Senin, 21 Oktober 2019

Oke-Pet: Transformasi Koperasi di Era Digital



Oke-Pet: Transformasi Koperasi di Era Digital

Penulis : Muhammad Permadi, Sinta Ari Susanti dan Alfiana Zahwa Nur Rokhmat



Dunia sudah memasuki era digital. Semua bidang kehidupan harus bisa mengikuti perkembangannya agar dapat mempertahankan eksistensinya di era tersebut. Hal ini yang mendorong koperasi untuk mengadakan transformasi ke teknologi digital dalam memaksimalkan pelayanan kapada para anggotanya. Dalam mencapai tujuan tersebut, koperasi digital harus mengetahui selera dan kebutuhan masyarakat masa kini.
Berbicara mengenai kebutuhan masyarakat, kita ketahui bahwa Indonesia adalah negara agraris, sehingga banyak masyarakat yang bekerja sebagai petani dan peternak. Namun kesejahteraan petani dan peternak belum sepenuhnya tercapai. Permasalahan yang melatarbelakanginya adalah petani dan peternak kesulitan dalam menjual hasil pertanian dan peternakan mereka. Tak jarang kita temui petani dan peternak menjualkan produk mereka kepada pengepul. Padahal apabila hasil tersebut dipasarkan sendiri maka keuntungannya akan semakin besar dan kesejahteraan mereka pun akan meningkat. Permasalahan lainnya adalah berkurangnya lahan pertanian yang berbanding terbalik dengan pertumbuhan penduduk di Indonesia yang selalu meningkat tiap tahunnya dengan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia pada tahun 2010-2016  mencapai 1,36% (BPS, 2017).
Pertumbuhan penduduk tersebut berbanding terbalik dengan jumlah lahan pertanian di Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan  bahwa luas lahan untuk pertanian terus menurun. Pada tahun 2017, lahan pertanian seluas 7,75 juta hektare sedangkan di tahun 2018 mengalami penurunan lahan dan hanya tersisa 7,1 juta hektare (www.cnnindonesia.com). Di samping sulitnya dalam melakukan pendistribusian hasil panen, jumlah lahan yang semakin menurun tersebut membuat banyak petani dan peternak lebih memilih merantau untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Di era digital ini, selera masyarakat terhadap jual beli lebih memilih dilakukan secara online. Masyarakat lebih mengutamakan keefisiensian waktu sekaligus memudahkan mereka. Alasan lainnya, masyarakat dapat menentukan pilihan harga dan melakukan pembayarannya secara online juga (Cholicul Hadi dkk, 2013). Melihat banyaknya pengguna gadget dan keunggulan dalam jual beli online, maka perlu inovasi koperasi digital yang mampu mewadahi petani, peternak dan masyarakat sebagai bentuk dari transformasi koperasi masa kini.
Inovasi yang dihadirkan oleh mahasiswa millennial untuk membantu petani, peternak dan masyarakat adalah dengan membuat sebuah aplikasi jual beli hasil tani dan ternak. Aplikasi tersebut bernama Oke-Pet. Oke-Pet merupakan solusi yang sudah disesuaikan dengan selera masyarakat masa kini dan mempunyai tujuan untuk mensejahterakan petani dan peternak. Mensejahterakan petani dengan membantu menjualkan hasil sawah ataupun limbah sawah sehingga menambah penghasilan petani. Mensejahterakan peternak dengan membantu menjualkan hasil ternak ataupun limbah ternak (kotoran) serta membantu mencarikan inseminasi sperma unggulan untuk menciptakan ternak yang terbaik. Membantu masyarakat untuk mencari kebutuhan sehari-hari dengan biaya yang murah karena langsung melalui petani atau peternak. Serta membantu masyarakat untuk mengurangi limbah rumah tangga organik untuk dijual kepada peternak sebagai makan ternaknya. Membantu pelaku usaha untuk mencari bahan baku usahanya dengan biaya yang murah dan dekat dengan tempat usaha yang dimiliki.

Ada beberapa kelebihan dari produk aplikasi Oke-Pet ini yaitu yang pertama, dapat memudahkan petani, peternak dan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya melalui koperasi dalam genggaman. Kedua, Pembeli atau masyarakat bisa dengan mudah mengakses tanpa terkendala harga yang mahal, karena dalam aplikasi ini sudah tertera berbagai produk yang diperjualbelikan dengan harga yang bersaing. Ketiga, saling menguntungkan antara berbagai pihak yang terlibat seperti petani, peternak, mayarakat dan UMKM. Keempat, Pembayaran bisa melalui cash payment ataupun online payment. Jika membayar secara tunai maka pembayaran dilakukan saat barang sampai di tujuan. Jika online payment  maka pembeli membayar pada saat barang telah sampai. Kelima, Oke-Pet sebagai wadah untuk memasarkan barang dari hasil panen petani dan peternak dengan waktu yang cepat.
Oke-Pet merupakan bukti bahwa koperasi sudah mengikuti era digital. Oke-Pet sebagai bentuk transformasi koperasi masa kini. Penyesuaian dengan selera dan kebutuhan masyarakat sudah dilakukan, diharapkan dapat sesuai dan bermanfaat bagi banyak pihak, dan menjadi solusi yang solutif bagi koperasi saat ini.

#PRAJA2019
#anugerahMISGroup
#koperasi
#wirausaha 
Daftar Pustaka
Susanti, Vivi dan Cholichul Hadi. 2013. “Kepercayaan Konsumen dalam Melakukan Pembelian Gadget secara Online”. Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi Vol. 02. No. 01, April 2013.

Website Badan Pusat Statistik www.bps.go.id Diakses pada tanggal 14 Oktober 2019 pukul 20:00.

CNN Indonesia. “BPS Sebut Luas Lahan Pertanian Kian Menurun” . Diakses pada tanggal 20 Oktober 2019.



 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KULIAH DARING, JANGAN BIKIN GARING Alfiana Zahwa Nur Rokhmat Kota Solo ditetapkan statusnya menjadi KLB (Kondisi Luar Biasa) akiba...