|
Nama : Alfiana Zahwa Nur Rokhmat
NIM :
175221009
Kelas : Akuntansi Syariah 3A
|
Identitas
Buku
Judul
: Metodologi Studi Islam
Penulis
: Prof. Dr. H. Abuddin Nata,
M.A.
Penerbit
: PT Raja Grafindo Persada
Tebal
: xii, 482 hlm; 21 cm
Cetakan
: ke sembilan
ISBN
: 979-421-706-9
METODOLOGI
STUDI ISLAM
Islam merupakan agama yang memiliki berbagai dimensi
diantaranya keimanan, pemikiran, ekonomi, politik, ilmu pengetahuan, dan
teknologi dan masih banyak lagi. Dengan banyaknya aspek dalam ajaran agama
Islam maka penemuan-penemuan metodologi studi Islam sangatlah berperan penting
untuk mengubah mindset masyarakat
pada umumnya yang sempit menjadi luas dan menyeluruh. Kegunaan metodologi studi
Islam sangat lah penting bagi kemunduran atau kemajuan suatu ilmu ajaran Islam. Dengan adanya metodologi maka
suatu ilmu akan dengan mudah terarah dengan lurus sesuai dengan jalannya.
Setiap mausia pada dasarnya sedari lahir mempunyai naluri
untuk bertuhan tanpa mereka sadari. Meskipun manusia banyak yang bertuhan namun
mereka belum tentu beragama, tapi dalam hal ini tidak bisa dipungkiri bahwa
dengan seringnya manusia berdoa dengan Tuhannya maka ia secara otomatis telah
menganut suatu agama. Informasi lain yang menunjukkan bahwa manusia memiliki
potensi beragama diungkapkan oleh Carls Gustave Jung, ia percaya bahwa agama
termasuk hal yang memang sudah ada di dalam bawah sadar secara suci dan alami
(Nata, 2003: 21).
Sejalan dengan perkembangan zaman, agama semakin dituntut
untuk ikut andil dalam pemecahan masalah yang dihadapi umat manusia. beberapa
pendekatan yang dapat digunakan dalam memecahkan berbagai masalah dalam memahami
ilmu agama antara lain; pendektan teologis normatif, antropologis, sosiologis,
psikologis, histori, kebudayaan, dan pendekatan fisiologis. Pendektan sendiri
merupakan stigma yang terdapat dalam bidang ilmu yang selanjutnya digunakan
dalam memahami kajian dalam ilmu agama.
Era globalisasi yang bejalan pada saat ini disertai
dengan dampak negatif dan positifnya, Islam juga turut peduli terhadap
masalah-masalah sosial yang ada. Kuntowijoyo mendefinisikan ajaran Islam tentang
ilmu sosial sebagai ilmu sosial profetik (2004: 55). Dengan ilmu sosial
profetik ini menjadi rujukan terhadap masalah yang timbul di era globalisasi
dari dampak positif dan negatifya.
Dari berbagai pengertian tentang agama Islam kesemuanya
memiliki misi yang sama dimulai sejak zaman nabi pertama sampai terakhir yakni
mencari ridha dan rahmat Allah SWT. Pembedanya hanya nama yang digunakan saja.
Islam merupakan agama yang luar biasa dari agama lainnya di dunia ini, karena
Islam tidak berkaitan dengan orang atau golongan tertentu. Sumber pokok ajaran
agama Islam yaitu Al-Qur’an dan As Sunnah. Dua hal tersebut telah menjadi pokok
sumber ajaran Islam sejak dulu. Seiring berkembangnya pemikiran terdapat
sumber-sumber lain disamping sumber pokok tersebut.
Banyaknya para ilmuwan Islam yang menemukan
pendekatan-pendekatan dalam memecahkan masalah sosial sesuai dengan Islam mampu
memberikan peluang bagi pemikir lain untuk mengenal karakteristik ajaran Islam
secara luas dan menyeluruh. Dari penelitian para tokoh Islam muncul konsepsi
dalam berbagai bidang yang kemudian menjadi karakteristik ajaran Islam antara
lain; dalam bidang agama, bidang akidah,bidang ilmu dan kebudayaan,bidang
pendidikan, bidang sosial, bidang ekonomi, bidang kesehatan, bidang pekerjaan,
dan yang terakhir adalah Islam dalam didiplin ilmu.
Islam mempunyai posisi yang bersifat adil, objektif, dan
proporsional diantara agama-agama lain di dunia. Meskipun Islam datang sebagai
agama terakhir namun Islam sebagai penyempurna agama terdahulu. Dengan ajaran
yang berkembang Islam mengalami pembaruan seperti dalam hal keimanan,
kedudukam, pembaharuan, akomodatif persuasif, ajaran norma dan akhlak, maupun
dalam hal gender.
Telaah “konstruksi teori” pengertian agama dalam buku
yang telah saya baca dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud konstruksi teori
adalah susunan dari pendapat- pendapat, asas-asas hukum mengenai sesuatu yang
antara satu dengan yang lain saling berkaitan sehingga membentuk suatu bentuk.
Dalam penelitian studi Islam dimungkinkan menggunakan berbagai bentuk
penelitian seperti penelitian historis, penelitian kasus dan penelitian
lapangan,penelitian kausal-komparatif, penelitian eksperimental, penelitian
tindakan,penelitian survei, dan grounded research. Namun dalam konstruksi teori ini terdapat
langkah pokok penyusunan draft penelitian dan pengkajian Islam.
Dalam penelitian teori sangat penting karena tanpa teori
brarti hanya ada serangkaian fakta dan tidak ada ilmu pengetahuannya. Teori
diperlukan untuk menunjang penelitian yang mengedepankan kebenaran bukan
pembenaran. Untuk mengenal pada dimensi tertentu dalam Islam juga memerlukan
pendekatan berupa filsafat, tasawuf dll sehingga sudah jelas bahwa Islam
memerlukan pendekatan yang multi-disipliner untuk memahaminya.
Model acuan dalam penelitian tafsir disini mencakup
bagaimana para pemikir-pemikir terdahulu menafsirkan ayat Al-Qur’an sehingga
mudah dipahami sesuai dengan perkembangannya. Model-model penelitian tafsir
yang disampaikan oleh uama-ulama tafsir antara lain, Model Quraish Shihab
(eksploratif, analitis, deskriptif, dan perbandingan), model Ahmad Al-Syarbashi
(sumber kepustakaan), model Syaikh Muhammad Al-Ghazali (metode klasik dan
modern), dan model penelitian lainnya ang cenderung kepada para ulama yang
melakukan penelitiannya. Dalam melakukan sebuah penafsiran tentu para ulama
telah mempelajari asbabun nuzulnya terlebih dahulu.
Sumber ajaran agama Islam selain Al-Qur’an yang digunakan
oleh masyarakat adalah Hadis. Dalam hal ini hadis dianggap para ulama sebagai
penjelasan dari Rasulullah mengenai ayat Al-Qur’an yang sulit dipahami. Model
penelitian hadis antara lain; model H.M Quraish Shihab (kepustakaan), model
Musthafa Al-Siba-‘iy (pendekatan historis), model Muhammad Al-Ghazali
(penelitian eksploratif), model Zain Al-Di ‘Abd Al-Rahim bin Al Husain
Al-Iraqiy (menggunakan bahan-bahan hadis nabi disertai pendapat para ulama), da
model penelitian lainnya. Secara keseluruhan para peneliti sebelumnya ini
kebanyakan meggunakan pendekatan eksploratif.
Setelah hadis nabi yang menjadi acuan dalam penelitian, kajian
Filsafat Islam, Ilmu Kalam, Akhlak Tasawuf, Fiqih, Sistem Politik, Pendidikan
Islam, Sejarah Islam, Pembaruan Islam, dan Antropologi Sosiologi ini juga
mempunyai peranan untuk memajukan pemikiran umat manusia. Dalam metodologi studi Islam,
pendekatan-pendekatan itu perlu untuk lebih meluaskan ilmu pengetahuan sehingga
dalam menjalankan penelitiannya sesuia dengan ajaran Islam. Pendekatan tersebut
diatas memiliki macam-macam model dalam setiap aspeknya yang akan panjang jika
saya jabarkan dalam resume ini. Dapat disimpulkan bahwa dalam setiap aspek
kajian penelitian Islam tersebut menggunakan pendekatan teologis, normatif,
deskriptif, maupun eksploratif. Kesemuanya mempunyai ilmu untuk membuka
pemikiran umat agar berpikir lebih eksploratif.
Islamisasi pengetahuan , dewasa ini merupakan proses yang
dilakukan agar pengetahuan yang ada sesuai dengan Islam tanpa mengubah isinya
untuk selanjutnya diajarkan kepada masyarakat. Dengan islamisasi pengetauan
mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa Islam bukan hanya tentang
religi saja, namun juga mencakup pengetahuan.
Dengan mempelajari metodologi studi Islam dalam melakukan
berbagai penelitian maupun observasi studi sangat dimudahkan dengan teori-teori
dan metode pendekatan sehingga penelitian yang dilakukan bisa berjalan dengan
baik dan benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar