dan berbagai koflik. Pada akhirnya Muwahhidun mengalami
kemunduran dengan adanya konflik perang saudara diantara Muwahhidun.
GRANADA
Setelah
kemunduran Muwahhidun dari Andalusia, masih tersisa suatu negara yang bernama
Emirat Granada. Emirat Granada memanjang dari selatan Iberia . di Granada
terdapat Arab yang bernama Nastrid yang mampu berkuasa selama satu sampai dua
abad lebih. Mereka berasal dari Bani Kharaj, salah satu suku yang menerima Nabi
di Madinah pada 622 M. Tetapi kedatangan Granada di Andalusia merupakan akhir
dari kekuasaan Islam di Semenanjung Iberia. Setelah Granada mengalami beberapa
pergantian penguasa, Granada menjadi satu-satunya kota yang tersisa yang
diperintah oleh Muslim di Semenanjung Granada. Raja Katolik yang terkenal,
Ferdinand dan Isabella menyatukan Castilia dan Aragon menyiapkan jalan bagi
Spanyol modern untuk menyerang Granada. Granada mengalami pemboikotan yang
sangat menyedihkan sehingga para penduduk mengalami keputusasaan. Pada 1 Januari
1492, secara resmi Granada berpindah tangan ke Spanyol. Dan bendera yang
menyatakan “Dan tak ada kemenangan selain Tuhan” diturunkan untuk terakhir
kalinya. Bagi Kristen inilah pemenuhan yang menggembirakan. Tetapi bagi umat
muslim, sudah tak ada lagi kemenangan Islam di Andalusia yang di bawah
kepemimpinan Muhammad XII pada masa itu.
MORISCO
Setelah
kekalahan Granada oleh Kristen, umat islam yang masih berada di bawah pimpinan
kaum Kristen dipaksa untuk masuk kristen dan diberikan dua pilihan hukuman mati
atau masuk Kristen. Karena desakan demi desakan dilakukan oleh penguasa Kristen,
maka kaum muslim memilih untuk masuk agama Kristen, tetapi mereka tidak
meyakini dan masih tetap melakukan ajaran-ajaran islam secara diam-diam
dirumahnya sendiri. Kelompok inilah yang kemudian dinamai Morisco oleh Kristen.
Orang-orang Morisco tetap melakukan ajaran-ajaran Islam meskipun Kristen telah
melarang apa yang dilakukan oleh umat Islam di Spanyol. Raja Spanyol tak pernah
mengabaikan kepercayaan rahasia Morisco, sehingga melakukan penangkapan
orang-orang Morisco. Setelah apa yang dilakukan oleh orang Morisco Raja-raja
Spanyol geram dan memutuskan untuk mengusir orang-orang Morisco dari Spanyol.
Seluruh desa Morisco dikosongkan, penduduknya dipaksa ke pantai, tempat
kapal-kapal dari Eropa menunggu untuk membawa mereka ke Afrika Utara. Morisco
diizinkan membawa barang-barang mereka sebanyak mungkin, tetapi Spanyol menyita
tanahnya. Anak di bwah umur empat tahun diambil dari keluarganya untuk
dipelihara sebagai anak Kristen.
BAGIAN 8 : TEPI
Dalam
sejarahnya agama Islam sebenarnya bukan hanya di Timur Tengah saja akan tetapi
meluas sampai jauh seperti di Afrika, Toingkok, dan Asia Tenggara.
AFRIKA BARAT
Di
kawasan Afrika Barat cenderung didominasi oleh sabana dan Sungai Niger.
Masyarakat sulit bertahan hidup di sahara rumput ini. Sehingga sebagian besar
kerajaan di Afrika Barat hidup di kawasan sekitar Sungai Niger. Kerajaan di
Afrika Barat sangat bergantung pada perdagangan yang dilakukan oleh kaum
muslim. Kaum muslim berbondong-bondong menuju Afrika Barat untuk melakukan
perdagangan dan menyebarkan agama Islam. Karena kelompok muslim tersebut hanya
pedagang dan bukan misionaris maka penyebaran agama Islam lambat meneybar. Kerajaan Islam pertama di Afrika Barat adalah
Mali. Raja pertama Mali adalah Sundiata Keita yang kemudian diasingkan oleh
saudaranya sendiri dan tahtanya direbut oleh Mansa Musa.
Dalam
pemerintaha Mansa Musa Kerajaan Mali mengalami kemakmuran. Rombongan Mansa Musa
melakukan perjalanan ke Mesir dengan membawa emas yag banyak untuk dibagikan.
Setibanya di Mesir Mansa Musa memberika emas yang berlimpah sehingga Mesir
mengalami inflasi yang cukup parah. Dengan kekayaan yang berlimpah tersebut
Mali melakukan perluasan di bidang ilmu pengetahuan dengan membayar para ulama,
guru dan seniman untuk dibawa ke Afrika Barat dan memperdalam nilai-nilai
keislaman pada 1320 M. Setelah abad malapetaka Mongol menghancurkan Rumah
Hikmah yang ada di Banghdad, Afrika Barat bangkit menjadi pusat keilmuan baru.
AFRIKA TIMUR
Kawasan
Afrika Timur tidak butuh waktu lama dalam penyebaran agama Islam. Hal ini
dikarenakan pada masa Rasulullah SAW terdapat sekelompok orang yang tidak kuat
dengan siksaan di Mekah dan melarikan diri ke Afrika Timur. Cara utama
penyebaran agama Islam di Afrika adalah oleh para pedagang Muslim. Banyak
pedagang muslim yang menikah dengan orang Afrika Timur sehingga semakin banyak
terjadinya asimilasi budaya disana.
BUDAK AFRIKA DAN AMERIKA
Islamisasi
yang dilakukan di Afrika membawa penyebaran Islam menyebrangi Smudera Atlantik
di Amerika Utara dan Selatan, tetapi rencana memperbudak penduduk asli Amerika
ternyata gagal. Sehingga setelah rencana awal gagal, orang Afrika dijadikan
budak dan diperjualbelikan di Amerika. Selama di Amerika budak Afrika mengalami
berbagai penyiksaan sehingga mereka merasa tertekan. Sedangkan yang menjadi
budak Muslim mengalami hal yang sangat baik dari tuannya, karena mereka lebih
terdidik, mendapat pengetahuan banyak, dan hanya melakukan pekerjaan yang
ringan saja. Terdapat salah satu ulama Islam yang menyamar menjadi budak dan
memanfaatkan kondisi tersebut dengan melakukan pemberontakan kepada Brazil. Hal
tersebut menanamkan rasa takut kepada budak tersebut dan mengembalikan budak
tersebut ke Afrika.
TIONGKOK
Islam
juga menyebar di wilayah Tiongkok dengan waktu yang relatif sama saat
penyebaran Islam di Afrika Barat, Asia Timur, dan Asia Tenggara. Akan tetapi
Islam menjadi agama yang minoritas di Tiongkok dan agama yang menjadi mayoritas
adalah Budha dan Konfusius. Disini Islam menjadi terisolasi oleh kaum Tiongkok.
Tetapi , isolasi ini berakhir pada saat peaklukan Mongol pada abad ketiga belas.
Muslim di Tiongkok yang paling terkenal adalah Dinasti Zeng He- Ceng Ho
(1371-1433) yang menjadi salah satu penjelajah terbesar di dunia.
INDIA
Mahmud
dari Ghazni (977-1030) adalah seorang sultan Turki yang melakukan ekspedisi
militer ke pedalaman India. Di Ghazni dataran tinggi di Afganistan yang dekat
dengan India maka Mahmud memfokuskan perhatian di anak benua ini. Tujuh belas
tahun aksi militer yang dilakukan di India Utara menghasilkan sebuah capaian
yaitu kemakmuran bagi kerajaannya. Setelah Dinasti Mahmud dan Dinasti
Ghaznavid, selanjutnya bediri Dinasti Ghurid yang melanjutkan pemerintahan dari
dinasti sebelumnya. Ghurid mengandalkan budak tentaranya sebagai pasukannya,
tetapi budak tersebut malah menggulingkan tuan-tuannya dan mendirikan
Kesultanan Delhi. Dalam kesultanan Dehli tidak mengklaim adanya khalifah.
Meskipun dipisahkan oleh ribuan kilometer rangkaian pegunungan yang tinggi di
Himalaya dan Hindu Kush, Kesultanan Delhi berusaha menyatukan India dengan
dunia Islam. Walaupun berbagai cara memperluas Islam di India tetap saja
populasi Islam di India tidak melebihi Hindu.
ASIA TENGGARA
Sebelum
tersebarnya Islam di Asia Tenggara, buddha dan hindu telah diekspor oleh India
ke Asia Tenggara oleh para pedagang. Perdagangan juga memainkan peran penting
dalam persebaran Islam di Asia Tenggar oleh kaum pedagang India yang telah
terpegaruh oleh Islam. Raja-raja lokal tertarik masuk Islam karena peluang
ekonomi yang dihadirkan. Islam menjadi perekat bagi perdagangan di Samudera
India. Islam mulai menyebar di kalangan penduduk lokal Kepulauan Melayu melalui
penguasa muslim. Negara-negara yang telah ditaklukkan oleh Islam antara lain
Indonesia, Filipina, dan Malaysia. Bahasa dan adat Melayu diadopsi saat
penyebaran Islam di Asia Tenggara.
BAGIAN 9 : KELAHIRAN KEMBALI
Menurut
sejarawan dan filsuf abad ketiga belas dan empat belas, Ibnu Khaldun
menjelaskan bahwa setiap dinasti memiliki jangka waktu hidup alami yaitu tiga
fase, fase pertama adalah pertumbuhan yang ekspansif, fase kedua adalah
pertumbuhan setelah generasi pertama, dan fase ketiga adalah kehancuran yang
diakibatkan oleh kemewahan dan kenyamanan yang membuat dinasti terlena akan
ancaman internal maupun eksternal.
ASAL MULA OTTOMAN
Negara
Ottoman berdiri pada 1299, yang merupakan suatu pencapaian Osman sebagai
pemimpin tentara kecil dan memanfaatkan serangan Mongol pada waktu itu. Saat
segerombolan tentara pimpinan Osman dan anaknya menguasai banyak kota-kota
Byzantium, beylik Ottoman mulai lebih tampak sebagai negara stabil. Orhan
melanjutkan pemerintahan ayahnya Osman dan melakukan berbagai perluasan di
Byzantium, terutama di Anatolia karena kota tersebut menjadi pusat perkotaan
yang mapan dengan benteng yang kuat. Ottoman melalui pimpinan dari generasi ke
generasi mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dalam kekuatannya. Ottoman
juga menerapkan aturan perang yakni tidak melukai para penduduk sipil dan
mengambil hartanya, tetapi hanya membunuh tentara musuh saja. Setelah berbagai
perang dilakukan oleh Ottoman, akhirnya Ottoman( Bayezid 1 ) pun ditangkap
supaya anak-anaknya melakukan perang saudara dan melemahkan dinasti Ottoman. Akhirnya
anak Bayezid 1 mengalami kemenangan atas perang saudara tersebut dan menyatukan
wilayah dibawah kendalinya. Hanya satu wilayah yang belum dikuasai oleh Ottoman
di Byzantium yakni Konstantinopel.
KEMENANGAN KEKAISARAN OTTOMAN
Setelah
kegagalan Murad dalam merebut kekuasaaan di Konstantinopel, Mehmet II menerima
tantangan dari ayahnya tersebut untuk menaklukan Konstantinopel. Pada waktu
diangkat menjadi pemimpin Mehmet masih berusia sembilan belas tahun. Mehmet
berusaha meyakinkan wazir agung bahwa ia bisa menaklukan Konstantinopel. Mehmet
melakukan berbagai taktik dalam penyerangan Konstantinopel. Mehmet menugaskan
insinyur Hungaria untuk membuat kanon terbesar agar mampu menembus dinding
Konstantinopel dan merekrut 100 ribu tentara untuk penyerangan. April 1453, pasuka
Mehmet tiba di Konstantinopel. Setelah bombardir yang terus-menerus dan
strategi yang genius melibatkan 70 kapal Ottoman sejauh 2 km dari daratan
hingga pelabuhan kota itu , penaklukan pun berhasil. Konstantinopel yang
ditaklukan pada 29 Mei 1453 berada dibawah kendali Mehmet dan kemahsyuran
Mehmet tidak diragukan lagi. Mehmet melakukan asimilasi budaya di kota taklukan
tersebut dengan mendirikan Masjid-masjid dengan menggunakan arsitektur Ottoman.
MASA KEEMASAN OTTOMAN
Setelah
Mehmet meninggal dunia, ekspansi militer dan ekonomi dilanjutkan generasi
Bezeid II dan Salim I. dalam 8 tahun kepemimpinan Salim I, Ottoman mampu
mengalahkan Dinasti Safavid. Ottoman mengambil peran religius diberbagai negara
Muslim. Masa keemasan negara Ottoman berlangsung sekitar 46 tahun dibawah
pimpinan Suleiman, dari 1520 sampai 1566. Masa keemasan ini Suleiman mampu
menyatukan berbagai keyakinan menjadi suatu pemerintahan yang maju dan mengubah
sistem hukum yang ada tanpa melenceng dari ajaran Islam. Saat Suleiman meninggal kekuasaan beralih ke
Salim II, tidak seperti Salim I, Salim II ini merupakan awal kemunduran
kekuasaan Ottoman di dunia.
SAFAVID
Seperti
terbentuknya Negara Ottoman, Safavid sendiri merupakan pasukan kecil yang memanfaatkan
konflik yang ada waktu itu. Golongan ini merupakan golongan Syi’ah yang
dipimpin oleh sufi Turki dan menganut Imam duabelas. Perkembangan kekuasaan
Safavid pada akhir 1400-an mendapatkan serangan dari pangeran-pangeran Suni di
Persia. Pada 1488, pemimpin Safavid terbunuh dan kekuasaanya dilimpahkan kepada
anak tertuanya yang berumur 2 tahun bernama Ismail. Setelah Islmail cukup umur
ia berhadil merebut kota Tabriz yang akan menjadi ibukota pemerintahannya.
Dalam
masa pemerintahannya Safavid memaksakan ajaran Persia dengan Syi’ah dua belas imam. Ismail berusaha meyakinkan
orang Persia terhadap Syiah. Pada 1510 Salim yang saat itu menjadi raja
menyerbu Safavid akan tindakanya yang memaksakan aliran syiah. Ottoman
menyerang Safvid dan kemudian mampu menaklukan Safavid. Kerajaan Ismail
mengalami kejayaan pada pimpinan Abbas I, yang memerintah sejak 1587-1629
dimana pada saat itu pemimpin kerajaan Ismail melakukan perkembangan budaya
syiah lagi ke Persia dengan membangun
masjid dengan bangunan yang rumit dan bangunan bangunan yang indah. Arsitektur
Safavid pada waktu itu telah mahsyur dan kota tersebut dijuluki “Ishfahan adalh setengah dunia”
MUGHAL
Kerajaan
Mughal didirikan oleh Babur ( 1483-1530)
yang merupakan keturunan dari Genghis Khan dan Timur. Kerajaan ini mengalahkan
kerajaan Islam satu-satunya di India dan mengangkat diri menjadi Raja Delhi
pada 1542. Kerajaan Mughal yang merupakan keturunan Mongol tidak memainkan
peran Mongol dalam pemerintahannya dan malah menyatukan India, Arab, Persia,
dan Turki. Pada masa ini juga dibangun Taj Mahal yang diarsiteki oleh Miamar Sinan dari Ottoman. Pencampuran budaya
di Kerajaan Mughal mencolok pada masa Kaisar Akbar dimana ia merumuskan agama
baru dan menyatakan bahwa Islam dan Hindu bukanlah agama yang cocok. Setelah
berbagai perdebatan dengan ulama Islam penguasa penerusnya merencanakan untuk
kembali ke Islam tradisional.
TIGA KERAJAAN MESIU
Tiga
kerajaan yang menerapkan mesiu antara lain Ottoman, Safavid, dan Mughal yang
ketiga kerajaan tersebut memiliki inti budaya Islam meskipun terdapat berbagai
konflik. Di Ottoman terjadi konflik antara Islam dengan Kristen, Safavid
terjadi konflik antara gerakan Syiah dengan gerakan Suni, dan di Mughal terjadi
konflik antara Hindu dengan Islam. Kerajaan Ottoman yang pertama kali
menggunakan mesiu dan dilanjutkan oleh Safavid dan Mughal merupakan akhir dari
perkembangan Ilmu teknik di dunia Islam. Pada abad kedelapan belas dan sembilan
belas, ketiga kerajaan mesiu tersebut lenyap dan Eropa menjadi unggul dalam
bidang teknik yang dahulunya telah dikembangkan pada masa kerajaan mesiu.
BAGIAN 10 : KEMUNDURAN
PERMASALAHAN KERAJAAN OTTOMAN
Awal
mula kemunduran kerajaan Ottoman adalah pada saat akhir masa kekuasaan sultan
Suleiman (Salim I) pada 1566. Ada beberapa faktor yang berperan dalam kemunduran
Ottoman. Alasan utamanya adalah mereka tak mampu lagi mendapatkan kemenangan
yang meyakinkan di medan perang. Ottoman yang melakukan penyerangan ke Wina
bagian Eropa Tengah, tetapi mereka gagal dan menjadikan Ottoman tidak dapat
menjangkau wilayah Eropa. Satu per satu wilayah yang telah ditaklukan oleh
Ottoman diserahkan kepada orang-orang Eropa. Kerajaan Eropa menguras kekayaan
Ottoman dengan mengumpulkan emas dan perak dari Ottoman dalam jumlah besar.
Keadaan Ottoman semakin melemah saat kaum intelektual Ottoman meremehkan
intelektual orang Eropa sehingga orang Eropa semakin maju dan Ottoman semakin
stagnan dalam ekspansi militernya. Setelah wilayah Ottoman direbut oleh orang
Eropa sebagian besar orang kristen menjadikan wilayah tersebut untuk kemajuan
Kristen Perancis. Kenyataan bahwa Ottoman bersedia menyerahkan wilayahnya
merupakan tanda bahwa lemahnya mereka menjelang abad kedelapan belas.
REFORMASI LIBERAL
Menjelang
1800-an, Mahmud II(berkuasa 1808-1839) menjadi sultan pertama dan melkukan reformasi
pemerintahan Ottoman menjadi lebih bergaya Eropa. Hal tersebut tentu saja
membawa berbagai perdebatan dikalangan wazir agung dan malah mengilangkan
budaya Arab menjadi budaya Eropa. Reformasi dipercepat pada saat pemerintahan
anak Mahmud, yaitu Abdulmajid I (berkuasa 1839-1861) dan Abdulaziz (1861-1876)
yang menerapkan Tanzimat (bahasa Turki untuk reorganisasi). Setelah
perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pemimpin Ottoman , kerajaan ini
menanggalkan tradisi Islam dan menggantinya dengan pendekatan liberal dan
sekuler. Setelah reformasi yang berlangsung lama menggunakan sistem tanzimat,
Ottoman muda menganggap bahwa tanzimat kurang liberal sehingga mengalami
kegagalan. Pergantian pemimpin silih berganti dilakukan oleh wazir agung dan
berakhir pada pemerintahan Abdulhamid II.
PAN-ISLAMISME
Abdulhamid
adalah pemimpin terakhir Ottoman yang sangat terpelajar dan sederhana. Ia
adalah orang yang serbabisa. Ia lebih memilih tinggal ditempat sederhana yang
di Istana Yildiz yang lebih kecil dan terpencil. Abdulhamid berusaha
mengembalikan kejayaan Ottoman dengan melakukan reformasi kekuatan tradisional Islam. Akibat kemunduran
Ottoman sebelumnya menjadikan Islam sebagai minoritas di antara etnis lain.
Kemudian ia melakukan strategi mengumpulkan orang Islam dan menjadikannya
sebagai pemimpin spiritual. Sehingga lahirlah gerakan Pan-Islamisme. Berbagai
pembangunan dilakukan oleh Abdulhamid. Tujuan Pan-Islamisme sesuai dengan aspek
no-sekuler Tanzimat. Reformasi memperkuat kerajaan diperluas, penasihat militer Jerman dipanggil untuk
memodernisasi dan melatih pasukan Ottoman. Kapal-kapal perang didatangkan dari
Inggris, Prancis, dan Amerika. Pendidikan diperluas sehingga menyaingi sekolah
asing. Meskipun berusaha mempertahankan kerajaan dengan bentuk Islam dan
monarki, Abdulhamid tidak mampu membendung tersebarnya sekularisme dan
liberalisme dikekuasaanya. Pada 1909, Abdulhamid diberhentikan oleh Turki muda
dan kekuasaan selanjutnya berada dalam pimpinan Turki Muda selama 2 periode.
INDIA
Pada
saat puncak kekuasaan Mughal oleh Aurangzeb, bentuk kerajaan pusat mulai
terurai dan Mughal menjadi wilayah yang mampu membawahi kerajaan-kerajaan lain.
Setelah kematian Aurangzeb, Kerajaan India selama duabelas tahun diperintah
oleh 5 raja yang silih berganti. Yang diantara kelima raja tersebut tidak
efektif dalam pemerintahannya, sehingga provinsi-provinsi di Mughal tidak
memiliki hubungan dengan pusat kerajaan Mughal. Setelah kerajaan Mughal
tercerai berai, wilayah Inida mulai dikuasai dengan membuat gerakan East India Company
oleh Inggris. Inggris yang berkuasa di India berperan sebagai penasihat dan
penarik pajak, padahal sebenarnya Inggris ingin menguasai India. Keadaan berubah saat tentara India
yang bekerja di EIC melakukan pemberontakan dengan mengatasnamakan Islam dan
Hindu, tetapi Islamlah yang paling disalahkan sehingga status sosial Islam di
India tenggelam. Tetapi pada 1947, seiring pendirian negara Pakistan, Islam sekali lagi menguasai
anak benua.
AFRIKA, ASIA TENGAH, DAN ASIA
TENGGARA
Imperalisme
Eropa mampu memainkan peran langsung di Afrika, Asia Tengah , dan Asia Tenggara
dengan menaklukan penduduk Islam dan melakukan ekspansi wilayah jajahan.
Pada abad 16 Pantai Mediterania di
Afrika Utara masih menyatakan kesetiaan kepada kerajaan Ottoman atas bantuan
yang telah diberikan Ottoman saat penyerangan bangsa Spanyol. Pada abad
selanjutnya terjadi peperangan antara Islam di Afrika Utara dengan orang Eropa,
Islam melakukan aksi membajak kapal orang Eropa sebagai bentuk pembelaan Islam.
Pada abad ke 17 Eropa mampu mengungguli Afrika Utara yang hanya bertahan hidup
dengan membajak kapal Eropa. Hal ini juga didapatkan karena dukungan dari
Amerika Serikat. Aljazair, Tunisia, dan Tripoli mampu ditaklukan oleh Eropa.
Koloialisme Eropa tak hanya terbatas di Afrika sebelah utara, Afrika Barat,
Afrika Timur pun berhasil ditaklukan oleh Eropa. Eropa juga menjarah kota-kota
besar yang pernah menjadi pusat pengetahuan Islam terutama Timbuktu yang
diciptakan oleh raja Mali. Dalam sejarah Eropa terbukti kuat dalam menaklukan
lawan dan menjadikan Afrika Utara hanya sekedar daerah jajahan.
ASIA TENGAH
Asia
Tengah merupakan kawasan yang dikelilingi oleh Persia dan Inggris yang
menggangu di selatan, Tiongkok di timur, dan Rusia di utara. Turki, Asia Tengah
tak mampu mengadang bangsa disekelilingnya. Dengan memanfaatkan ikatan ekonomi
, Rusia berhasil menaklukan wilayah-wilayah Asia Tengah pada 1800-an M. Di
samping itu konflik yang terjadi antara Rusia dengan Inggris memecah belah
Islam di Asia Tengah. Menjelang akhir abad 1800-an Rusia mampu menaklukan
seluruh wilayah Turki. Inggris yang menginginkan Turki melakukan penyerangan
terhadap Rusia demi keuntungan semata. Kolonialisme Eropa berlanjut di kawasan Asia Timur yakni
Kepulauan Nusantara. Penjajahan atas negara-negara Eropa seperti Portugis
berada di Kepulauan Nusantara. Kemudian Belanda mengusir Portugis dan Nusantara
berada pada jajahan Belanda hingga Perang Dunia kedua. Hal ini memberikan
pukulan besar bagi kawasan Nusantara pada abad ke 19. Bahkan pada abad ke 19
ini merupakan kekalahan kekuatan politik Islam di dunia. Dengan menggunakan
konsep ‘Memecah belah dan menaklukan’ bangsa Eropa mampu mengungguli
kerajaan-kerajaan yang Islam yang pernah berjaya pada masanya.
BAGIAN 11 : GAGASAN LAMA DAN BARU
Dimulai
dari wafatnya Nabi Islam mengalami masa keemasaan, kemunduran, dan kelahiran
kembali. Dalam sejarah peradaban Islam,
Eropa telah memainkan peran yang besar pada abad ke 18 hingga ke 19. Eropa
telah menaklukan negara-negara Islam dan menjadikan Negara Islam sebagai negara
kekuasaannya.
PENDEKATAN BARAT
Setelah
Barat memperkuat wilayah-wilayah Islam , tak semua pihak yang ditaklukan mengingat
kembali masa-masa awal Islam untuk mencari model yang bisa ditiru.
Kecenderungan yang sangat menonjol pada saat kepemimpinan Eropa adalah
sekulerisme dan nasionalisme. Kebangkitan gagasan politik baru ini beriringan
dengan perubahan kehidupan sosial umat Islam di bawah kepemimpinan Eropa. Umat
Islam secara cepat meniru apa yang dilakukan oleh Eropa , mulai dari pakaian,
bangunan, bahasa dan dalam semua hal ditiru. Tetapi anehnya orang Eropa yang
telah berpuluh-puluh tahun melakukan pemberontakan dengan bangsa Arab tak
meniru satupun ajaran Arab, malah sebaliknya. Jalur utama masuknya gagasan ini
adalah lewat Kristen Arab yang sering melakukan hubungan dengan Eropa Barat.
REVIVALIS TRADISIONAL
Muhammad
bin Abdul Wahhab (1703-1792) merupakan pembangkit ajaran Islam tradisional di
wilayah kendali Kerajaan Ottoman yang telah mengalami beberapa modernisasi
Islam. Abdul Wahhab melakukan gerakan-gerakan yang menganut gerakan Salafiah
(pendahulu). Selain itu Abdul Wahhab melakukan usaha membangkitkan Islam
tradisional selama beratus-ratus tahun. Sebelah Timur, di India Shah Waliullah
membangkitka ajaran Islam tradisional dala masyarakat yang sedang berubah.
Kekhawatiran akan penduduk Isam yang minoritas di India, Shah Waliullah berfokus pada aspek sosial syariah dan arti
pentingnya dalam menegah keruntuhan Islam di anak benua tersebut. Ia
menganjurkan untuk menggabungkan berbagai tradisi, etnis, dan gagasan di bawah
bendera Islam untuk memperlambat kemunduran kekuatan politik Islam. Gagasan
barat yang berada di India tidak semua ditentang dan hanya diambil yang ada
hikmahnya saja. Setelah dibangunnya Universitas Al Ahzar pada abad kedua belas,
kelompok intelektual Mesir dipengaruhi oleh orang Eropa. Di samping itu ada
seorang guru dari Mesir yang mendirikan kelompok Ikhwanul Muslimin yang
memadukan Islam dengan nilai-nilai Barat.
THE PARTITION/SEKAT/PEMBAGIAN/PENYEKATAN(?)
Pada
akhirnya, bukan nasionalis Arab dan Turki yang meemimpin tatanan politik baru
di Timur Tengah. Pada 1914 setelah terbunuhnya Austria-Hungaria di Sarajevo,
Eropa melakukan perang dunia pertama. Ottoman ingin ikut berpartisipasi dalam perang
tersebut tapi Ottoman ketinggalan zaman dan kekuarangan pemimpin yang efektif.
Setelah kegagalan dalam berperang, Gubernur Ottoman Sharif Husain melakukan
perjanjian rahasia dengan Inggris dan Prancis. Husain yang berkeinginan menjadi
raja pun menuruti perintah Inggris untuk merebut wilayah-wilayah Ottoman agar
bisa diangkat menjadi raja. Alih-alih menjadi raja setelah mampu ngendalikan
wilayah-wilayah Ottoman, Husein malah dikhianati oleh Inggris karena Inggris
takkan membiarkan pribumi Muslim menjadi pemimpin dan Inggris membagi wilayah Ottoman kepada
Prancis. Untuk kali pertama sejak Perang Salib, Jerusalem jatuh ke tangan
non-Muslim pada 1910. Jerusalem pun didatangi banyak imigran Yahudi dan kaum
Yahudi mendirikan negara di Jerusalem dan dinamai dengan Israel. Hingga
sekarang Israel yang erupakan penguasa tidak asli Jerusalem tersebut melakukan
serangan kepada kaum Muslim yang ada di Jerusalem, yang sekarang dinamai
Palestina.
KEBANGKITAN NEGARA-BANGSA
Setelah
terjadinya perang dunia pertama, Ottoman terkalahkan oleh bangsa Eropa. Tetapi
terdapat tentara Ottoman yang berusaha melawan penduduk asing tersebut dengan
mengumpulkan pasukan. Sehingga antara 1919-1922 Ottoman mampu mengusir penjajah
dan mendirikan Negara Turki sebagai pengganti Kerajaan Ottoman yang didirikan
oleh Osman. Turki baru ini harus menghilangkan pandangan tentang Islam yang
kotor dan menghilangkan ajaran Islam yang telah menjadi masa lalunya. Di
selatan, di wilayah Bulan Sabit Subur setelah perang dunia pertama muncul
negara-negara baru yakni, Suriah, Irak, Lebanon, Yordania, dan Palestina. Anak
India juga mengalami kebangkitan pada 1800-an. Akan tetapi,kekuasan Islam di
India musnah pada akhir 1800-an. Solusi yang diberikan untuk mengatasi konflik
maka dibentuklah pembagian anak benua pada saat Kongres Nasional India. Setelah
kemunduran peradaban Islam pada abad ke 18 dan 19 , abad ke-20 menjadi saksi
kemerdekaan negara-negara Islam di seluruh dunia.periode 1960-an menjadi saksi
kemerdekaan negara di sepanjang Afrika antara lain, Nigeria, Mali, Mauritania,
Kenya, dan Tanzania. Kemerdekaan juga diperoleh di Indonesia dan Malaysia.
ISLAM DAN SEKULARISME
Setelah
berbagai masa yang dialami oleh kaum Muslimin, aliran-aliran sekularisme yang
diciptakn oleh bangsa Eropa telah melekat dalam diri negara-negara yang telah
dijajah oleh Eropa. Ajaran Islam yang dilakukan secara murni sesuai ajaran Nabi
pun dihilangkan dan menjadikan ajaran bangsa Barat sebagai bahan yang harus
ditiru. Seperti contohnya, Turki, yang secara resmi menganggap bahwa syariah
melanggar hukum, menghapuskan kekhalifahan, dan memproklamasikan diri sebagai
negara sekuler. Selain itu di Mesir, negara Arab mengadopsi aliran nasionalisme
dan sosialisme sebagai sarana menciptakan negara-bangsa yang kuat. Negara Arab
Saudi yang bermula dari bentuk monarki absolut lebih memilih ideologi
sekuleryang dipromosikan oleh Barat. Selain yang telah disebutkan tersebut
masih banyak lagi praktik sekulerisme yang ada di seluruh dunia ini. Dikotomi
ini jelas terjadi di seluruh dunia yang sangat terlihat perbedaan antara Islam
dan Sekulerisme.
DAFTAR PUSTAKA
Alkhateeb,
Firas. 2014. Sejarah Islam yang Hilang:
Menelusuri Kembali Kejayaan Muslim pada Masa Lalu. Diterjemahkan oleh
Mursyid Wijanarko. 2016. Yogyakarta: Bentang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar