Penulis : Muhammad
Permadi, Sinta Ari Susanti dan Alfiana Zahwa Nur Rokhmat
Dunia sudah memasuki
era digital. Semua bidang kehidupan harus bisa mengikuti perkembangannya agar
dapat mempertahankan eksistensinya di era tersebut. Hal ini yang mendorong koperasi
untuk mengadakan transformasi ke teknologi digital dalam memaksimalkan pelayanan
kapada para anggotanya. Dalam mencapai tujuan tersebut, koperasi digital harus mengetahui
selera dan kebutuhan masyarakat masa kini.
Berbicara mengenai kebutuhan
masyarakat, kita ketahui bahwa Indonesia adalah negara agraris, sehingga banyak
masyarakat yang bekerja sebagai petani dan peternak. Namun kesejahteraan petani
dan peternak belum sepenuhnya tercapai. Permasalahan yang melatarbelakanginya adalah
petani dan peternak kesulitan dalam menjual hasil pertanian dan peternakan mereka.
Tak jarang kita temui petani dan peternak menjualkan produk mereka kepada pengepul.
Padahal apabila hasil tersebut dipasarkan sendiri maka keuntungannya akan semakin
besar dan kesejahteraan mereka pun akan meningkat. Permasalahan lainnya adalah
berkurangnya lahan pertanian yang berbanding terbalik dengan pertumbuhan
penduduk di Indonesia yang selalu meningkat tiap tahunnya dengan laju
pertumbuhan penduduk di Indonesia pada tahun 2010-2016 mencapai 1,36% (BPS, 2017).
Pertumbuhan penduduk
tersebut berbanding terbalik dengan jumlah lahan pertanian di Indonesia. Hal ini
diungkapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan bahwa luas lahan untuk pertanian terus
menurun. Pada tahun 2017, lahan pertanian seluas 7,75 juta hektare sedangkan di
tahun 2018 mengalami penurunan lahan dan hanya tersisa 7,1 juta hektare (www.cnnindonesia.com). Di samping
sulitnya dalam melakukan pendistribusian hasil panen, jumlah lahan yang semakin
menurun tersebut membuat banyak petani dan peternak lebih memilih merantau
untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Di era digital ini,
selera masyarakat terhadap jual beli lebih memilih dilakukan secara online.
Masyarakat lebih mengutamakan keefisiensian waktu sekaligus memudahkan mereka.
Alasan lainnya, masyarakat dapat menentukan pilihan harga dan melakukan pembayarannya
secara online juga (Cholicul Hadi dkk, 2013). Melihat banyaknya pengguna gadget
dan keunggulan dalam jual beli online, maka perlu inovasi koperasi digital yang
mampu mewadahi petani, peternak dan masyarakat sebagai bentuk dari transformasi
koperasi masa kini.
Inovasi yang dihadirkan
oleh mahasiswa millennial untuk membantu petani, peternak dan masyarakat adalah
dengan membuat sebuah aplikasi jual beli hasil tani dan ternak. Aplikasi
tersebut bernama Oke-Pet. Oke-Pet merupakan solusi yang sudah disesuaikan dengan
selera masyarakat masa kini dan mempunyai tujuan untuk mensejahterakan petani dan peternak. Mensejahterakan
petani dengan membantu menjualkan hasil sawah ataupun limbah sawah sehingga
menambah penghasilan petani. Mensejahterakan peternak dengan membantu
menjualkan hasil ternak ataupun limbah ternak (kotoran) serta membantu
mencarikan inseminasi sperma unggulan untuk menciptakan ternak yang terbaik. Membantu
masyarakat untuk mencari kebutuhan sehari-hari dengan biaya yang murah karena langsung
melalui petani atau peternak. Serta membantu masyarakat untuk mengurangi limbah
rumah tangga organik untuk dijual kepada peternak sebagai makan ternaknya. Membantu
pelaku usaha untuk mencari bahan baku usahanya dengan biaya yang murah dan
dekat dengan tempat usaha yang dimiliki.
Ada beberapa kelebihan
dari produk aplikasi Oke-Pet ini yaitu yang pertama, dapat memudahkan petani,
peternak dan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya melalui koperasi dalam
genggaman. Kedua, Pembeli atau masyarakat bisa dengan mudah mengakses tanpa
terkendala harga yang mahal, karena dalam aplikasi ini sudah tertera berbagai
produk yang diperjualbelikan dengan harga yang bersaing. Ketiga, saling
menguntungkan antara berbagai pihak yang terlibat seperti petani, peternak, mayarakat
dan UMKM. Keempat, Pembayaran bisa melalui cash payment ataupun online
payment. Jika membayar secara tunai maka pembayaran dilakukan saat barang
sampai di tujuan. Jika online payment
maka pembeli membayar pada saat barang telah sampai. Kelima, Oke-Pet
sebagai wadah untuk memasarkan barang dari hasil panen petani dan peternak
dengan waktu yang cepat.
Oke-Pet merupakan bukti
bahwa koperasi sudah mengikuti era digital. Oke-Pet sebagai bentuk transformasi
koperasi masa kini. Penyesuaian dengan selera dan kebutuhan masyarakat sudah
dilakukan, diharapkan dapat sesuai dan bermanfaat bagi banyak pihak, dan
menjadi solusi yang solutif bagi koperasi saat ini.
#PRAJA2019
#anugerahMISGroup
#koperasi
#wirausaha
Daftar Pustaka
Susanti, Vivi dan
Cholichul Hadi. 2013. “Kepercayaan Konsumen
dalam Melakukan Pembelian Gadget secara Online”. Jurnal Psikologi Industri dan
Organisasi Vol. 02. No. 01, April 2013.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar