KULIAH DARING, JANGAN BIKIN GARING
Alfiana
Zahwa Nur Rokhmat
Kota
Solo ditetapkan statusnya menjadi KLB (Kondisi Luar Biasa) akibat ditemukan
salah satu masyarakat di Solo terkena Covid-19.
Kondisi tersebut langsung direspon oleh IAIN Surakarta dengan meliburkan
semua mahasiswanya dimulai tanggal 15 Maret 2020 sampai 28 Maret 2020.Sepanjang
2 pekan tersebut perkuliah dianjurkan secara online. Perkuliahan daring dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 ( socialdistancing).
Hampir
dua pekan keluhan mahasiswa mengenai perkuliahan daring dilalui dan dianggap
akan berakhir, pihak kampus mmem-publish
Surat Edaran Rektor Nomor 4 Tahun 2020 yang berisi tentang perpanjangan
perkuliahan daring (online) sebagai
upaya pencegahan penyebaran covid-19
di lingkungan IAIN Surakarta tentu membuat semua mahasiswa berhamburan kembali
ke kampung halaman. Mengapa demikian ? karena dalam surat edaran dijelaskan
yang semula kuliah daring hanya sampai tanggal 28 Maret tapi diperpanjang
sampai akhir semester genap. Tentu ini membuat semua mahasiswa berdiam diri di
rumah.
Kuliah
Dalam Jaringan (Daring) sudah berlangsung selama dua pekan bagi kalangan
mahasiswa terkhusus IAIN Surakarta. Perkuliahan tersebut dianggap sebagai
solusi para dosen untuk melanjutkan pembelajaran di tengah maraknya virus Corona (Covid 19). Solusi tersebut tidak
serta merta mendapat respon positif dari kalangan mahasiwa. Banyak sekali
mahasiswa yang mengkritik solusi tersebut kurang efektif sehingga banyak
mahasiswa yang menjadikannya sebagai beban. Di kalangan mahasiswa, solusi
tersebut dianggap sebagai “Solusi yang membutuhkan solusi” pasalnya banyak
mahasiwa yang kesulitan mengakses internet di rumah masing-masing karena
keterbatasan signal.
Kebijakan
kuliah dalam jaringan (Daring) yang digalakkan setiap dosen ini merupakan beban
bagi mahasiwa, mengapa tidak ? karena setiap harinya mendapatkan tugas yang
berjubel meskipun kuliah sudah dilakukan melakui beberapa media seperti
Whatsapp, Googleclassrom, dan Zoom. Sebagai salah satu media yang sering digunakan
adalah Whatsapp. Aplikasi tersebut dianggap cocok untuk melakukan pembelajaran.
Namun jika diamati pemakaian aplikasi tersebut membuat kuliah menjadi garing serta tidak bisa menyampaikan
materi lebih banyak dan pembahasannya meluber sampai kemana-mana. Tak hanya
sampai disitu, banyak mahasiswa yang kurang paham mengenai materi yang
disampaikan. Kemudian mengajukan pertanyaan di grup Whatsapp, alih-alih dijawab
dosen tetapi malah tertimbun dengan pembahasan tidak menyangkut materi (Misal:
list absen oleh mahasiswa yang terlambat mengikuti kuliah daring).
Kuliah Daring yang cukup membosankan (garing) apabila selalu dilakukan dengan
membagikan materi PPT yang telah dibuat ke grup perkuliahan, kemudian direspon
hanya segelintir mahasiswa. Sehingga kurang efektif dan kondusif di situasi
sekarang ini. Dengan kondisi yang seperti ini seharusnya dosen mampu mencari
sara agar mahasiswa mampu memahami materi bukan hanya sekedar dari tulisan di
Whatsapp (karena kebanyakan tidak dibaca dan diskip saja).
Di
sisi lain, kuliah daring ini dimanfaatkan oleh segelintir mahasiswa yang malas
untuk memperbaiki absen. Bagaimana tidak ? apabila perkuliahan offline atau di
kelas dipastikan ada beberapa mahasiswa yang tidak masuk ataupun terlambat. Nah
dengan kuliah daring ini tidak sedikit mahasiswa hanya akan fokus pada saat
perkulihan dimulain saja. Misalnya hanya ikut nimbrung pada saat menjawab salam
dari dosen dan mengetik nama untuk absen. Setelah itu, dapat dipastikan banyak
mahasiswa yang entah kemana tidak muncul-muncul. Apalagi jika kuliah daring
dimulai jam 7, pasti kebanyakan mahasiswa hanya akan absen saja kemudian entah
dilanjut tidur lagi atau entah kemana karena kuliah daring dianggap
membosankan.
Menurut
hemat saya, alangkah baiknya apabila perkuliahan daring ini dosen membuat video
mengenai materi perkuliahan kemudian baru di-share ke mahasiswa atau menggunakan aplikasi lainnya yang
mendukung. Selai itu, bisa juga dosen menggunakan game dalam pembelajaran.
Games ini dapat berupa beberapa soal kuis yang kemudian bisa diakses oleh
mahasiswa secara bersama-sama (Misal menggunakan quizizz.com). Dengan bergitu kuliah daring yang semula membosankan
dan garing dapat berubah menjadi
perkuliahan yang menyenangkan bagi mahasiswa. Terakhr, semoga covid-19 segera berlalu dan perkuliahan daring tidak
perlu sampai akhir semseter genap J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar