Nama : Alfiana Zahwa Nur Rokhmat
NIM : 175221009
Mata Kuliah : Metodologi Studi Islam
Tugas : Membuat Esai
Paradigma Keilmuan Akuntansi dan Akuntansi Syariah : Akuntansi dalam Bingkai Islami
Di era modern ini, studi Islam sangatlah menonjol di PTKIN sebagai suatu pengetahuan yang memungkinkan mahasiswanya berpikir kritis sesuai dengan basic keagamaan yang melekat pada lembaganya. Studi Islam sendiri bermula dari sejarah peradaban Islam yang sangat panjang. Kejayaan masa intelektual muslim dimulai pada abad ke-9 sampai ke-13 yang mana dunia islam mengalami perkembangan dalam bidang ilmiah, religius, filsafat, dan kebudayaan.
Kemudian para ilmuwan muslim memunculkan ilmu-ilmu baru seperti hitungan, kedokteran dan lain sebagainya. Ilmu yang dikembangkan oleh ilmuwan muslim tersebut selanjutnya mendorong ilmuan barat untuk mempelajari dan memunculkan temuan-temuan baru. Setelah para ilmuan barat mempelajari dan memunculkan temuan baru, mereka lalu menghancurkan buku-buku yang telah ditulis ilmuwan muslim untuk memusnahkan peradaban Islam dalam bidang intelektual (Al-Khateeb: 2016).
Akuntansi dalam pandangan akademisi muslim
Apakah akuntansi merupakan bagian dari studi Islam? Jawabannya adalah Iya. Seperti dalam QS Al Baqarah ayat 282 yang menjelaskan tentang perlunya pencatatan dalam setiap transaksi ekonomi baik yang sifatnya tunai maupu non tunai. Tentu hal tersebut sangatlah berkaitan dengan pengertian akuntansi. Seperti dalam wawancara salah satu dosen Akuntansi Syariah IAIN Surakarta Devi Narulitasari pada tanggal 18 September 2018, beliau menjelaskan bahwa akuntansi adalah sebuah ilmu yang bermula dari proses pencatatan hingga proses analisis laporan keuangan untuk menyajikan informasi bagi stakeholder dan pengguna laporan keuangan.
Makna syariah dalam kata akuntansi syariah sebagai seorang akuntan tidak hanya trampil dalam pencatatan sampai analisis, namun juga ketika melakukan itu semua harus berlandaskan pada Al-Qur’an dan Hadis sebagai tanggung jawab kepada Allah yang menciptakan manusia sebagai khalifah di bumi. Akuntansi syariah juga bertanggung jawab kepada Allah dibingkai dengan landasan syariah. Lain halnya dengan akuntansi kovensional yang hanya bertanggung jawab kepada stakeholder saja.
Dalam akuntansi syariah utamanya di IAIN Surakarta terdapat sebaran mata kuliah seperti tasawuf, filsafat, metodologi studi Islam, Ilmu kalam, tafsir hadis ekonomi, dan lainnya. Sebaran mata kuliah tersebut ada juga yang memiliki pengaruh bagi prodi akuntansi syariah, namun juga ada yang tidak (wawancara Dosen Jurusan Akuntansi Syariah Devi Narulitasari pada 18 September 2018).
Seperti dalam mata kuliah filsafat ilmu yang menjelaskan bagaimana mahasiswa berpikir secara kritis. Tafsir hadis ekonomi juga masih logis dan penting untuk dikaji dalam studi di akuntansi syariah. Menurut beliaualasan lain dari adanya sebaran mata kuliah tersebut dipicu dari latar belakang keagamaan di IAIN, yang mengharapkan pemahaman keilmuan tentang keagaman lebih mumpuni dibandingkan dengan perguruan tinggi umum. Di samping itu matkul seperti msi dan tasawuf juga menambah pengetahuan sebagai mahasiswa dengan latar belakang IAIN khususnya di IAIN Surakarta.
Perkembangan Akuntansi Syariah sejauh ini belum sampai tuntas. Proses akuntansi yang mengakomodir lembaga syariah belum sampai pada akuntansi keuangan menengah, akuntansi biaya, dan akuntansi manajemen. Dalam hal ini perlunya dosen sebagai seorang akademisi mengembangkan keilmuan di bidang Akuntansi Syariah agar terdapat pengembangan lebih lengkap dalam teori maupun praktek Akuntansi Syariah.
Akuntansi syariah itu ilmu yang baru dan diajarkan masih ada campuran konvensionalnya. Dalam hal pekerjaan masih juga banyak mengunakan akuntansi konvensional. Dalam keilmuan sudah bagus namun dalam output juga masih dipertimbangkan. Meskipun akuntansi syariah baru tetapi sudah bagus karena sudah memuat tentang akuntansi zakat, ilmu yang berkembang tentang teoritis belum ada seperti akuntansi konvensional, tambah beliau. Terdapat negara yang menerapkan kosep syariah yaitu negara Inggris. Market paling besar tentang syariah ada disana.
Akuntansi syariah memiliki paradigma yang bersumber dari KDDPLKS yang diadopsi dari AAOIFI. Dalam akuntansi syariah terdapat prinsip harus berkeadilan, universal, ketuhanan, itu sebagai kerangka acuan pembeda antara yang konvensional dan syariah. Ketika melakukan proses akuntansi harus universal, keadilan, batasan yang ada dalam akuntansi syariah mampu menjadikan pembeda.
Akuntansi dalam pandangan akademisi sekuler
Akuntansi adalah salah satu ilmu dari disiplin ilmu yang luas yaitu ilmu ekonomi dan lebih luasnya lagi merupakan konsep ilmu pengetahuan. Kami mewawancarai salah satu dosen jurusan Akuntansi di Universitas Widya Dharma Pak Oky Kuntaryanto, S.E., M.Si., Ak., C.A mengenai akuntansi di lembaganya. Menurutnya Akuntansi itu luas. Akuntansi itu alat untuk memperoleh informasi keuangan, dipelajari secara teknis di akuntansi yang dimulai dari bab jurnalizing yang dijelaskan secara mendalam hingga ke analisis hingga ke akuntansi keuangan lanjutan, akuntansi biaya, akuntansi manajemen dan lain sebagainya guna menghantarkan informasi keuangan kepada stakeholder perusahaan (19/9/2018).
Jurusan akuntansi dewasa ini menarik di kalangan pelajar yang baru lulus. Akuntansi sangat menarik karena prospek kerja kedepannya yang jelas. Sependapat dengan saya, pak oky juga menjekaskan hal yang sama. Esensi akuntansi yang membuat menarik dikarenakan faktor pragmatis, anda kuliah di akuntansi mudah mendapat pekerjaan, berkaca pada jawaban yang kebanyakan akuntansi itu membuat mudah cari kerja, yang meciptakan turunannya yaitu passing grade tinggi disetiap perguruan tinggi.
Dalam hal proses pencatatan akuntansi semuanya tidak hanya bergantung pada aspek tekstual saja, karena jika hanya berpacu pada aspek tekstual saja kita akan terjebak dan menjadikan orang yang memiliki ketrampilain selain aspek tekstual akan tersingkirkan. Hal ini sangat tidak etis bagi pekerjaan seorang akuntan. Seorang akuntan harus jujur dan mampu melakukan apapun pekerjaannya sesuai dengan apa yang diinginkan oleh perusahaan sehingga saling menguntungkan dan ada kontribusi nyata yang mampu dibanggakan.
Output dalam jurusan akuntansi baik akuntansi konvensional maupun akuntansi syariah hanya opsional sesuai dengan pribadi masing masing mahasiswa. Penekankan terhadap aspek enterpreneur sangatlah bagus untuk menciptakan karakter berwirausaha meskipun hal tersebut tidak bisa digantungkan hasilnya. Sulit mengubah mindset dari yang inign bekerja atau wirausaha.
Sebagai lembaga penyedia jasa pendidikan pada prinsipnya Universitas Widya Dharma percaya dalam memberikan fleksibilitas yang baik maka akan memunculkan mahasiswa yang kompeten dan disiplin. Dalam proses perkuliahan tidak hanya mendidik mahasiswa bermental karyawan. Namun ada aspek yg lebih fundamental dari hardskill yakni pendidikan karakter berupa disipin, ujian yang ketat dan gemar berproses.
Fakta adalah benar dan benar menjadi fakta banyak orang di Indonesia itu tidak gemar berproses yang menjadikan indonesia negara berkembang. Contoh pada saat berkendara di jalan, ini merupakan cerminan mentality tidak mau berproses. Orang yang nggk punya good mentality dan good character tidak ada gunanya karena seorang pebisnis yang selalu berhubungan dengan orang luar hanya mempekerjakan orang yang bisa dipegang omonganya, tidak boleh ada delay yang membuat asumsi pebisnis berubah karena telat maka orang luar negeri akan bekerja sama satu kali saja.
Bapak Oky selaku pebisnis sekaligus akademisi menuturkan bahwa Indonesia dianggap orang barat itu tidak kompeten karena kurang disiplin. Boleh sepintar Einstein tapi jika tidak disiplin, untuk apa ? menurut beliau secara bisnis orang seperti ini tidak berguna karena tidak ada value untuk apa membayar mahal jika tidak punya kontribusi. Untuk apa ? menganggu asumsi saja, menganggu jadwal saja.
Seorang pebisnis yang kompeten seharusnya juga seperti yang dituturkan oleh pak oky tersebut karena sikap kompeten menjadi kunci utama seorang itu sukses. Gagal boleh namun harus berusaha lagi. Beliau juga menambahkan mengenai islitah-istilah yang digunakan dalam akuntansi syariah. Banyak istilah dalam akuntansi syariah namun tidak dengan isinya. Hal ini tentu sangat menjadi perhatian kalangan akademisi sekuler untuk menjudge jika akuntansi syariah itu bedanya hanya pada istilah.
Dalam menanggapi perbedaan istilah ini, beliau menegaskan bahwa istilah itu sebagai pembenaran saja. Jangan terjebak pada istilah, karena organisasi konspirsasi nasional yang merusak perekonomian juga menggunakan permainan istilah . Dengan istilah orang bisa mengoprak-oprak bahkan menghancurkan suatu negara. Menurutnya kekuatan istilah itu mampu menguasai dan memecah belah.
Contoh lain dari permainan sebuah istilah seperti yang terdapat dalam buku “Confessions of an Economic Hit Man”. Buku ini menjelaskan bahwa dalam menjalankan misinya sebagai EHM, mereka memberikan pinjaman kepada negara berkembang untuk membantu padahal mereka hanya mempermainkan hal tersebut supaya bisa menguasai negara tersebut (Perkins, 2004).
Hal tersebut dalam akuntansi syariah dan akuntansi konvensional permainan istilah mengacu pada perbedaan nama dalam suatu transaksi saja. Sebagai seorang mahasiswi akuntansi syariah, saya berpendapat bahwa akuntansi syraiah berkembang juga membutuhkan proses yang lama. Terdapat perbedaan yang menonjol dalam akuntansi syariah dan akuntansi konvensional yakni dalam akad dan pertanggung jawaban yang diterapkannya.
Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Misi penyelenggaraan penelitian pegabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi antara lain berupa penelitian. Penelitian berjalan karena difasilitasi lembaga perguruan tinggi. Karena penelitian dan pengabdian ke masyarakat meruapkan bagian yang tidak bisa dilepaskan dari dosen. Sebagai seorang dosen di perguruan tinggi, dosen berdiri berdasar 3 pilar tri darma perguruan tinggi yaitu mengajar, riset, dan menyalurkan ilmu kpd masyarakat luas.
Apa guna orang tau ilmu tapi tidak bisa menyumbangkan ilmu mending jadi guru yang pekerjaanya mengajar. Kalo dosen berdasarkan pengembangan keahlian akademik. Akan menemui dosen yang gelar doktor tapi tidak bisa mengajar, la itu keterampilan mentransfer ilmu dengan cara yang baik. Dosen yang dikembangkan lebih kepada pengembangan ilmu, lalu diterapkan dalam masyarakat.
Dari sejumlah pertanyaan yang diajukan dalam wawancara dosen akuntansi dan akuntansi syariah, terdapat beberapa perbedaan. Perbedaan antara akuntansi syariah dengan akuntansi kovensional antara lain; dalam hal pertanggungjawaban, akad, landasan, dan pelaporan keuangan. Dalam hal Persamaan Dasar Akuntansi juga berbeda, laporan keuangan juga berbeda, pembagian keuntungan juga berbeda. Di konvensional pembagian keuntungan itu merupakan hasil yang akan diperoleh sudah dihitung di dalam pendapatan. Tetapi dalam syariah yang sudah pasti didapat baru bisa dibagikan, sesuatu yang belum pasti belum boleh dibagikan.
