Selasa, 13 Agustus 2019

RESENSI BUKU METODOLOGI STUDI ISLAM



Nama   : Alfiana Zahwa Nur Rokhmat
NIM    : 175221009
Kelas   : Akuntansi Syariah 3A




Identitas Buku
Judul               : Metodologi Studi Islam
Penulis             : Prof. Dr. H. Abuddin Nata, M.A.
Penerbit           : PT Raja Grafindo Persada
Tebal               : xii, 482 hlm; 21 cm
Cetakan           : ke sembilan
ISBN               : 979-421-706-9
METODOLOGI STUDI ISLAM
            Islam merupakan agama yang memiliki berbagai dimensi diantaranya keimanan, pemikiran, ekonomi, politik, ilmu pengetahuan, dan teknologi dan masih banyak lagi. Dengan banyaknya aspek dalam ajaran agama Islam maka penemuan-penemuan metodologi studi Islam sangatlah berperan penting untuk mengubah mindset masyarakat pada umumnya yang sempit menjadi luas dan menyeluruh. Kegunaan metodologi studi Islam sangat lah penting bagi kemunduran atau kemajuan suatu ilmu  ajaran Islam. Dengan adanya metodologi maka suatu ilmu akan dengan mudah terarah dengan lurus sesuai dengan jalannya.
            Setiap mausia pada dasarnya sedari lahir mempunyai naluri untuk bertuhan tanpa mereka sadari. Meskipun manusia banyak yang bertuhan namun mereka belum tentu beragama, tapi dalam hal ini tidak bisa dipungkiri bahwa dengan seringnya manusia berdoa dengan Tuhannya maka ia secara otomatis telah menganut suatu agama. Informasi lain yang menunjukkan bahwa manusia memiliki potensi beragama diungkapkan oleh Carls Gustave Jung, ia percaya bahwa agama termasuk hal yang memang sudah ada di dalam bawah sadar secara suci dan alami (Nata, 2003: 21).
            Sejalan dengan perkembangan zaman, agama semakin dituntut untuk ikut andil dalam pemecahan masalah yang dihadapi umat manusia. beberapa pendekatan yang dapat digunakan dalam memecahkan berbagai masalah dalam memahami ilmu agama antara lain; pendektan teologis normatif, antropologis, sosiologis, psikologis, histori, kebudayaan, dan pendekatan fisiologis. Pendektan sendiri merupakan stigma yang terdapat dalam bidang ilmu yang selanjutnya digunakan dalam memahami kajian dalam ilmu agama.
            Era globalisasi yang bejalan pada saat ini disertai dengan dampak negatif dan positifnya, Islam juga turut peduli terhadap masalah-masalah sosial yang ada. Kuntowijoyo mendefinisikan ajaran Islam tentang ilmu sosial sebagai ilmu sosial profetik (2004: 55). Dengan ilmu sosial profetik ini menjadi rujukan terhadap masalah yang timbul di era globalisasi dari dampak positif dan negatifya.
            Dari berbagai pengertian tentang agama Islam kesemuanya memiliki misi yang sama dimulai sejak zaman nabi pertama sampai terakhir yakni mencari ridha dan rahmat Allah SWT. Pembedanya hanya nama yang digunakan saja. Islam merupakan agama yang luar biasa dari agama lainnya di dunia ini, karena Islam tidak berkaitan dengan orang atau golongan tertentu. Sumber pokok ajaran agama Islam yaitu Al-Qur’an dan As Sunnah. Dua hal tersebut telah menjadi pokok sumber ajaran Islam sejak dulu. Seiring berkembangnya pemikiran terdapat sumber-sumber lain disamping sumber pokok tersebut.
            Banyaknya para ilmuwan Islam yang menemukan pendekatan-pendekatan dalam memecahkan masalah sosial sesuai dengan Islam mampu memberikan peluang bagi pemikir lain untuk mengenal karakteristik ajaran Islam secara luas dan menyeluruh. Dari penelitian para tokoh Islam muncul konsepsi dalam berbagai bidang yang kemudian menjadi karakteristik ajaran Islam antara lain; dalam bidang agama, bidang akidah,bidang ilmu dan kebudayaan,bidang pendidikan, bidang sosial, bidang ekonomi, bidang kesehatan, bidang pekerjaan, dan yang terakhir adalah Islam dalam didiplin ilmu.    
            Islam mempunyai posisi yang bersifat adil, objektif, dan proporsional diantara agama-agama lain di dunia. Meskipun Islam datang sebagai agama terakhir namun Islam sebagai penyempurna agama terdahulu. Dengan ajaran yang berkembang Islam mengalami pembaruan seperti dalam hal keimanan, kedudukam, pembaharuan, akomodatif persuasif, ajaran norma dan akhlak, maupun dalam hal gender.
            Telaah “konstruksi teori” pengertian agama dalam buku yang telah saya baca dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud konstruksi teori adalah susunan dari pendapat- pendapat, asas-asas hukum mengenai sesuatu yang antara satu dengan yang lain saling berkaitan sehingga membentuk suatu bentuk. Dalam penelitian studi Islam dimungkinkan menggunakan berbagai bentuk penelitian seperti penelitian historis, penelitian kasus dan penelitian lapangan,penelitian kausal-komparatif, penelitian eksperimental, penelitian tindakan,penelitian survei, dan grounded research.  Namun dalam konstruksi teori ini terdapat langkah pokok penyusunan draft penelitian dan pengkajian Islam.
            Dalam penelitian teori sangat penting karena tanpa teori brarti hanya ada serangkaian fakta dan tidak ada ilmu pengetahuannya. Teori diperlukan untuk menunjang penelitian yang mengedepankan kebenaran bukan pembenaran. Untuk mengenal pada dimensi tertentu dalam Islam juga memerlukan pendekatan berupa filsafat, tasawuf dll sehingga sudah jelas bahwa Islam memerlukan pendekatan yang multi-disipliner untuk memahaminya.
            Model acuan dalam penelitian tafsir disini mencakup bagaimana para pemikir-pemikir terdahulu menafsirkan ayat Al-Qur’an sehingga mudah dipahami sesuai dengan perkembangannya. Model-model penelitian tafsir yang disampaikan oleh uama-ulama tafsir antara lain, Model Quraish Shihab (eksploratif, analitis, deskriptif, dan perbandingan), model Ahmad Al-Syarbashi (sumber kepustakaan), model Syaikh Muhammad Al-Ghazali (metode klasik dan modern), dan model penelitian lainnya ang cenderung kepada para ulama yang melakukan penelitiannya. Dalam melakukan sebuah penafsiran tentu para ulama telah mempelajari asbabun nuzulnya terlebih dahulu.
            Sumber ajaran agama Islam selain Al-Qur’an yang digunakan oleh masyarakat adalah Hadis. Dalam hal ini hadis dianggap para ulama sebagai penjelasan dari Rasulullah mengenai ayat Al-Qur’an yang sulit dipahami. Model penelitian hadis antara lain; model H.M Quraish Shihab (kepustakaan), model Musthafa Al-Siba-‘iy (pendekatan historis), model Muhammad Al-Ghazali (penelitian eksploratif), model Zain Al-Di ‘Abd Al-Rahim bin Al Husain Al-Iraqiy (menggunakan bahan-bahan hadis nabi disertai pendapat para ulama), da model penelitian lainnya. Secara keseluruhan para peneliti sebelumnya ini kebanyakan meggunakan pendekatan eksploratif.
            Setelah hadis nabi yang menjadi acuan dalam penelitian, kajian Filsafat Islam, Ilmu Kalam, Akhlak Tasawuf, Fiqih, Sistem Politik, Pendidikan Islam, Sejarah Islam, Pembaruan Islam, dan Antropologi Sosiologi ini juga mempunyai peranan untuk memajukan pemikiran umat manusia.      Dalam metodologi studi Islam, pendekatan-pendekatan itu perlu untuk lebih meluaskan ilmu pengetahuan sehingga dalam menjalankan penelitiannya sesuia dengan ajaran Islam. Pendekatan tersebut diatas memiliki macam-macam model dalam setiap aspeknya yang akan panjang jika saya jabarkan dalam resume ini. Dapat disimpulkan bahwa dalam setiap aspek kajian penelitian Islam tersebut menggunakan pendekatan teologis, normatif, deskriptif, maupun eksploratif. Kesemuanya mempunyai ilmu untuk membuka pemikiran umat agar berpikir lebih eksploratif.
            Islamisasi pengetahuan , dewasa ini merupakan proses yang dilakukan agar pengetahuan yang ada sesuai dengan Islam tanpa mengubah isinya untuk selanjutnya diajarkan kepada masyarakat. Dengan islamisasi pengetauan mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa Islam bukan hanya tentang religi saja, namun juga mencakup pengetahuan.
            Dengan mempelajari metodologi studi Islam dalam melakukan berbagai penelitian maupun observasi studi sangat dimudahkan dengan teori-teori dan metode pendekatan sehingga penelitian yang dilakukan bisa berjalan dengan baik dan benar.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KULIAH DARING, JANGAN BIKIN GARING Alfiana Zahwa Nur Rokhmat Kota Solo ditetapkan statusnya menjadi KLB (Kondisi Luar Biasa) akiba...